
Fey sebenarnya tak sungguh² ingin pergi ke kamar kecil, ia hanya beralasan saja supaya bisa berjalan² mengelilingi resort hotel.
Di sana ia melihat sebuah kolam renang besar dan itu menarik perhatiannya. Fey lantas berdiri tepat di samping kolam renang, ia menatap bayangan wajahnya sendiri di dalam air, bahkan pantulan cahaya bulan dan bintang juga terlihat jelas di dalam air kolam tersebut.
'Indahnya... andai aku bisa berenang' Batin Fey sambil teringat kejadian pada masa lampau, saat ia di dorong oleh Laura ke danau dan hampir tenggelam saat usianya masih 6 tahun, untung saat itu ada anak laki² yang menolongnya.
Tepat di belakang Fey, ada orang yang sedang marah². Seorang pelayan tak sengaja menumpahkan minuman ke salah satu tamu wanita dan membuat bajunya basah,
"Pelayan sialan! kau membuat gaunku kotor!!" wanita itu dengan arogan langsung mendorong sang pelayan wanita dan tak sengaja tubuh pelayan itu menyenggol Fey.
Fey yang tak sempat menghindar lantas jatuh ke dalam kolam renang yang berkedalaman 3 meter.
"Byurr...! " suara Fey yang terjatuh.
Fey yang sama sekali tak bisa berenang hanya bisa minta tolong dengan cara melambai²kan tangannya ke atas, berharap ada salah seorang dari mereka yang membantunya. Namun para tamu cuma berteriak dan menonton tanpa ada niat membantu.
Semakin lama air yang tenang itu menarik tubuh Fey untuk terus menuju ke dasar.
Tolong... siapapun, tolong aku
__ADS_1
sebelum Fey kehilangan kesadaran, ia sempat melihat seorang pria tengah berusaha meraih tangannya.
Semua orang langsung membantu Dev untuk naik, wajah yang biasa ia sembunyikan dari publik kini telah di lihat oleh semua tamu yang datang.
"Astaga.... apa itu tuan muda Dev pemilik DH grup? Dia sangat tampan" Ujar wanita pada temannya.
"Iya, ku kira dia memakai masker untuk menutupi kekurangan di wajahnya, ternyata dia setampan ini" sahut wanita yang lain.
"Jadi untuk apa dia pakai masker? ".
" Ibunya kan pernah terjerat kasus korupsi, dia malu lah... ".
" shuuuttt...! jangan keras², nanti dia dengar".
Dev membaringkan Fey di sisi kolam, ia langsung melakukan resusitasi jantung paru menggunakan tangan, dia semakin panik karena Fey masih saja tak sadarkan diri. kemudian Dev memberikan nafas buatan untuk Fey.
"Uhuk... uhuk... " Suara Fey batuk, Dev lantas menghembuskan nafas lega karena sang istri baik² saja.
Semua orang tertegun melihat Dev yang menyelamatkan seorang wanita, padahal ia terkenal sebagai pria dingin dan tak pernah di kabarkan dekat dengan wanita manapun. Bahkan ada beberapa orang yang memotret CEO DH grup secara diam².
__ADS_1
Tanpa bertanya, Dev langsung menutupi tubuh Fey menggunakan mantel jasnya lalu membopong tubuh sang istri dan membawanya pergi dari kerumunan tersebut, karena jujur ia merasa tidak nyaman.
"Siapa gadis itu? apa dia kekasihnya tuan Dev? " Bisik salah seorang dari mereka.
"Beruntung sekali gadis itu? ".
" Aku jadi iri... aku juga pengen di gendong".
"Tau kalo dia setampan ini aku bakal mengejarnya sampai dapat" Timpal yang lainnya.
Dev membawa Fey ke dalam salah satu kamar yang ada di resort hotel tersebut.
'Dia... menolongku? memberikanku nafas buatan di depan semua orang? ' Batin Fey sambil memandang garis wajah sang suami yang tengah menggendongnya, semburat merah terlihat di kedua pipi Fey karena malu.
Sesampainya di kamar.
"Mandilah dulu, nanti kau masuk angin. Nanti aku akan meminta sekretaris Will untuk membawakan baju ganti" Ucap Dev setelah menurunkan Fey.
"Anda kan juga basah kuyup".
__ADS_1
" Lalu apa? kau ingin aku mandi bersamamu? " Goda Dev sambil mendekatkan wajahnya kepada Fey.
'Gila' Fey langsung buru² menuju ke kamar mandi, tak dapat ia menyembunyikan pipinya yang memerah, bahkan jantungnya kali ini berdetak lebih kencang tak seperti biasanya. Di balik pintu kamar mandi Fey tersenyum.