Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Mimpi buruk


__ADS_3

Ketika Dev masuk ke dalam kamar, ia tercengang melihat istrinya sedang loncat² di atas sofa, tak pernah ia melihat Fey sebahagia ini, sungguh imut batinnya.


'Kerasukan apa gadis ini? '.


"Jika sofa ku rusak, aku akan menyuruhmu menggantinya" Sontak Fey terbelalak kaget ketika mendengar suara familiar tersebut.


"Oh, sekarang kau mulai berani memelototi ku?".


" Ti-tidak, saya mana berani tuan" Kata Fey sambil cengingiran. Buru² ia turun dari sofa tersebut.


'Kenapa sih dia harus datang? Mengganggu kesenangan ku saja' gumal Fey dalam batin.


Dev mendekat ke arah Fey, membuat gadis ini ketakutan.


"Jangan marah tuan, saya akan membersihkannya" Spontan Fey langsung membersihkan sofa tersebut menggunakan tangannya.


"Siapa yang marah dasar bodoh".


Fey lantas mendongakkan kepalanya ke atas, menatap Dev dengan raut wajah bingung.


" Dasar bodoh" Ucap Dev lagi sambil menyentil dahi Fey.


"Au! " Pekik Fey kesakitan. Tangannya yang mungil kini mengusap lembut dahinya yang memerah karena ulah Dev.


'Dasar pria jahat, ku sumpahi nanti malam tidurmu tidak nyenyak, mimpimu di kejar² hutang'.


Dev tersenyum puas, dengan santainya ia menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


"Kenapa kau terlihat senang sekali? " Tanya Dev penasaran.

__ADS_1


'Kepo'.


"Itu... Saya keterima masuk di Universitas" Jawab Fey.


"Univ mana? ".


" Univ A".


"Oh" Jawab Dev singkat sembari tersenyum miring.


"Apa tuan juga lulusan dari sana? " Tanya Fey.


"Hahaha... Mana mungkin aku kuliah di Univ yang tidak terkenal itu, apa kau pikir tampang ku ini seperti orang miskin" Jawab Dev dengan sombongnya.


'Menyebalkan sekali jawabannya. Dasar pria sombong'.


"Tidak tuan, aura kekayaan anda sudah terpancar sejak lahir".


___________


*


Di tengah malam Dev bermimpi buruk, dalam mimpinya Dev kecil di kerumuni banyak wartawan dalam acara konferensi pres. Semua kamera menyala, seluruh reporter mengambil gambarnya, kilatan potret cahaya terus menyambar ke arahnya tanpa henti hingga penglihatannya terganggu, ia memejamkan mata karena sangking silaunya.


Seluruh gambarnya dengan sang ibu memenuhi internet dan media cetak sebagai trending topik nomor 1 di negara A. Membuatnya di ejek dan di asingkan oleh teman² sebayanya. Setiap orang asing yang berpapasan dengannya langsung mengeluarkan hp dan memotret nya tanpa izin, membuat Dev kecil tidak nyaman dan ketakutan.


*


Fey tiba² saja terbangun dari tidurnya karena mendengar igauan Dev yang memekakkan telinga. Dia lantas melihat ke arah Dev yang sekarang tengah kelimpungan di atas ranjang.

__ADS_1


'Pria aneh ini kenapa? '.


Dengan cepat Fey beranjak dari sofa dan menghampiri suaminya untuk di bangunkan.


"Tuan, bangun" Fey bersuara lembut membangunkan Dev, sesekali ia menepuk pelan lengan kekar tersebut.


"Tuan, anda kenapa? Bangunlah" Ucap Fey lagi. Namun kali ini Dev meraih tangannya sambil mengigau "jangan tinggalkan aku, Kelly. Aku takut".


'Kelly? Siapa dia? Apa dia kekasih tuan muda? '.


"Tuan bangun" .


Dev lantas membuka matanya, tanpa sadar ia masih memegang tangan istrinya dengan erat.


Ekspresinya sekarang seperti menggambarkan bahwa ia memiliki trauma masa lalu. Nafasnya berhembus tak beraturan, Fey berusaha menenangkannya dengan cara mengelus pelan pundak sang suami.


"Apa tuan baik² saja? ".


"Tidurlah di sampingku" Titahnya.


Fey tertegun sesaat. Namun karena Dev tidak sabaran ia pun langsung menarik tangan Fey sampai jatuh dalam pelukannya.


"Berbaringlah" Pungkasnya kemudian sedikit mundur ke belakang, memberi sedikit ruang untuk Fey berbaring.


"Ti-tidak tuan, terima kasih. Lebih baik saya tidur di sofa saja".


Raut wajah Dev langsung berubah kesal, seperti ia tidak menerima penolakan. 'Jika kau tidak menuruti perintah ku, Awas saja nanti, aku akan mengerjai mu sampai mati' Seolah kata² itu keluar dari auranya. Membuat Fey ketakutan.


Perlahan Fey membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dengan terpaksa ia bersedia tidur satu tempat dengan Dev. Namun tangan pria ini semakin di biarkan semakin kurang ajar, bagaimana tidak? Dia berani memeluk dan meraba perut istrinya tanpa izin.

__ADS_1


'Hiiiih..! Sebal!, aku memang ingin dia mengalami mimpi buruk, tapi bukan akhir seperti ini yang ku harapkan'.


'Tuhan... Yang benar saja, aku memohon padamu bukan untuk ditindas begini' batin Fey. Ia merasa bahwa setiap do'a yang ia pinta malah membuat dirinya sendiri kesusahan.


__ADS_2