Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 58 - Berbohong Pada Mawar


__ADS_3

"Apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana kau tahu rumahku?" timpal Gusti tak percaya. Dia panik saat Mawar ada di sisinya. Gusti tentu tidak mau pekerjaan kotornya diketahui gadis itu.


"Ada deh, Kak. Yang jelas, ada sesuatu hal penting yang ingin kubicarakan," kata Alena.


Kening Mawar mengernyit mendengar perbincangan Gusti dan Alena. Dia segera menatap selidik ke arah Gusti.


"Dia siapa?" tukas Mawar.


"Hanya kenalanku. Kau sebaiknya pergi," ucap Gusti.


"Bukankah tadi kau ingin mengantarku?" tanggap Mawar tak terima.


"Aku--"


"Kak Gusti antar saja dia dulu. Aku akan menunggu," potong Alena sembari melirik Gusti. Dia tersenyum manis. Menampakkan lesung pipit di pipinya.


Mawar terperangah mendengar ucapan Alena. Apalagi ketika gadis itu masuk ke apartemen Gusti. Sengaja berjalan melingus melewati Mawar.


"Hei! Apa kau tidak di ajari sopan santun di sekolah?!" tegur Mawar.


"Aku akan mengurusnya. Tunggu sebentar," ujar Gusti yang berusaha menenangkan Mawar. Dia segera mengejar Alena yang sudah masuk ke dalam apartemen.


Mawar yang penasaran, tak perlu berpikir panjang untuk ikut menyusul. Langkahnya terhenti saat melihat Alena memeluk Gusti.


"Nyamannya," ungkap Alena.

__ADS_1


Gusti membulatkan mata. Dia bergegas melepas pelukan Alena. "Kau ini kenapa?!" timpalnya dengan nada berbisik.


"Aku kangen. Semenjak pertemuan kita kemarin, aku nggak pernah berhenti mikirin Kakak," tutur Alena.


"Kau pasti gila! Kau itu masih sekolah. Lebih baik kau fokus dengan sekolahmu!" kata Gusti.


"Oke. Aku akan fokus sekolah. Tapi aku pengen kau jadi mentor belajarku. Aku dengar kau mahasiswa berprestasi di kampusmu," tanggap Alena tenang.


"Apa?!" Gusti mengerutkan dahi. Dia semakin heran dengan Alena yang telah mengetahui banyak hal tentang dirinya.


Alena tersenyum miring. Dia lalu berbisik, "Kak Gusti nggak mau kan aku bilang yang sebenarnya pada cewek di depan pintu itu?"


Gusti langsung menoleh ke arah Mawar. Gadis itu sejak tadi memperhatikannya dan Alena dari ambang pintu.


"Dia siapa sih, Kak? Pacarmu ya? Gayanya kampungan sekali," kata Alena blak-blakkan.


Gusti mendengus kasar. Dia sepertinya tak bisa mengusir Alena begitu saja. Mengingat anak remaja tersebut mengetahui rahasia besarnya.


"Ya sudah! Kau tunggulah di sini! Aku akan pergi mengantarnya pergi dulu," ujar Gusti sembari beranjak dengan wajah cemberut.


"Siap, Kak!" Alena melambai dengan dua tangan. Dia segera duduk ke sofa.


Sementara Gusti, membawa Mawar keluar dari apartemen.


"Gus! Kenapa kau biarkan dia di tempatmu? Apa kau mempercayainya?!" tanya Mawar seraya berusaha mengiringi langkah cepat Gusti. Lelaki itu menyeretnya ke dalam lift.

__ADS_1


"Kau tenang saja. Dia hanya anak SMA yang membayarku untuk mengajar," kilah Gusti.


"Benarkah? Tapi sepertinya hubungan kalian tidak seperti pengajar dan murid?" Mawar menyelidik.


"Kita harus cepat! Kau tidak mau dipecat dihari pertamamu bekerja kan?" Gusti sengaja merubah topik pembicaraan. Bersamaan dengan itu, pintu lift terbuka. Gusti langsung membawa Mawar keluar dan memanggil sebuah taksi.


"Sebutkan saja alamat tempat kau bekerja. Sopirnya akan mengantarmu ke sana!" kata Gusti sambil membukakan pintu taksi. Dia segera mendorong Laras untuk masuk.


"Aku kira kau akan mengantarku ke tempat kerja!" protes Mawar.


"Aku harus mengurus Alena! Soalnya dua jam lagi aku harus kuliah. Jadi jadwalku mengajarinya hanya sedikit. Bila waktunya sedikit, maka bayaranku juga begitu," jelas Gusti asal.


"Tapi--"


"Antarkan temanku ya, Pak!" cetus Gusti pada sang sopir. Memangkas ucapan Mawar.


Taksi lantas mulai berjalan. Saat itulah Mawar dibuat semakin gelisah. Dia merasa ada yang aneh dengan Gusti dan Alena.


Mawar menatap keluar jendela. Hatinya semakin berat ketika melihat Gusti melangkah kembali ke apartemen.


"Berhenti, Pak!" seru Mawar.


"Apa? Tapi kita baru saja jalan?" sahut sopir taksi.


"Pokoknya berhenti! Aku tidak jadi pergi!" tegas Mawar.

__ADS_1


__ADS_2