
"Tuan, telfonnya tutup dulu ya. Saya mau belajar, soalnya besok saya ada Ujian tulis berbasis komputer di kampus".
" Bukanya kemarin katamu kau sudah keterima di kampus A? ".
" Iya. Itu saya daftar lewat online tapi itu baru tahap pertama, besok saya baru mulai ujiannya" Tutur Fey menjelaskan.
"Hmmm" Dev hanya berdengung lalu mematikan panggilan tanpa berkata apapun lagi.
'Orang aneh. Tau begini aku bilang begitu dari awal agar dia tidak mengganggu hari tenangku'.
Setelah mencuci tangan Fey kembali berbaring di atas ranjang, sambil menatap ke atas plafon kamar mulutnya bergumam "Mau belajar apa? Lagi pun aku tidak punya buku. Semua bukuku kan ada di rumah. Ck, hah".
Memikirkan hal tersebut membuat Fey mengantuk, tanpa sadar perlahan kelopak matanya mulai terpejam.
______________
Keesokan harinya Fey bangun kesiangan. Buru² ia mandi dan ganti baju. Tanpa sarapan ia berlari menuju garasi mobil untuk meminta sang sopir mengantarkannya menuju kampus. .
"Pak, saya turun di sini saja" Ucap Fey di tengah perjalanan.
__ADS_1
"Tapi Non, kampusnya masih jauh".
"Tidak apa² pak, saya jalan kaki saja".
Sang sopir langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan.
" Yasudah, Hati-hati nona muda".
Fey mengukir senyum, lantas keluar dari mobil. Ia berjalan kaki sekitar 10 menitan untuk dapat sampai ke kampusnya.
Sesampainya di tempat tujuan, terdapat perasaan senang di hati Fey. Ia tak pernah menyangka bakal menginjakkan kaki di tempat ini. Meski bukan kampus terfavorit, namun dapat masuk ke Universitas ini termasuk sebuah keberuntungan bagi Fey yang mempunyai otak lemot sekaligus tidak terlalu pintar dalam bidang akademik.
'Wah... Kampusnya besar banget' batin Fey terpana. Ia dengan riang gembira melangkah masuk ke dalam bangunan tersebut.
"Permisi, mau tanya. Apa anda tau ruang UTBK jurusan sastra ada di mana? ".
" Ouh aku juga mau ke sana, ayo kalo mau ikut" Jawab wanita itu.
Fey dengan polosnya mengangguk dan mengikuti langkah wanita itu, dengan langkah beriringan mereka berdua berjalan menyusuri area kampus.
__ADS_1
'Sebenarnya orang ini tau jalan nggak sih? Kok kayaknya dari tadi aku cuma ngikutin dia muter²' batin Fey heran, ia merasa curiga jika gadis yang ada di depannya ini juga tidak tau jalan sepertinya.
"Mbak, kayaknya kita udah lewat sini deh tadi" Ucap Fey.
"Masa sih? " Kata gadis tersebut.
"Iya, kita udah muter² di sini 10 kali".
" Sebenarnya aku juga tidak tau tempatnya ada di mana hehe.... " Ujar gadis tersebut sambil menggaruk rambut kepalanya.
'Sesat..! Capek² aku jalan kaki ternyata cuma di ajak muter²' batinnya sambil menampakkan raut kesal.
karena sama² tidak tau arah jalan akhirnya mereka pun bertanya pada salah seorang yang ada di sana, kebetulan orang yang mereka tanyai adalah dosen pengawas ujian tersebut. Pada akhirnya Fey mengikuti dosen tersebut masuk ke dalam kelas.
sekarang Fey tengah duduk di sebuah bangku dengan layar laptop di depannya. kini ujian telah di mulai, Fey berdo'a terlebih dahulu sebelum mengerjakan. Ketika membaca soal ujian seketika saja ia merasa bahwa otaknya telah pindah ke bawah kaki, ia tak menyangka bahwa soalnya akan sesulit ini.
Untung ia masih ingat dengan pelajaran yang ia pelajari bulan lalu, jadi ia dapat mengerjakan beberapa soal dengan mudah. Di bekali kancing baju, Fey mengerjakan semuanya hingga selesai.
'Tuhan... ku mohon, berikan aku keberuntungan'.
__ADS_1
____________
Setelah mengerjakan ujian Fey langsung pergi ke taman dekat kampus dan duduk di sana. Namun ketika merenung tiba² seseorang menghampirinya.