Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 66 - Bisnis Rahasia Elang


__ADS_3

"Banyak sekali sampai ratusan juta," tanggap Jay.


"Baiklah. Aku akan segera menemuimu!" ujar Elang. Dia mematikan telepon lebih dulu.


Mata Widy memicing penuh selidik. "Kau membicarakan pesanan apa?" tanyanya sambil melipat dua tangan di depan dada.


"Aku tak ingin melibatkanmu dengan ini," sahut Elang. Dia ingin beranjak, namun Widy sigap menghentikannya.


"Beritahu aku!" tegas Widy.


Elang terdiam karena berpikir untuk membuat keputusan. Sementara Widy terus menatapnya karena tak sabar menunggu jawaban.


"El!" Widy mendesak.


"Aku sedang berusaha berhenti bekerja menjadi gigolo. Itu karena aku menemukan cara lain untuk mengumpulkan uang lebih banyak. Aku mengedarkan benda terlarang!" ungkap Elang.


Pupil mata Widy membesar. Dia tentu terkejut mendengar pengakuan sang kekasih. Meskipun begitu, dirinya tidak tampak marah.


"Apa kau bisa mendapatkan uang lebih banyak dengan itu?" tanya Widy.


"Iya. Tapi resikonya lebih berbahaya. Kau tidak marah kan?" tanggap Elang.

__ADS_1


"Aku tidak masalah selama itu menghasilkan uang." Widy menggenggam salah satu tangan Elang. "Ayo kita berhenti dari dunia gelap ini saat sudah mengumpulkan uang yang cukup!" imbuhnya.


"Itulah yang aku impikan sejak dulu." Elang memegang wajah Widy. "Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku," tambahnya.


"Kau tahu aku yang bersikeras datang padamu. Aku tidak akan meninggalkanmu." Widy memeluk Elang dengan erat. "Ayo kita beli rumah mewah setelah uangnya terkumpul!" ajaknya yang merasa antusias.


Elang membalas pelukan Widy. Selintas ingatan masa lalunya menghantui. Ia berharap Widy benar-benar akan selalu di sampingnya.


Di sisi lain, Mawar sudah berhenti menangis. Dia sudah tenang. Yang tertinggal sekarang hanyalah rasa malunya karena sudah membuat pernyataan cinta pada Gusti.


"Kau bisa tinggal di sini sesuka hatimu." Gusti merasa gemas. Dia merapikan rambut panjang Mawar agar berhenti menutupi wajah.


"Maaf. Itu pasti karenaku." Gusti merasa bersalah.


"Tidak! Pergi terlambat ke tempat kerja memang keputusanku," bantah Mawar.


Gusti tersenyum karena terenyuh dengan ketulusan Mawar. Menurut dia mungkin gadis itu adalah satu-satunya orang yang mencintainya apa adanya.


"Aku akan membantumu mencari pekerjaan. Kau tenang saja," kata Gusti sembari menggenggam tangan Mawar. Keduanya lantas saling bertukar pandang.


Bertepatan dengan itu, Elang dan Widy muncul. Elang memberitahu akan pergi meninggalkan apartemen.

__ADS_1


Karena Elang pulang, Gusti dan Mawar ikut pamit. Keduanya pulang bersama menggunakan bus umum.


Kala itu keadaan bus penuh dengan penumpang. Gusti dan Mawar terpaksa berdiri karena tidak kebagian tempat duduk.


Gusti sengaja berdiri di belakang Mawar. Dia ingin melindungi gadis tersebut dari penumpang lain, terutama lelaki.


Bus perlahan berjalan. Penumpang bertambah saat bus berhenti di sebuah halte. Gusti terpaksa bergeser lebih dekat ke arah Mawar. Tubuh keduanya otomatis saling berhimpitan.


Jantung Mawar jadi berdebar tidak karuan. Dia sekarang tahu bagaimana sensasi bersentuhan dengan orang yang disuka.


Hal serupa juga dirasakan Gusti. Dari belakang, dia bisa mencium aroma shampo yang dipakai Mawar di rambut.


Waktu seolah berjalan hanya untuk Gusti dan Mawar. Mereka fokus dengan apa yang dirasakan oleh hati masing-masing.


Perlahan Gusti menyentuh tangan Mawar. Sentuhan yang awalnya sedikit, berubah menjadi genggaman. Setelah itu, Gusti elus-elus punggung tangan Mawar.


Gusti mendekatkan mulutnya ke telinga Mawar. Dia menenggak salivanya terlebih dahulu dan berbisik, "Kau harus tahu. Aku sebenarnya juga menyukaimu..."


...____...


*Jangan lupa komen biar othor semangat up bab lagi hari ini ya!

__ADS_1


__ADS_2