Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 57 - Kedatangan Alena


__ADS_3

Pupil mata Gusti membesar. Dia sedikit kaget saat mendengar Mawar bertanya tentang pacar.


"Pacar? Enggak. Kenapa kau tiba-tiba menanyakan itu?" ujar Gusti.


"Enggak apa-apa. Cuman tanya doang." Mawar lekas menggeleng.


Gusti mengangkat bahunya bersamaan. Dia mencoba memaklumi Mawar. Tak lama kemudian, ponselnya bergetar. Gusti mendapat panggilan dari Rilly. Buru-buru dirinya mengangkat panggilan sambil beranjak dari meja makan.


Karena penasaran, Mawar mengikuti Gusti. Dia mencoba menguping pembicaraan lelaki itu.


"Aku mendengar apa yang terjadi tadi malam," ucap Rilly dari seberang telepon.


"Ya, tadi malam benar-benar kacau. Untung saja aku tidak tertangkap," tanggap Gusti.


"Tidak, Sayang. Aku tidak membicarakan itu. Aku membahas tentang apa yang kau lakukan dengan Alisha dan dua temannya."


"Ah, itu. Aku ingin sekali menghapus ingatan itu dari kepalaku." Gusti merasa kotor setiap kali dirinya mengingat kejadian bersama Alisha dan kawan-kawan.


"Alisha baru saja meneleponku dan dia memiliki pendapat berbeda denganmu. Karena kejadian itu, Alisha sangat menyukaimu. Dia ingin jasamu lagi nanti."


"Hanya dia kan?" Gusti memastikan.

__ADS_1


"Iya. Kenapa? Apa kau ingin bermain dengan Alisha dan teman-temannya lagi?" goda Rilly.


"Tentu saja tidak! Aku tak akan mengulanginya lagi! Ya sudah, nanti beritahu saja kapan aku bisa bertemu Alisha." Gusti yang merasa malu, segera merubah topik pembicaraan.


"Oh iya, aku baru mengetahui kalau ada salah satu pelangganmu yang masih SMA. Kenapa kau tidak mengadukannya padaku?" timpal Rilly. Membicarakan anak SMA bernama Alena. Gadis yang memaksa ingin diambil keperawanannya oleh Gusti.


"Maaf. Aku lupa mengatakannya," kata Gusti.


"Lain kali kau harus memberitahuku. Bahaya kalau kita ketahuan berurusan dengan anak di bawah umur." Rilly memperingatkan Gusti. Setelah bicara begitu, dia mematikan panggilan telepon.


Sambil berdecak kesal, Gusti menyimpan ponsel ke saku celana. Mawar yang sejak tadi menguping, buru-buru kembali ke meja makan. Gadis tersebut bersikap seolah tidak ada yang terjadi.


"Dari teman kerja," jawab Gusti.


"Kayaknya rahasia banget omongannya," sindir Mawar.


"Emang. Terus kenapa? Penasaran ya?" balas Gusti sambil tersenyum mengejek.


"Ish! Kau itu kadang emang menyebalkan!" cibir Mawar. "Aku pergi sekarang! Aku harus kerja," ucapnya sembari memasang tas dan berdiri.


"Kerja? Ini hari pertamamu kerja kan?" tebak Gusti yang baru saja ingat.

__ADS_1


"Akhirnya kau ingat." Mawar memberengut. Kedatangan dia yang sebenarnya ke tempat Gusti adalah untuk mengingatkan itu.


Gusti menepuk jidatnya sendiri. "Maaf. Aku lupa. Ayo! Biar aku antar," tawarnya sembari berdiri.


"Gimana mau ngantar? Motormu kan sudah nggak ada," imbuh Mawar.


Tanpa diduga, terdengar suara bel pintu. Mawar sontak mengerutkan dahi. Meskipun begitu, dia berinisiatif membukakan pintu untuk Gusti.


Pintu lantas dibuka oleh Mawar. Dia melihat ada seorang cewek dengan seragam SMA. Cewek itu tidak lain adalah Alena. Entah bagaimana caranya Alena bisa menemukan tempat tinggal Gusti.


"Siapa kau?" timpal Mawar. Dahinya berkerut heran sambil memandangi Alena dengan tatapan sinis.


Sama seperti Mawar, Alena juga melayangkan tatapan tidak suka. Dia mengira Mawar adalah perempuan spesial Gusti. Mengingat gadis tersebut berada di apartemen yang sama dengan Gusti.


"Aku kenalannya Kak Gusti. Lalu kau siapa? Bukan pacarnya kan?" cecar Alena. Belum saling mengenal satu sama lain, suasana sudah terasa seperti perang.


"Aku adalah--"


"Kau!" ucapan Mawar terpotong saat Gusti mendadak berseru. Lelaki itu kaget sekali menyaksikan kedatangan Alena.


"Kak Gusti!" Alena justru menyapa dengan ceria. Jujur saja, dia sebenarnya sudah jatuh cinta pada Gusti.

__ADS_1


__ADS_2