
"Mari silahkan duduk dulu, saya buatkan minum sebentar" Ujar Sonia lalu pergi ke dapur.
Namun ia lebih dulu menghampiri Laura ke kamarnya "Laura, ibu minta tolong dandani kakakmu supaya cantik. Calon suaminya sudah datang. Ini kunci kamarnya".
Dengan malas Laura mengambil kunci tersebut.
'Cuma mau di lamar rentenir tua saja kenapa harus mendandani nya segala? Cih! Merepotkan' gerutu Laura dalam hati.
Setelah membuka pintu tersebut Laura pun terkejut karena Fey tidak ada di sana. Sudah ia cari ke setiap sudut ruangan namun Fey tetap saja tak di temukan. Cuma ada sepasang sandal yang tergeletak di bawah lantai.
" Di mana si udik itu? Berani sekali dia kabur".
Buru² ia mengadu pada sang ibu. Sonia yang mendengar hal tersebut langsung marah menuju kamar Fey. Dan benar saja, Fey tidak ada di kamarnya, melihat jendela fentilasi yang terbuka membuat Sonia yakin bahwa Fey kabur lewat jendela tersebut.
"Anak tidak tau diuntung itu... Berani sekali dia mengabaikan perintah ku. Awas saja nanti, akan ku buat perhitungan dengannya".
Apa yang Fey lakukan kali ini sukses membuat darah ibunya naik pitam.
" Kalo kayak gini, gimana caranya aku jelasin ke rentenir itu? . Jika dia tau Fey kabur, tamat sudah riwayatku, dia pasti marah besar" Gumam Sonia, seketika raut wajahnya berubah panik.
"Kenapa lama sekali? Di mana calon istriku? " Ucap Geri yang tiba² sudah berada di belakang Sonia.
Sontak kedua orang tadi langsung menoleh ke belakang, melihat ke arah Geri dengan mata terbelalak seperti sedang melihat hantu.
__ADS_1
"Kenapa dengan mata kalian? Mana Fey? Aku tidak sabar bertemu dengannya" Senyuman sumringah telah tercetak di wajah pria ini, rasa-rasanya ia sudah tidak sabar menikah dengan gadis pujaannya.
" Begini tuan, mohon maaf sekali, ada sedikit kendala. Apa bisa acara tunangan ini di undur sampai besok? ".
" Apa maksud mu? Jangan main² denganku !".
" Saya minta maaf tuan, tapi putri saya tiba² saja tidak ada di kamar. Beri saya waktu untuk mencarinya dulu".
"Omong kosong! Bagaimana bisa dia tiba² hilang? Jika kalian berani main² denganku, aku tidak akan segan² memenggal kepala kalian berdua" Ancam nya penuh murka.
"Saya pasti akan mencarinya sampai ketemu tuan. Setelah itu saya akan membawanya ke rumah anda".
" Ingat! Aku sudah memberimu uang. Jika Fey masih tidak juga ketemu, maka kalian berdua akan menanggung akibatnya. Paham! ".
Geri pun pergi dengan kecewa "Dasar orang miskin! Membuang-buang waktuku saja" Gumamnya sambil berjalan.
"Bagaimana ini bu? Aku tidak mau berurusan sama dia" Tutur Laura.
"Ibu juga tidak mau Laura. Sekarang kita harus cari anak itu, ibu yakin dia masih tidak jauh dari sini".
_____________
Fey tertatih² berjalan menyusuri jalan tanpa alas kaki. Kini hari sudah mulai petang, tanpa membawa sepeserpun uang, ia terpaksa jalan kaki menempuh jarak kiloan meter jauhnya demi sampai ke kediaman Harington.
__ADS_1
Perih, hamparan krikil di jalan melukai kakinya hingga berdarah. Entah karena luka atau kecapean Fey menangis.
"Astaga, kenapa jauh sekali".
Keluh nya namun tak sedikitpun ia berhenti melangkah.
Hingga akhirnya jalanan mulai petang, matahari senja pun sudah tak nampak lagi dan kini berganti dengan bulan. Sekarang langit pun mulai tertutup awan gelap, kilatan petir menyambar membuat gadis ini ketakutan.
Fey bersedekap tatkala hembusan angin kencang menerpa tubuhnya. Melihat cuaca kali ini sudah di pastikan bahwa tak lama lagi akan turun hujan lebat.
_____________
Dengan wajah gusar Dev masuk ke dalam kamar, kini arah pandangnya langsung tertuju pada HP yang sedang di chas di atas meja. Ia mengambil HP jadul tersebut.
'Sebenarnya pergi kemana gadis kampungan itu? , kenapa sampai sekarang belum pulang juga' .
Dev sempat mengira bahwa Fey berencana kabur, namun setelah melihat benda tersebut di kamarnya ia merasa bahwa asumsinya salah.
Laki² ini lantas duduk di atas sofa, memejamkan mata melepas penat di dalam otak. Namun tiba² ia menjadi geram karena mengingat Fey tak kunjung juga pulang ke rumah.
Matanya melirik ke arah jendela, rasa khawatir ini kian bertambah tatkala dia melihat kilatan cahaya yang menyambar dari atas langit.
Buru² Dev pergi untuk mencari keberadaan sang istri.
__ADS_1