
Fey mengantar suaminya sampai ke pintu mobil, lalu ia berkata "tuan, apa nanti saya boleh keluar rumah? ".
Dev mengerutkan dahi.
" Sebentar saja kok tuan, saya cuma mau menjenguk ayah saya. Saya janji jam 3 sore nanti saya pulang" Ujarnya dengan wajah memelas.
"Hemmm.... " Dengungan itu menandakan bahwa ia setuju. Lantas Dev masuk ke dalam mobilnya.
"Benarkah? Terimakasih tuan. Sampai jumpa" Fey dengan senang melambaikan tangannya ke atas. Dev hanya memandangnya datar, namun Fey tak menghiraukan itu, mau bagaimanapun sikap suaminya dia tidak peduli, yang penting ia tidak terkurung di rumah ini seharian.
setelah itu sekretaris Will menutup pintu mobil tersebut.
"Sekretaris Will, aku membenci mu" Kata Fey sambil memandang ke arah pria itu dengan tatapan kesal. Entah kenapa gara² masalah kemarin Fey jadi tidak suka dengan pria ini.
Will hanya mengukir senyum kecil.
"Permisi nona" Kata Will kemudian, ia tak membalas ucapan Fey, dan langsung berpamitan pergi.
'Tu kan, dia sama bosnya tuh sama² menjengkelkan, pantas saja dia jomblo' batin Fey.
Tiba² saja hidung Will terasa gatal
"Hatsyi! " ia pun bersin di dalam mobil.
'Siapa yang sedang membicarakanku? '
Ban mobil yang Dev tumpangi perlahan bergerak pergi. Dev menatap ke depan, melihat ke arah Will yang sekarang tengah duduk bersebelahan dengan sang sopir.
"Wanita itu bilang apa? " Tanya Dev kemudian.
__ADS_1
'Ada apa dengan suara tuan muda? '.
"Nona bilang, dia benci pada saya" Sambil melihat bosnya dari kaca spion.
Dev mengukir senyum kecil di bibirnya.
"Bagaimana bisa Pria sepertimu di benci wanita kampungan macam dia? Menyedihkan" Celetuk Dev.
'Sangat terlihat jelas bahwa ini yang Anda inginkan. Aku sampai heran, bagaimana bisa wanita seperti nona Fey memenangkan hati anda'.
____________
"Heh! Mana Fey? Dia sudah ketemu apa belom? " Ucap Geri yang kala itu menghampiri rumah Sonia bersama ke dua preman pasar.
"Sabar tuan, saya sudah berusaha mencarinya kemana² tapi belum ketemu" Tutur Sonia menjelaskan.
"Bagaimana bisa begitu? Aku tidak setuju jika anda menikahi Laura" Sonia menentang hal tersebut.
"Kenapa? seharusnya kau senang mempunyai menantu kaya sepertiku. kalo bukan denganku, memangnya anakmu akan dapat suami kaya? piling² juga bakal dapat suami mlarat dan hidup miskin sepertimu, Hahaha.... " Ucapnya kemudian pergi.
Tawa ketiga pria itu terus bergema, tak lupa Geri juga menendang kursi yang berada di teras rumah hingga ambruk.
Sonia menatap pria itu dengan jengkel, ia tak sudi menyerahkan putri kesayangannya pada orang macam itu. Buru² Sonia menghampiri Laura yang tengah asik bermain HP di kamarnya.
"Laura, kita harus cepat mencari kakakmu. Jika Fey tidak bisa ketemu hari ini, maka kau yang akan menggantikannya menikahi Geri".
" Apa? Aku tidak mau bu. Aku tidak sudi menikah dengannya! " Pekik Laura.
"Ibu juga tidak setuju, maka dari itu kita harus cepat cari dia".
__ADS_1
" Mau cari si udik itu dimana, bu? Kemarin saja aku sampai lelah gara² mencari dia seharian di jalanan, masa sekarang harus cari dia lagi sih? ".
"Terserah kalo kamu bersedia nikah sama si Geri".
" Ah, iya² aku bantu cari. Coba ku telpon, siapa tau di angkat".
Sudah beberapa kali Laura meneleponnya, namun Fey tak mengangkatnya sama sekali.
"Dasar udik sialan ini, awas saja kalo ketemu, bakal ku beri pelajaran" Gumam Laura kesal.
"Ayo kita cari ke rumah sakit saja".
" Ibu yakin dia di sana? ".
" Yakin, percaya saja sama ibu. Hari ini dia pasti datang menemui ayahnya".
Mereka berdua pun siap² pergi ke rumah sakit.
____________
Selepas ganti baju, Fey langsung mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Ia tertegun mendapati lima panggilan tak terjawab dari saudarinya.
"Ngapain Laura nelpon? Pasti dia dan ibu mencari ku. Eh tunggu, pasti mereka akan mencari ku ke rumah sakit. Aku tidak mau kalo di paksa kembali ke rumah".
" Gimana nih? Aku kan juga mau ke sana. Sesudah ayah di operasi, aku sama sekali belum jenguk dia, aku kangen. Tapi kalo ibu sampai menemukanku.... Dia akan membawaku kepada rentenir itu. Tidak, tidak, aku tidak mau " Gumam Fey sambil menggelengkan kepala.
Namun tiba² sebuah ide masuk ke dalam kepalanya. Buru² gadis ini mengambil masker yang ada di dalam laci untuk menutupi mulutnya. Tak lupa ia juga memakai kacamata hitam milik sang suami.
'Jika orang itu tau aku meminjam barang miliknya tanpa izin, sudah pasti aku akan di marahi. Tapi apa salahnya? cuma sebentar saja, nanti juga akan ku kembalikan lagi,dia tidak mungkin tau kan? '.
__ADS_1