Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Datang melamar


__ADS_3

"Tadi malam kelayapan kemana saja kau? Di telpon nggak bisa. Aku tanya resepsionis rumah sakit katanya biaya rumah sakit ayahmu sudah di bayar dan di pindahkan ke ruang VVIP, sebenarnya dapat uang dari mana kau ini?" Ucap Sonia marah² di ruang tamu.


"Ak-aku... ".


" Hallah, palingan juga uang hasil dari jual diri. Mana bisa dia dapat uang banyak dalam semalam kalau tidak merayu pria² kaya" Sahut Laura dengan nada merendahkan.


"Apa yang di katakan Laura itu benar Fey?!, jawab! ".


Dengan nada tinggi Sonia melontarkan pertanyaan itu, membuat anak tirinya ini ketakutan.


" Nggak bu, Fey nggak kerja kayak gitu".


"Cih, jangan bohong kau Fey. Lalu dari mana kau dapatkan pakaian mewah yang kau pakai saat ini kalau bukan dari melayani para pria kaya? Tidak mungkin kan kau mendapatkan baju branded itu dari hasil memulung? Mustahil! " Sela Laura lagi.


Sonia langsung melirik ke arah dress yang di kenakan putrinya saat ini, di lihat dari kainnya saja sudah nampak bahwa itu bukanlah barang murah.


"Kau dapat baju ini dari mana Fey?... Katakan dengan jujur! Jangan bohong sama ibu".


" Ibu harus percaya sama Fey. Fey berani bersumpah kalo Fey nggak melakukan pekerjaan kotor itu bu".


"Lalu kau dapat banyak uang dari mana Fey? " Tanya Sonia sembari mencengkram tangan putrinya.


Fey langsung diam membisu.


'Mana mungkin aku berani berkata jujur sama ibu kalo aku sudah nikah kontrak dengan seseorang. Kalo kayak gini caranya aku harus bagaimana Tuhan??....aku harus bilang apa?...gimana cara aku jelasinnya? '.

__ADS_1


"Kenapa diam saja Fey?! Jawab ibu! ".


Fey hanya menundukkan kepalanya ke bawah tanpa berani berkata apapun.


Tiba² Laura menyahuti " Benar kan bu apa kataku? Dia ini memang jual diri. Sudah salah, tidak mau ngaku malah berusaha membela diri, tidak tau malu".


"Plakk! " Tamparan keras dari Sonia mendarat di pipi Fey, membuat bekas merah di sana.


Sakit... Rasa sakit ini membuat matanya berkaca². Dengan gemetar tangan itu menyentuh bekas tamparan tersebut. Fey seperti orang bodoh yang cuma bisa menunduk tanpa dapat menjelaskan apapun. Percuma juga, toh mau bicara apa pun ibunya juga akan tetap menyalahkannya.


"Dasar anak bodoh! Bukankah lebih baik menikah dengan Geri dari pada melakukan pekerjaan kotor itu? Otakmu dimana? Aku tidak memberimu makan untuk mengotori nama baik keluarga ku! Pokoknya kau harus di rumah, nanti sore Geri akan datang melamar mu".


" Apa? Fey kan udah bilang kalo Fey nggak mau, dia sudah punya 2 istri, apa ibu senang melihatku menikah dengan orang seperti itu? Dimana hati nuranimu bu?! ".


" Setidaknya dia kaya raya, kau menikah dengannya itu termasuk keberuntungan".


Dengan kejam Sonia menarik rambut Fey, membuat gadis itu merintih kesakitan.


"Au,Ak!... Bu... Lepasin bu, sakiiiitttt...".


Laura yang melihatnya cuma tersenyum senang, dari kejauhan ia merasa puas melihat Fey menderita.


Tanpa belas kasih Sonia mendorong putri angkatnya ke dalam kamar, tubuh Fey jatuh tersungkur di bawah lantai.


" Kalau kau berani kabur dari sini, jangan harap ibu akan memaafkan mu" Dengan keras Sonia membanting pintu itu dan menguncinya.

__ADS_1


"Bu, buka bu. Jangan kunci Fey bu, aku mohon... Fey nggak mau di sini" Rengek Fey sembari mencoba membuka gagang pintu tersebut, namun dengan acuh Sonia pergi meninggalkan tanpa menggubris permohonan tersebut. Fey duduk meringkuk menangis di belakang pintu.


'Bagaimana ini? Aku tidak mungkin di sini terus, bagaimana jika pria itu mencari ku? , aku harus segera pergi'.


"Tapi gimana caranya aku keluar? " Fey dengan bingung mengamati setiap sudut kamarnya. Sebenarnya di situ ada jendela, namun sayang terdapat pagar besi yang menghalangi jendela tersebut. Kemudian ia melihat di atas jendela itu terdapat sebuah jendela kaca yang ukurannya tidak terlalu besar yang fungsinya sebagai fentilasi udara.


Fey pun menemukan ide, ia mengambil kursi dan dengan berani memanjat ke atas, tubuh kecilnya merangkak kesusahan keluar dari kamar tersebut. Saat percobaannya melarikan diri, tak sengaja Sandalnya jatuh ke bawah, tertinggal di dalam kamar. Kini dirinya sudah berada di luar, tak mungkin ia kembali untuk mengambilnya.


Di lain sisi, Geri dan kerabat dekatnya datang ke rumah Sonia sembari membawa beberapa parsel sebagai buah tangan. Ia berkunjung dengan niat baik melamar sang pujaan hati.


Awal mula ia bisa menyukai gadis ini adalah ketika dia tak sengaja jatuh dari motor dan Fey berbaik hati menolongnya.


Dengan tersenyum lebar pria berperawakan tinggi ini mengetuk pintu rumah tersebut, tak lama kemudian Sonia keluar, ia pun mempersilahkan rombongan itu untuk masuk.


Para tetangga pun ikut heboh tatkala melihat Geri mau melamar anaknya Sonia, sontak kejadian itu menjadi tontonan warga sekampung.


"Ramai² ini ada apa buk? " Tanya seorang wanita pada orang di sebelahnya.


"Lihat itu! Si Geri, rentenir itu mau ngelamar anaknya bu Sonia".


" Anaknya yang mana? ".


"Aku juga nggak tau, tapi denger² gara² nggak bisa bayar utang jadi anaknya terpaksa harus menikah sama rentenir itu".


" Astaga, kasihan sekali. Bukannya pria itu sudah punya 2 istri? Apa belum cukup? ".

__ADS_1


"Biasalah laki², 2 saja mana cukup?... Mulai sekarang kita harus hati², jangan sampai terlilit hutang sama si Geri, nanti anak gadis kita di nikahi sama dia. Walaupun kaya aku nggak bakal sudi punya menantu kayak dia" Sahut lainnya.


Dari kejauhan mereka semua menggibahi keluarga miskin tersebut.


__ADS_2