Menikahi Gadis Udik

Menikahi Gadis Udik
Mengikuti


__ADS_3

Sesampainya di Mall, Fey langsung menggandeng Leon masuk, sedangkan Elsen mengikuti mereka berdua dari belakang.


Elsen yang tampan menjadi pusat perhatian, melihat ayahnya yang di lirik banyak wanita membuat Leon sebal, ia tak mau ayahnya di sukai wanita lain, hanya Fey yang boleh menjadi ibunya di kemudian hari.


Dengan lembut Leon menggandeng tangan kekar ayahnya, mengajaknya untuk berjalan beriringan, siapa yang tidak mengira bahwa mereka bertiga adalah keluarga kecil? .


"Ibu, Leon pengen main semua pelmainan yang ada di mall ini, nanti ibu temani Leon ya? ".


Sebelum menjawab Fey sempat melirik ke arah Elsen, ketika melihat wajah pria itu nampak datar dan biasa saja, ia baru berani menjawab " Oke, nanti kita berdua bersenang² bersama" Fey yang masih memiliki watak anak kecil tak dapat menolak ajakan itu, terlebih lagi ia tak pernah main di Mall, baru pertama kalinya ia menginjakkan kakinya di tempat ini.


Sesampainya di tempat permainan, Leon dan Fey nampak begitu asik main bersama. Elsen hanya bisa menghembuskan nafas panjang, tugasnya di sini cuma untuk membayari dan juga menjadi pengawal untuk dua orang ini. Tak apa, yang penting putranya senang.


"Ayah, ayok ikut main juga" Tiba² Leon menarik tangan ayahnyaayahnya untuk ikut bermain memasukkan bola volly ke keranjang.


"Ayah lihat, ibu bodoh. masa dali tadi nggak bisa masukin bola satupun ke kelanjang".


'Anak kamvrett' Umpat Fey dalam hati.


" Ayah, ajali ibu" Pinta si anak.

__ADS_1


"Ti-tidak perlu, ibu udah bisa kok" Fey melempar bola ke keranjang untuk membuktikan kalo dia sudah bisa, namun bukannya masuk bola itu malah memantul kembali mengenai kepalanya.


"Aduh" pekik Fey sambil memegang jidatnya yang kesakitan.


Tak tahan Elsen tertawa kecil, pria dingin ini mulai menampakkan senyumnya yang manis pada si gadis bodoh yang ada di hadapannya.


"Begini caranya" Elsen langsung mengambil bola dan memasukkan bola itu kedalam keranjang dengan satu tangan. Setelah itu bola tersebut di berikan bada Fey, Elsen dari belakang membantunnya sambil memegangi tangan Fey, memberi tau cara memegang bola yang benar. Fey pun jadi gugup.


Leon yang melihat rencananya berhasil langsung tersenyum lebar.


sekretaris Will yang diam-diam mengikuti Fey sejak tadi mulai geram melihat kedekatan nonanya dengan Elsen. Karena jaraknya yang begitu jauh membuat Will tak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.


'Ada hubungan apa tuan Elsen dengan Nona Fey?... jika tuan muda tau masalah ini, sudah pasti tuan muda marah besar'.


'Kau dalam masalah besar nona' Batinnya sambil mengerutkan dahi.


Setelah setengah jam bermain sekarang Fey dan Leon beralih membeli ice cream.


"Leon, ibu mau ke kamar kecil sebentar. Tunggu ibu di sini ya" ujar Fey lalu meninggalkan ayah dan anak itu di depan meja kasir.

__ADS_1


Ketika Fey habis dari kamar mandi, ia terkejut melihat wajah Will yang nongol tiba-tiba. Hampir saja jantungnya copot karena pria ini.


"Nona Fey, tuan muda meminta saya untuk mencari anda. Sebaiknya anda pulang sekarang" Tatapan nyalang Will sontak membuat Fey ketakutan.


'Ouh iya, karena keasikan bermain aku jadi lupa. ini sudah jam berapa? orang itu pasti akan marah jika aku telat pulang' Fey langsung gelisah, karena tak membawa ponsel ia jadi lupa waktu.


"Iya, aku akan pulang".


" Nona, ada satu hal yang ingin saya katakan pada anda" ucap Will dengan wajah serius.


"Apa? ".


" Saya peringatkan!. Jangan main² di belakang tuan muda. Tuan muda tidak suka penghianatan. Jika tuan muda tau anda dekat dengan pria lain, tuan muda tidak akan segan² membuat keluarga anda dan juga anda menderita".


"Jangan khawatir sekretaris Will. Dia tidak akan peduli padaku".


'Masalahnya tuan muda mencintai anda. Andai saja anda tak membuat hati tuan muda tergerak, pasti hidup anda akan tenang'.


" Jika anda tidak ingin terlibat masalah, tolong jauhi laki-laki tadi" Will kembali mengingatkan, kini Fey semakin di buat takut oleh mimik wajah pria ini.

__ADS_1


'Jangan² Will mengikutiku sejak tadi? astaga, bagaimana jika orang ini mengadu pada Dev tentang masalah Leon yang memanggilku ibu? Bagaimana aku bisa menjelaskan semua itu padanya?. Orang itu pasti akan salah sangka jika aku sudah punya anak dan suami'.


"Saya peringatkan satu kali lagi nona, Selagi anda masih terikat kontrak dengan tuan muda, jangan pernah berani-beraninya dekat dengan lelaki manapun. Harus anda garis bawahi, penghianatan adalah kata yang sangat tuan muda benci".


__ADS_2