Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Tinggal di rumah baru


__ADS_3

Setelah mengucapkan janji suci pernikahan, Dev dan Fey pun akhirnya resmi menjadi sepasang suami istri.


'Hari ini, detik ini dan saat ini, aku sudah sah menjadi istrinya. Apapun yang keluar dari mulut pria ini harus ku patuhi. Entah kenapa aku merasa akan menjadi babu seumur hidup dan menunggu di buang olehnya agar mendapatkan kebebasan'.


Hati Fey begitu sedih, ini bukan kemauannya, bukan pula pernikahan seperti ini yang ia impikan.


Bagaikan masuk ke dalam jurang tanpa dasar. Fey terperangkap di dalam belenggu pria angkuh ini atas dasar perjanjian. Entah surga atau neraka yang akan ia pijak setelahnya.


Fey di hampiri oleh wanita tua renta, rambutnya sudah di penuhi oleh uban, dia duduk di atas kursi roda dengan di dorong oleh seorang pria yang berpenampilan seperti bodyguard.


Nenek itu tersenyum lembut pada Fey.


"Selamat ya Dev, nenek senang bisa melihat acara pernikahanmu" Ucap nenek itu pada Dev.


"Sudah ku bilang nenek di rumah saja, tidak perlu repot² kemari, aku pasti akan membawa istriku pulang dan memperkenalkannya pada nenek" Tutur Dev.


"Nenek cuma ingin melihatmu menikah Dev. Dan nenek senang kau mendapat pendamping hidup secantik ini, siapa namamu nak? ".


Fey dengan tersenyum menjawab "Saya Fey, senang bertemu dengan nenek" Sembari membungkuk memberi hormat.


'Hah? Cantik?!... Mata orang tua memang sudah rabun, bagaimana bisa gadis yang bentukannya begini di bilang cantik?. Sudah jelek kampungan lagi, mataku sampai pedih melihatnya' Cerca Dev dalam batin.

__ADS_1


Matanya memandang sinis ke arah Fey 'Apa wanita ini tidak bisa berdandan?'.


"Tuan, mobilnya sudah siap" Kata Will menyela obrolan Fey dengan nenek Amy.


"Ayo nek kita pulang" Ajak Dev mengantarkan neneknya masuk ke dalam mobil.


Setelah nenek Amy masuk ke dalam mobilnya. Sebuah mobil lain datang menghampiri, seorang sopir membukakan pintu mobil untuk Dev dan juga Fey yang berhiaskan bunga di atasnya.


Di sepanjang jalan Fey hanya duduk mematung melihat ke arah luar jendela. Tak sedikitpun ia berani menoleh ke arah suami.


"Kemarin aku memberimu kartu untuk membeli baju yang bagus, bukan membeli barang bekas" Kata Dev mencela.


Perkataan Dev yang dingin sontak membuat Fey tertegun dan spontan menolehkan kepala ke arah suaminya.


"Saat itu aku sudah menjadi calon suamimu bukan? ".


'Mana aku tau? Kemarin saja kau saja tidak menjelaskan apapun padaku'.


" Maaf tuan, saya tidak pandai memilih barang, selera saya memang jelek".


"Seleramu memang kampungan".

__ADS_1


" Kalau begitu kenapa tidak anda saja yang belikan".


"Oke, Jangan menyesal dengan perkataanmu" Kata Dev datar.


KEDIAMAN DEV HARINGTON.


Fey melihat ke arah luar. Di depan sana terdapat gerbang yang menjulang tinggi. Ketika gerbang itu di buka, nampak lah sebuah istana megah yang memiliki lahan ribuan hektar.


Fey tercengang melihatnya, baru pertama kali ia melihat rumah sebesar ini.


'Apa aku tidak salah lihat? Ini seperti istana yang ada di dalam cerita dongeng yang sering ayah bacakan untukku waktu kecil'.


Di tengah halaman terdapat air mancur besar yang di kelilingi berbagai bunga yang indah. Sungguh Fey takjub melihatnya, tiba² saja terlintas di benaknya memori ketika ayahnya berkata *"gadis kecil yang ada di dongeng ini seperti kamu,nak. Dia baik, ceria dan dapat membuat orang² yang ada di sekitarnya tersenyum cerah".


" Tapi ayah, aku tidak punya rumah megah. Bagaimana bisa aku seperti anak kecil itu".


"Suatu saat kau akan punya dan tinggal di sana, hidupmu akan bahagia dan memiliki segalanya tanpa kekurangan apapun".


" Kalo begitu aku akan mengajak ayah tinggal juga bersamaku" Ucap Fey kecil sembari memeluk ayahnya.*


Mata Fey berkaca².

__ADS_1


'Kenapa harapanku tidak sesuai dengan realita. Tuhan..... Bukan jalan cerita seperti ini yang ku impikan'.


__ADS_2