Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 49 - 2 Plus 1


__ADS_3

"Gusti!" seru Widy. Dia cemas melihat Gusti meminum miras. Terlebih dirinya sangat ingat keadaan lelaki itu saat mabuk tempo hari.


"Biarkan saja! Ayo kita bicara." Elang menghentikan Widy. Dia mengajak cewek itu bicara di luar.


Kini hanya ada Gusti bersama tiga wanita cantik di ruangan VIP. Ia mulai merasakan adanya efek mabuk.


"Kau terlihat tangguh," komentar Rita. Salah satu temannya Alisha. "Dia tampan sekali ya. Sejak tadi aku tidak fokus karena wajah tampan itu," bisiknya pada dua temannya.


"Ya. Aku juga. Tapi kita di sini hanya untuk menikmati barang dari Elang. Lagi pula, kita tidak tahu apakah dia bekerja seperti Elang atau tidak," tanggap Alisha.


"Kalau begitu, kita tanyakan saja langsung!" usul Vera. Wanita ketiga yang ada di ruang VIP.


"Hei tampan! Apa kau juga bekerja seperti Elang? Kalau iya, bisakah aku menyewa jasamu? Kau benar-benar seperti angin segar untukku," cetus Vera seraya menopang dagu. Dia menatap Gusti dengan penuh kekaguman.


Gusti terkekeh. Dia menatap Vera. "Kau bisa mendapat jasaku kalau membayar 300 juta," sahutnya.


Alisha tergelak. Dia dan dua temannya saling bertukar pandang. Vera dan Rita lantas ikut tertawa.

__ADS_1


"Wah! Kau memasang harga yang sangat luar biasa. Tapi bukankah itu terlalu mahal untuk orang baru sepertimu?" tukas Alisha.


Bruk!


Gusti meletakkan botol miras dengan menghempas ke meja. Dia memasang tatapan tajam pada Alisha. "Aku hanya kesal karena sudah ditipu oleh siluman hari ini," ungkapnya penuh keseriusan.


"Siluman?" Vera penasaran. Begitu pun Alisha dan Rita.


"Ya, siluman. Dari luar penampilannya wanita, tapi kalau celananya dibuka, kau akan tahu kalau dia adalah lelaki," jelas Gusti. Kejadian di villa tadi siang masih membekas di ingatannya.


"Itu lucu sekali," komentar Rita. Dia, Alisha, dan Vera tertawa bersama sejenak.


Vera berdiri dan berpindah duduk ke sebelah Gusti. "Kau kecewa karena tidak bisa mendapat uang 300 juta dari siluman itu?" tanyanya sembari membelai dagu Gusti.


"Ya, aku kecewa dan juga stress karena kejadian itu," balas Gusti.


"Bagaimana kalau aku bisa membuatmu melupakan tentang masalah siluman itu?" Vera mulai menurunkan tali dress dari bahunya. Dia memperlihatkan buah dadanya lebih jelas. Setelah itu, tangan Vera menyentuh alat vital Gusti.

__ADS_1


"Kau gila, Vera! Kau harus bayar 300 juta kalau menyentuhnya," kata Alisha.


"Aku rasa tidak. Dia juga lelaki kan? Aku yakin orang sepertinya akan tergoda tanpa harus dibayar," tanggap Vera remeh.


"Kau sebaiknya menyewa kamar dan melakukannya di tempat lain!" imbuh Alisha.


"Aku--" Vera hendak menyahut perkataan Alisha. Namun Gusti menyambar bibirnya begitu saja. Mereka pun saling bergulat lidah dengan intens.


"Sialan!" rutuk Alisha sambil membuang muka.


Berbeda dengan Rita yang justru terlihat menatap aksi Gusti dan Vera dengan sensual. Dia bahkan menenggak ludahnya sendiri beberapa kali.


"Apa yang kau pikirkan, Rit?" timpal Alisha.


"Bukankah pemuda tampan ini sangat menggoda. Aku ingin bergabung," imbuh Rita.


"Jangan gila! Kau saja yang bergabung!" sahut Alisha. Dia mengalihkan pandangan ke arah lain. Dari lubuk hatinya, Alisha sebenarnya sedikit tergoda.

__ADS_1


"Tentu! Lagi pula aku tidak mengajakmu." Rita berdiri sambil melepas dressnya. Dia segera merebut bibir Gusti dari tautan bibir Vera. Kedua wanita itu saling bergantian mencumbu Gusti.


__ADS_2