Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 37 - Wanita Muda Bernama Alena


__ADS_3

Gusti bisa melihat ekspresi Widy dengan jelas. Cewek itu memasang tatapan sayu, dia melemas karena kenikmatan yang diberikan Elang.


Karena begitu terangsang, Widy menarik kerah baju Elang. Memadukan kembali bibir mereka dengan lekat. Suara kecup mengecup itu terdengar jelas dari mulut keduanya.


Puas berciuman bibir, Widy perlahan menunduk ke bawah. Dia berlutut di hadapan Elang, lalu membuka resleting celana lelaki tersebut.


Pupil mata Gusti membesar. Dia bisa menduga apa yang akan terjadi selanjutnya. Buru-buru Gusti berpaling. Rasanya dirinya tak sanggup menyaksikan Widy berbuat begitu pada Elang.


Alhasil Gusti memilih pulang saja. Dia memberitahukan kepergiannya lewat pesan. Gusti langsung pergi ke hotel, tempat pertemuannya dengan Karin.


Malam itu Gusti memberikan pelayanan lebih baik dari sebelumnya. Dia mempraktekkan apa yang dipelajarinya dari Rilly dan Elang.


Kini Gusti mengenakan pakaian. Dia meninggalkan ranjang setelah membuat Karin terkulai lemas.


"Apa yang terjadi kepadamu? Hari ini kau seperti singa," ujar Karin. Menatap Gusti dengan mata sayu. Tubuhnya yang telanjang tertutupi dengan selimut.

__ADS_1


"Tapi kau suka kan?" tanggap Gusti.


Karin lantas tersenyum. "Sangat suka. Tapi aku takut jatuh cinta padamu," ungkapnya.


Gusti terkekeh. "Aku harap itu tidak terjadi. Kau punya keluarga yang harus di urus bukan?" balasnya, lalu melangkah menuju pintu. "Kirim saja bayaranku seperti biasa. Jangan lupa bonus singanya," sambungnya. Gusti segera menghilang ditelan pintu.


Karin mendengus kasar. Dia menggigit bibir bawahnya. Permainan Gusti hari ini begitu berkesan.


"Jangan jatuh cinta pada mainanmu, Karin." Karin memperingatkan dirinya sendiri. Sebab jantungnya berdebar-debar saat hanya memikirkan Gusti.


Di sisi lain, Gusti tidak langsung pergi dari hotel. Dia pergi ke kamar lain karena ada pelanggan lain yang harus dirinya layani. Gusti bertemu klien baru kali ini.


"Hai... Kenalkan namaku Alena," ujar perempuan tersebut.


"Aku Gusti. Apa benar kau yang memesanku? Kau tidak salah masuk kamar kan?" Gusti memastikan. Dia merasa perempuan yang membayarnya sekarang lebih muda darinya.

__ADS_1


"Kau tidak salah!" Alena melambaikan tangan ke depan wajah. Ia tersenyum dan melanjutkan, "aku sengaja mengedit fotoku agar terlihat tua. Jaga-jaga saja kalau mucikari itu akan menolakku."


"Apa tujuan wanita muda sepertimu membayarku? Kau cantik, aku yakin kau bisa menemukan pria yang bersedia tidur denganmu tanpa dibayar," kata Gusti.


Alena tersenyum miring dan mendekat ke hadapan Gusti. "Bukankah orang sepertimu tidak seharusnya bertanya begitu? Yang penting aku juga membayar kan? Kau lakukan saja tugasmu!" tukasnya sembari mendorong kuat Gusti. Lelaki itu jatuh terhempas ke ranjang.


Gusti tercengang dengan apa yang dilakukan Alena. Namun dia akan mengalah dan mencoba memaklumi.


"Oke. Apa perlu kita langsung saja?" tanya Gusti.


"Aku ingin kau menemaniku dulu menikmati ini." Alena mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Itu tidak lain adalah obat-obatan terlarang.


Mata Gusti membulat sempurna. Dia tentu takut melihat benda ilegal tersebut ada di depan mata.


"Kau gila! Kalau kau ingin menikmati itu, lakukan saja sendiri!" Gusti segera berdiri. Dia ingin cepat-cepat pergi.

__ADS_1


"Aku akan membayarmu berapapun!" pekik Alena. Membuat langkah kaki Gusti sontak terhenti. Dia menoleh saat mendengar Alena terisak.


"Ayolah! Kumohon... Aku sangat membutuhkan teman... Kalau kau juga tidak mau, aku akan melompat dari gedung ini," ucap Alena.


__ADS_2