Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 70 - Pembobolan


__ADS_3

"Aku tidak bisa memastikan kalau aku akan melakukan tugas itu," kata Elang. Jay sontak mendelik ke arahnya.


"Ayolah. Kau cemen sekali," cibir Jay.


"Jangan mengejekku sebelum aku membuat keputusan! Aku hanya berniat ingin mengajak temanku untuk membantu," tanggap Elang. Nama yang terlintas dalam benaknya tidak lain adalah Gusti.


"Baiklah. Cepatlah beri tahu aku keputusannya! Lusa nanti pestanya di mulai!" tegas Jay dengan dahi yang berkerut dalam.


Usai menemui Jay, Elang langsung mencoba menelepon Gusti. Namun temannya tersebut tidak sekali pun menjawab panggilannya.


Sekarang Gusti sedang tidak peduli dengan apapun selain mengurus Mawar. Terutama dengan panggilan telepon. Terlebih dia mengatur ponselnya dengan mode getar.


Posisi Gusti kini dalam keadaan mengungkung Mawar. Ia menatap gadis itu dengan serius. Mawar terlihat sudah berkeringat banyak.


"Kau capek?" tanya Gusti.


Mawar menggeleng. "Tidak. Kenapa kau berpikir begitu?" balasnya.


"Kau berkeringat sekali," ungkap Gusti.


"Benarkah? Apakah bau? Anehnya aku merasa kepanasan dengan yang kita lakukan. Ini bukan karena aku capek," jelas Mawar sembari mencoba menjauh dari Gusti, takut kalau lelaki itu terganggu dengan bau badannya.


Gusti terkekeh. Dia menghentikan pergerakan Mawar, lalu dirinya cium bibir gadis tersebut untuk melanjutkan kegiatan yang terjeda.

__ADS_1


Mawar akhirnya mulai terbiasa dengan semua sentuhan Gusti. Entah kapan rasa gugupnya hilang.


"Aku akan melakukannya. Ini mungkin akan terasa sakit untukmu," ucap Gusti yang langsung direspon Mawar dengan anggukan pelan.


Merasa sudah dapat persetujuan Mawar, Gusti pun melakukan penyatuan. Ia tak lupa menggunakan pengaman terlebih dahulu. Setelah itu, barulah Gusti memasukkan burung kebanggaannya ke dalam sarang yang masih bersegel.


"Akh!" Mawar reflek mengerang. Dia juga memegangi punggung Gusti lebih erat. Rasanya sakit sekali pembobolan yang dilakukan Gusti di bawah sana.


Gusti reflek mengangakan mulut saat miliknya sudah masuk sepenuhnya. Dia merasa sangat berbeda saat melakukannya dengan Mawar. Milik gadis itu begitu sesak, seolah membungkus kuat sang junior.


Sementara Mawar mulai mengerang sambil memejamkan mata dengan rapat. Dia merasakan sakit sekaligus kenikmatan secara bersamaan.


"Sial!" rutuk Gusti yang mulai menggerakkan pinggulnya dengan pelan.


"Ke-kenapa?" Mawar heran mendengar rutukan Gusti. Dia takut ada sesuatu yang salah.


"Bukan apa-apa. Kau luar biasa, Mawar..." desis Gusti. Dia memancarkan tatapan berbeda. Penuh nafsu dan gairah. Gusti juga semakin memberi hentakan lebih cepat.


Mawar tak mampu bicara lagi. Dia terlalu sibuk mendessah. Tubuhnya dan Gusti berguncang bersamaan. Bahkan lama-kelamaan rasa sakit yang dirasakan Mawar kian memudar, hingga akhirnya dia semakin menikmati.


Suara tepukan daging yang bertemu itu di iringi dengan erangan menggila dari Mawar. Dia kini bukanlah seorang gadis lagi.


Tubuh Mawar mengejang hebat saat menggapai puncaknya. Dia juga mengaungkan lenguhan paling lantang ketika itu terjadi.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Gusti menyusul untuk merasakan kepuasan. Selanjutnya, dia buru-buru melepaskan penyatuan dan tumbang ke sebelah Mawar. Sekarang keduanya sibuk mengontrol nafas yang ngos-ngosan.


"Sekarang aku tahu kenapa cewek SMA itu menggodamu," celetuk Mawar.


"Kenapa?" Gusti menuntut jawaban.


"Karena rasanya enak." Mawar menatap Gusti. Dia dan Gusti masih dalam keadaan tanpa busana.


Gusti tertawa kecil. Dia menanggapi, "Bukankah awalnya terasa sakit?"


"Hanya awalnya," sahut Mawar. Dia merebahkan kepala ke pundak Gusti, memeluk lelaki tersebut dari samping.


"Aku pikir kau ingin melakukan ini saat sudah menikah," imbuh Gusti.


"Tadinya aku berencana begitu. Tapi pekerjaan rahasiamu itu membuatku tak bisa menunggu. Aku tidak rela para wanita yang membayarmu itu dengan mudahnya menikmatimu. Sementara aku pacarmu tidak," ujar Mawar panjang lebar.


"Tunggu dulu. Pacar kau bilang?" tanggap Gusti, sengaja menggoda Mawar. Cewek tersebut lantas cemberut.


"Jadi kau tidak menganggap kita--"


"Astaga... Kau serius sekali. Aku hanya bercanda," potong Gusti seraya mengusap puncak kepala Mawar.


Bersamaan dengan itu, bel pintu berbunyi. Mawar dan Gusti pun bergegas mengenakan pakaian.

__ADS_1


Mawar memilih pergi ke kamar mandi. Sedangkan Gusti pergi untuk membukakan pintu. Lelaki itu menemukan Elang datang bertamu.


"Gus! Ada yang ingin kubicarakan!" seru Elang.


__ADS_2