Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
setuju


__ADS_3

"Bu. Tolong jangan paksa Fey".


" Kamu nggak sayang ibu, nak? ".


" Sudah pasti Fey sayang ibu, tapi bukan seperti ini caranya. Aku akan cari uang untuk lunasin hutang² itu, jadi ibu jangan khawatir, oke? ".


" Hutang ibu banyak".


Fey terdiam, tatapan sendu sang ibu membuatnya tak tega. Lara hati ini kala melihat air mata ibunya mengalir.


'Bagaiamana bisa aku tega melihat ibuku begini? '.


" Atau begini saja. Bagaimana jika kau pura² menerima dulu lamaran dari Geri, lalu setelah itu kau baru cari cara untuk melunasi hutang² tersebut. Setelah lunas kau nggak perlu nikah sama dia. Ibu juga akan berusaha cari kerja untuk membantumu cari uang" ucap Sonia memberi ide.


Fey terdiam, iris matanya terus melihat ke arah sang ibu tanpa berkata apapun.


Untuk membuat anaknya bersedia, Sonia dengan terpaksa bersimpuh di kaki Fey. Ia berlutut memohon agar Fey bersedia menikahi pria hidung belang tersebut. jika kalian tanya hati orang ini ada di mana? hatinya ada di kaki.


"Ibu mohon Fey, ibu takut mati. Ini jalan satu²nya, tolong ibu hiks... " Air mata palsu itu terus jatuh, membuat Fey merasa iba. Mana tega ia melihat ibunya memohon sampai seperti ini.


'Jika bukan karena uang, aku tidak sudi melakukan ini' batin Sonia.


"Ibu jangan begini, Fey mohon berdirilah" rasa²nya Fey ingin menangis, mulutnya gemetar tatkala ia mencoba menarik tubuh sang ibu untuk berdiri kembali.


"Ibu tidak mau berdiri sebelum kau berjanji untuk tunangan dengan Geri".


" Iya. Iya Fey janji. Tolong ibu berdiri lah" Fey dengan lembut menarik tangan sang ibu membantunya untuk berdiri.


"Terimakasih Fey, ibu menyayangimu" Pelukan hangat ia berikan pada Fey, terukir senyum penuh makna di bibirnya. Bahkan gadis polos ini sama sekali tak curiga, Kepiawaian ibunya dalam berakting patut di acungi jempol.


'Ibu memelukku? Apa aku mimpi? '.

__ADS_1


Tak dapat di pungkiri bahwa Fey benar² senang. Ini adalah kali pertama sang ibu memeluknya. Setelah sekian tahun akhirnya dia dapat merasakan kehangatan ini, sebuah kasih sayang yang tak pernah ia dapatkan sejak kecil.


_____________


Laura dan Sonia membawa Fey ke rumah Geri, mereka bertiga pergi ke sana dengan menaiki angkutan umum.


Setelah beberapa menit akhirnya mereka bertiga sampai di sebuah pekarangan rumah besar bertingkat satu,adapun sebuah mobil pajero yang menghiasi halaman rumah tersebut. Bisa di katakan bahwa Geri adalah satu²nya orang paling kaya di desa itu, tak heran bahwa dia mempunyai dua istri yang cantik jelita.


Tak lama setelah Sonia mengetuk pintu, orang yang ada di dalam rumah itupun keluar.


"Buk Sonia. Ada apa kemari? Tumben" Tanya Laras, istri pertama Geri. Ia lantas heran sebab Sonia tiba² datang dengan membawa kedua putrinya.


"Apa suamimu ada di rumah? Aku ingin bertemu dengannya" Ujar Sonia.


"Ada, silahkan masuk" Laras mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk di ruang tamu.


"Sebentar, aku panggilkan dulu" Tuturnya.


Tak lama kemudian Laras datang menuruni anak tangga bersama sang suami. Terlihat jelas bahwa Geri tersenyum puas ketika melihat keberadaan Fey sang pujaan hati.


Fey menatap pria itu dengan sorot mata benci. Ada sedikit penyesalan dalam dirinya, kenapa waktu itu dia bersedia menolong. sampai-sampai membuat pria tidak tau malu ini terobsesi untuk menikahinya.


"Jangan menatapku begitu sayang. Aku ini calon suamimu. Jika kau menikah denganku, akan ku pastikan kau hidup berkecukupan dan bahagia tanpa kekurangan uang sedikitpun, aku bisa memberikan semua yang kau mau".


'Jijik...! Benar² menggelikan' batin Fey.


Sonia langsung bersemangat, ia yakin bila Fey menikah dengan Geri dia akan mendapat ATM berjalan.


" Apa mas? Kamu mau nikah lagi? ".


Tiba² saja Tania, istri ke dua Geri datang dan ikut serta dalam obrolan tersebut.

__ADS_1


" Iya. Dia akan menjadi istri ke tiga ku" Tutur Geri membuat kedua istrinya terkejut.


"Mas, apa kami berdua belum cukup hingga kamu mencari istri baru lagi? " Tanya Laras tak habis pikir.


"Aku ini laki². Tidak masalah mau menikahi berapa banyak wanita, toh uangku juga masih banyak. Itu tidak akan mempengaruhi uang bulanan kalian"


Ke dua istrinya menatap Geri dengan kesal, entah kapan suaminya ini akan merasa cukup.


"Tuan. Jika saya seandainya bisa membayar hutang² itu, apa bisa pernikahan ini di batalkan? " Tanya Fey.


Geri langsung tersenyum sinis.


"Tentu, kenapa tidak?. Tapi kau harus ingat bahwa hutang keluargamu 200 juta".


Jawabnya yakin seratus persen bahwa Fey tidak akan mampu membayar hutangnya.


'Hah? 200 juta?, yang benar saja, banyak sekali' batin Fey terkejut, ini yang namanya masih muda tertimpa hutang.


" 200 juta? Seingat saya, saya berhutang tidak sebanyak itu tuan" Sahut Sonia. Ia heran kenapa hutangnya jadi banyak sekali.


"Itu sudah termasuk bunganya. Ku beri waktu satu minggu, jika kau tidak dapat membayarnya, maka hari itu juga kau harus menikah denganku hahaha... " Gelaknya.


Kemudian Geri mengeluarkan cincin permata dari dalam saku celananya.


'Gila! Gimana caranya aku dapat uang sebanyak itu dalam kurun waktu satu minggu? ' Batin Fey frustasi.


" Berikan tanganmu" Ucap Geri pada Fey.


Bukannya mengulurkan tangan, Fey malah memalingkan wajahnya. Memandang cincin itu saja rasanya ia tidak sudi.


"Sini tuan, biar saya saja yang berikan pada Fey" Kata Sonia lalu mengambil cincin tersebut dari tangan Geri.

__ADS_1


"Kami permisi dulu tuan, permisi" Sonia buru² membawa kedua putrinya pergi dari rumah tersebut. Ia takut bila putrinya akan berubah pikiran lagi dan mengacaukan rencananya.


'Mesin ATM ku tidak boleh lepas'.


__ADS_2