Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
bisikan sesat


__ADS_3

Fey mengantar suaminya sampai ke pintu depan karena pagi hari ini Dev akan pergi ke bandara, bukan suatu hal yang aneh jika para pelayan di sana juga ikut mengantar kepergiannya.


Fey berdiri di sisi mobil bersama Bibi An dan paman Han.


"Tuan, hati-hati. Selamat tinggal" Kata Fey dengan riang gembira.


Seketika ekspresi wajah Dev berubah, seolah tidak senang dengan perkataan Fey barusan.


Bibi An yang mendengar Hal tersebut langsung berbisik "Nona, jangan ucapkan selamat tinggal, nanti tuan marah. Tapi ganti kalimatnya dengan selamat jalan, sampai jumpa lagi".


suara Bibi An pelan nyaris tak terdengar.


Fey langsung menganggukkan kepala, mengerti " Maaf, maksud saya... selamat jalan tuan, sampai jumpa lagi. Saya harap nenek Amy segera sembuh dan tuan bisa membawa nenek pulang secepat mungkin" Ujar Fey membenahi perkataannya.


"Hemmm" Jawab Dev hanya dengan dengungan.


'Jawaban apa itu? Aku bicara banyak-banyak dan jawabanmu hanya suara ingin berak?. Menjengkelkan'.


Gerutu Fey dalam hati.

__ADS_1


"Hati² di jalan" Ucap Fey lagi. Namun walau begitu Dev tetap tak kunjung masuk ke dalam mobilnya.


''Nona, cium tuan'' bisik Bibi An di telinga Fey. Membuat Gadis ini tercengang mendengarnya.


'Kenapa aku harus melakukan itu? '.


"Cepatlah nona, tuan pasti sedang menunggu ciuman dari anda" Bujuk Bibi An lagi.


Fey pantas menatap Dev dan membuat keempat mata ini saling bertemu. Sungguh Fey tak tau arti dari tatapan pria ini. wajahnya nampak mrengut seperti sedang menunggu sesuatu yang tidak juga di dapatkan.


'Apa orang gila ini benar² menginginkan hal itu? Jika iya kenapa dia tidak bilang? . Coba ku cium aja deh supaya dia cepat pergi, aku malas melihatnya lama²".


Fey yang gampang percaya dengan omongan orang lain pun akhirnya menuruti perkataan Bibi An, ia perlahan berjinjit meraih kepala Dev dan kemudian mencium pipinya singkat.


Untuk sesaat Dev termangu, sorot matanya menatap sang istri dengan bingung, baru sekarang ia melihat Fey berinisiatif lebih dulu. Anehnya, bukannya kesal Dev malah senang. Pria angkuh ini lantas menarik kedua sudut bibirnya ke atas.


'Apa sekarang selera tuan muda berubah? ' Batin Will dan Han bersamaan sembari menatap satu sama lain. Mereka sama² heran dan nyaris tak menyangka bahwa Fey dapat membuat hati tuannya luluh.


Tak lama kemudian seorang laki² jangkung yang berpakaian seperti penjaga berlari menghampiri Dev sembari membawa mantel di tangannya.

__ADS_1


"Maaf tuan telah membuat Anda menunggu, ini mantel anda" Kata pria tersebut dengan sopan.


Paman Han langsung mengambilnya dan memakaikannya ke tubuh Dev.


Mendengar hal tersebut Fey langsung tersipu malu.


'Apa? Jadi dia masih berdiri di sini karena menunggu mantelnya? Ku kira.... '.


Ia pantas menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


Fey langsung menoleh ke arah Bibi An. Dan apa kalian tau apa yang lebih menyebalkan lagi? ya, Bibi An malah memalingkan wajahnya seolah merasa tak bersalah.


'Sial, aku dikerjai'.


Fey langsung menunduk ke bawah tak berani menatap mata Dev secara langsung.


'Ini sungguh memalukan' batinnya.


"Aku pergi dulu" Pungkas Dev sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil. Ketika mobil itu mulai berjalan, pandangan Dev masih setia menatap sang istri yang sedari tadi menunduk ke bawah.

__ADS_1


Fey tak berani mendongakkan kepalanya maupun menatap mata Dev secara langsung karena sangking malunya, apa lagi kejadian tadi telah di lihat oleh seluruh pelayan yang ada di sini, ingin sekali Fey menyembunyikan wajahnya ke tong sampah.


Namun ketika Mobil mewah itu akan melewati gerbang, Fey tak dapat mencegah matanya untuk tidak melihat kepergian sang suami.


__ADS_2