
Ciuman bibir Gusti dan Widy kian intens. Tangan keduanya juga saling meraba tubuh satu sama lain.
Widy mengapit pangkuan Gusti dengan pahanya. Dia bernafas menderu-deru.
"Eumph..." Widy melenguh nikmat karena merasakan sensasi kupu-kupu beterbangan di perut beberapa kali. Entah kenapa rasanya sangat berbeda dibanding biasanya. Obat terlarang yang bersemayam di tubuhnya sepertinya menjadi salah satu alasan utama.
Hal serupa juga dirasakan Gusti. Bagian tubuh dari balik resletingnya terasa sesak sejak tadi. Itu aktif lebih cepat dari biasanya.
Widy melepas tautan bibirnya dari mulut Gusti sejenak. Dia dan lelaki tersebut saling menatap sambil mengatur nafas masing-masing.
"Ini salah!" ucap Widy sembari menggeleng. Meskipun begitu, dia tak bisa memutuskan tatapannya dari Gusti. Widy bahkan menenggak salivanya sendiri karena berusaha menahan diri.
"Kau mungkin bisa menahannya. Tapi aku nggak!" kata Gusti dengan tatapan penuh nafsu. Dia memegangi tengkuk Widy dan melanjutkan kembali ciuman bibir menjadi lebih panas dari sebelumnya.
Gusti gendong Widy untuk pindah ke meja yang ada di pojok. Meja kayu itu berbentuk seperti meja kerja. Ukurannya cukup besar. Di atasnya tampak ada beberapa gelas dan botol bir.
Gusti dudukkan Widy ke atas meja. Sejak tadi mereka tak berhenti berciuman. Lidah keduanya saling bergulat liar dalam perpaduan mulut.
__ADS_1
Widy yang tadi hendak menahan diri, akhirnya meruntuhkan pertahanan. Ia tak bisa menolak gelora sentuhan Gusti. Apalagi ketika mulut lelaki tersebut sudah menjalar ke leher dan dada.
Buru-buru Gusti buka baju Widy, lalu dilanjutkan dengan bra cewek itu. Setelahnya, Gusti kembali bermain mulut dan lidah ke permukaan kulit Widy. Sambil melakukan hal tersebut, tangan Gusti kembali bermain nakal untuk melucuti celana di balik rok Widy.
"Akh!" Widy reflek mengerang ketika tangan Gusti sudah menjamah di bawah sana.
Kegiatan intim yang semakin panas, membuktikan kalau Gusti dan Widy sudah tak mempedulikan apapun. Termasuk Elang yang masih berada di ruangan tempat mereka melakukannya.
Tak ingin kalah, Widy membuka baju Gusti. Dia meraba tubuh lelaki itu dengan tangan lentiknya.
"Ah..." Gusti melenguh pelan, terutama saat tangan Widy menyentuh alat vitalnya.
Gusti yang mengerti, menurunkan celananya sampai ke lutut. Setelah itu, dia dan Widy bergegas melakukan penyatuan. Mereka melakukannya dengan tergesa-gesa, seolah sedang dikejar waktu.
Lenguhan Gusti dan Widy saling sahut-menyahut saat penyatuan dilakukan. Obat terlarang yang mengendalikan keduanya, membuat kegiatan intim terasa lebih nikmat dua kali lipat.
Gusti yang jarang mengerang, bahkan mengerang dengan nyaring. Pinggulnya dan Widy seolah menari agar bisa terus merasakan kenikmatan satu sama lain.
__ADS_1
Malam itu, Gusti dan Widy benar-benar lupa diri. Mereka bahkan melakukannya lebih dari sekali. Selain membangkitkan gairah, obat terlarang yang mereka konsumsi ternyata memberikan kekuatan tidak biasa. Terlebih khusus untuk pria.
Parahnya Gusti dan Widy sesekali menenggak alkohol sambil bersenggama. Hingga di akhir, mereka berakhir tumbang seperti Elang.
Ketika waktu menunjukkan jam 4 subuh, Elang menjadi orang pertama yang sadar. Kepalanya terasa pusing sekali.
Saat Elang melihat sekitar, semuanya tampak berantakan sekali. Atensi dia segera tertuju ke arah Gusti dan Widy yang telentang sambil saling berpelukan. Teman dan kekasihnya itu juga terlihat berantakan. Keduanya tidak telentang di sofa, melainkan di lantai dekat meja.
Elang berdiri, lalu berjalan menghampiri tempat Gusti dan Widy berada. Dia memperhatikan dua orang itu. Gusti tampak bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana boxer. Sementara Widy terlihat hanya mengenakan baju atasan saja.
Seingat Elang, baju yang dikenakan Widy adalah milik Gusti. Untuk memastikan, akhirnya Elang singkap baju yang membalut tubuh Widy. Ternyata cewek itu tidak mengenakan apapun dari balik baju tersebut. Dari sana Elang dapat menyimpulkan apa yang sudah dilakukan pacarnya dan Gusti.
"Sialan!" umpat Elang. Untuk pertama kalinya, Elang merasa dikalahkan oleh Gusti. Bukti jadi semakin kuat saat dia melihat pakaian Gusti dan Widy berhamburan di sekitar meja.
..._____...
*Btw guys, sebentar lagi novel ini akan tamat ya. Karena konflik utamanya makin dekat. Nanti setelah ini tamat, bakalan ada novelnya Elang. Ditunggu upnya ya... Mungkin bisa rilis di awal bulan atau pertengahan november. Oh iya, aku juga mau kasih tahu kalau nanti aku tiba-tiba nggak up dalam beberapa hari, itu artinya aku sedang lahiran. Hehe... Soalnya author lagi hamil besar, mohon dimaklumi dan doanya juga ya... 😁
__ADS_1
Ini dia guys cover novel Elang udah kubuat. Kujamin ceritanya bakal lebih seru dan greget.