Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Menemani Fey makan


__ADS_3

"Habiskan! " Titah pria itu.


"Apa? " Spontan Fey terkejut, ia menatap Dev dari balik layar HP dengan wajah yang tidak bisa author jelaskan.


"Selain bodoh ternyata kau juga pekak" Ujar Dev mengejek.


Fey membalas perkataan itu dengan tersenyum kecut, seandainya saja ia punya keberanian lebih pasti dia sudah memaki pria sialan ini.


'Otakmu di mana? Mana bisa aku menghabiskan makanan sebanyak itu'.


"Tuan yang benar saja? Mana mungkin saya habis memakan semua makanan sebanyak ini? ".


" Cepat" Ucap Dev dengan nada berat.


Fey mengalihkan layar kameranya ke arah tembok lalu menghembuskan nafas kesel, ingin sekali ia membanting HP itu tapi ia teringat dengan kemiskinannya, tidak mungkin dapat membeli HP baru lagi.


"Baik tuan" Fey dengan malas berjalan menuju meja, lantas ia duduk lalu menaruh ponselnya di atas meja tersebut.


"Heh gadis udik. Apa kau pikir aku melakukan video call ini cuma untuk melihat atap kamarku? ".


" Hadapkan kameranya ke wajahmu" Titahnya marah².


Fey dengan malas menyandarkan HP nya di depan vas bunga, melihat wajah Dev yang begitu jelas dari dalam layar membuatnya tidak nafsu makan. Terlebih lagi pria itu tidak henti² menatapnya.

__ADS_1


'Wajah pria itu terlihat menjengkelkan sekali'.


"Tuan, VC nya nanti lagi ya. Saya mau makan" Tutur Fey ragu².


"Aku ingin melihatmu menghabiskan semuanya".


'Sialan! Dasar pria menyebalkan, aku membencimu'.


Fey hanya dapat tersenyum pahit menuruti semua perkataan sang suami, di dalam hati ia mengumpat dan terus menerus mengucapkan sumpah serapah pada pria yang ada di hadapannya. Meski dalam hati ia berkata kasar namun mulutnya terus ia sumpali dengan nasi.


Jam terus berputar tapi Dev masih setia menemani Fey menghabiskan makanannya. Namun bedanya kali ini Dev terlihat tengah sibuk dengan laptopnya, sepertinya ia sedang mengerjakan pekerjaan kantor.


Melihat Dev tengah sibuk dengan urusannya sendiri membuat Fey jadi memiliki ide untuk membuat makanannya cepat habis. Ia dengan sangat pelan menarik satu persatu makanan itu ke bawah kolong meja. Takut aksinya ketahuan ia nyaris tak bersuara.


"Ngapain? " Suara dingin itu membuat Fey tertegun.


"Tuan, makanannya sudah habis. Saya sudah memakan semuanya".


" Owh, benarkah? Coba arahkan kameranya ke bawah meja, aku ingin melihat" .


"Ha??? " Fey menatap kamera dengan wajah bodoh, ia merasa bahwa Dev telah mengetahui akal bulusnya.


"Di kolong meja tidak ada apa² tuan".

__ADS_1


" Perlihatkan" Ucap Dev bersuara datar.


Fey dengan pasrah menuruti perkataan Dev.


"Itu apa? Apa itu sampah? " Ujarnya setelah melihat kolong meja.


"Hehe" Fey tertawa kecil cengengesan. Entah kenapa ketika melihat Dev mengernyitkan dahi membuatnya merasa bersalah karena telah berbohong.


"Saya benar-benar sudah kenyang tuan, perutku sudah tidak muat lagi" Tutur Fey.


"Aku tidak mau tau, kau harus menghabiskan semuanya sekarang".


'Menyebalkan! Apa dia benar² ingin membuatku mati? '.


" Saya simpan makanannya di kulkas dulu ya tuan? Setelah itu saya akan memakannya lagi besok ketika sudah dipanasin".


"Tidak boleh".


" Kenapa? ".


" Jangan makan makanan bekas kemarin".


'Apa dia sedang perhatian denganku? ' Fey perlahan tersenyum, namun seketika perkataan Dev membuat senyumannya menghilang.

__ADS_1


"Aku hanya tidak ingin kulkas ku jadi kotor karena terkena makanan bekas sisa mu" ketusnya kemudian.


'Pria setan, aku bersumpah tidak akan baper lagi'.


__ADS_2