
Dengan peluh yang bercucuran di dahi Fey terus mengayuh pedal sepedanya sekencang mungkin, kini matahari hampir seluruhnya tenggelam, ia begitu takut bila pulang kemalaman karena jalan di tempat itu hanya ada pepohonan liar yang terbilang jauh dari pemukiman penduduk.
Fey sampai tak habis pikir kenapa Dev membuat rumah dengan jarak sejauh ini, bahkan tak ada kendaraan satupun yang lewat. ini sudah seperti jalan khusus yang di buat oleh pria itu untuk menuju istananya sendiri.
Sesampainya di rumah, Fey langsung mandi. Setelah membersihkan tubuh ia langsung membaringkan tubuhnya di atas kasur tanpa ganti baju lebih dulu.
'Tumben orang itu tidak menggangguku lagi, setelah video Call minggu lalu, dia sama sekali tidak memberikan pesan lagi padaku. dia tiba² saja menghilang... jika dia bosan padaku dan memilih wanita yang ia cintai, itu lebih baik. Kelly... wanita seperti apa dia sampai bisa membuat tuan muda yang menyebalkan itu jatuh cinta'.
Fey jadi ketiduran setelah memikirkan hal tersebut, padahal dia belum ganti baju dan masih menggunakan handuk kimono, tapi ia begitu terlelap dalam tidurnya dan tak merasakan kedinginan sama sekali.
Di tengah malam, sepasang kaki tiba² masuk ke dalam kamar yang Fey tempati secara diam². Lampu tidur yang temaram menambah hawa sunyi di ruangan itu. Sepatu pria itu semakin mendekat ke arah Fey, bahkan tangannya yang kekar dengan berani menyentuh paha gadis itu yang tak sengaja terbuka.
Orang misterius itu menarik sudut bibirnya dan tersenyum jahat, ia diam² mencium kening milik Fey, dan perlahan tapi pasti tangannya masuk semakin dalam ke dalam kimono yang Fey pakai. Membuat sang gadis terbangun dan sontak membuatnya menjerit histeris.
"Aaaaaaaa....!! " Pekikan gadis ini begitu keras, jikalau kamar ini tidak kedap suara sudah pasti ia akan menggegerkan seisi rumah.
Fey langsung terbangun, saat baru membuka mata ia begitu ketakutan karena ada sesosok bayangan seseorang yang ingin melecehkannya. Pencahayaan yang redup tak dapat membuatnya mengenali sosok tinggi tersebut.
"Siapa kau? " Teriak Fey.
Dinding samping tempat tidur adalah saklar lampu, pria itu langsung menghidupkannya. Mata Fey terbelalak melihat orang yang tengah berdiri di hadapannya ternyata adalah Dev, suaminya sendiri.
__ADS_1
'Pria kurang ajar! bisa²nya dia melakukan ini dan membuatku jantungan'.
"Tu-tuan, kapan anda pulang? " ucap Fey yang masih bersandar kikuk di atas ranjang.
"Kau hampir membuat gendang telingaku jatuh".
" Ma-maafkan saya tuan, saya tidak sengaja. Saya kira anda tadi maling" Jawab Fey terbata².
"Mana ada maling yang setampan aku" Dev mendekatkan wajahnya ke arah Fey, membuat hidung mancung keduanya hampir bersentuhan.
'Dasar narsis'.
Fey merasa gugup, jarak ini begitu dekat baginya. Sudah seminggu tak melihat, Fey merasa wajah Dev semakin tampan meski terlihat agak kelelahan.
' Ha? kapan aku bilang begitu? '.
Dev mencium lembut bibir sang istri, anehnya Fey tidak melawan. Tangan kiri Dev lantas menekan tengkuk kepala Fey supaya ciuman mereka bisa semakin dalam.
Kalian tau sendiri kan kalo tangan Dev ini tidak bisa diam? salah satu tangannya menyentuh area yang terlarang, membuat Fey sadar akan perbuatannya.
Fey menggigit bibir Dev agar menghentikan ciumannya, benar saja Dev langsung menghentikan ciuman itu tapi bibirnya berdarah karena gigitan tersebut.
__ADS_1
"Ma-maaf tuan, sa-saya tidak sengaja" Fey buru² menyeka darah itu. ia takut bila Dev akan marah.
"Sebentar, saya ambilkan obatnya dulu" Fey dengan perasaan yang bersalah langsung mengoleskan obat ke bibir suaminya. Namun sebelum itu ia sempat meminta Dev untuk duduk di ranjang dulu agar mempermudah ia mengoleskan obat.
"Ini sudah larut malam, sebaiknya tuan ganti baju kemudian tidur, saya akan mengambilkan baju ganti untuk anda".
Tanpa menunggu jawaban Dev, Fey langsung buru² masuk ke ruang ganti. Ia dengan Frustasi menatap dirinya di depan cermin.
'Ayshhh...Apa aku sudah gila? bagaimana bisa aku sepasrah itu saat dia mencium ku? otakku pasti sudah hilang' Gumamnya sambil memukuli pelan kepalanya sendiri.
Fey kembali menatap kaca, dengan lembut ia memegang bibirnya sendiri 'Aku sempat membalas ciumannya... apa yang terjadi padaku'.
Fey tak habis pikir dengan perbuatannya hari ini, padahal dulu ia menolak keras bersentuhan fisik dengan sang suami.
Tak lama kemudian Fey keluar dari ruang ganti sambil membawa satu stel baju tidur untuk Dev pakai malam ini.
"Ini tuan baju anda, silahkan" Ucap Fey dengan sopan.
"Bantu aku menggantinya".
" Apa? " Fey pun terkejut.
__ADS_1
'Membantumu ganti baju? kesucian mataku bisa hilang'.