Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 48 - Bertengkar


__ADS_3

Gusti keluar dari mobil. "Tapi, El. Sekarang aku lagi nggak bisa. Kejadian di villa tadi bikin aku lelah," ujar Gusti yang mengira kalau Elang mengajaknya bertemu klien.


"Emang kau pikir aku mau melakukan apa? Kita cuman duduk aja kok di sana. Kau bisa minum dan makan kalau mau," tanggap Elang seraya merangkul Gusti. Dia segera mengajak temannya itu masuk ke klub malam.


Dari belakang, Widy masih mengikuti. Dia juga ikut masuk ke klub malam.


Saat sudah di dalam klub, Widy mengamati Elang dan Gusti dari kejauhan. Kedua lelaki itu memasuki sebuah ruangan VIP. Widy jadi tidak bisa memperhatikan mereka lagi.


"Mereka ngapain? Apa jangan-jangan selama ini Gusti dan Elang pacaran?" gumam Widy menduga. Dia sampai berpikiran sejauh itu.


Tak lama kemudian, tiga orang perempuan cantik dengan pakaian glamor, berjalan melewati Widy. Mereka masuk ke ruangan yang sama dengan Gusti dan Elang.


Pupil mata Widy membesar. Terlebih dia merasa mengenal salah satu wanita yang lewat tadi. Dia adalah Alisha, selebgram yang namanya sedang naik daun.


"Bukankah dia selebgram yang pamor itu?" gumam Widy sambil membekap mulutnya sendiri.


"Elang!" seru Widy. Dia lalu berlari memasuki ruang VIP dimana Elang dan Gusti berada.


Ketika menbuka pintu, Widy langsung menjadi pusat perhatian semua orang. Elang dan Gusti terkejut menyaksikan kehadiran cewek itu.

__ADS_1


"Widy!" Elang dan Gusti memanggil Widy bersamaan. Keduanya panik dengan cara yang berbeda.


"Ada apa ini? Apa kalian kenal sama cewek ini?" cetus Alisha yang merasa terganggu dengan kedatangan Widy.


"Dia teman kami!" sahut Gusti.


"Sebaiknya kau urus dulu dia sebelum berurusan denganku," suruh Alisha seraya memasang raut wajah sinis.


"Sebentar. Aku akan bicara dengannya. Gus! Kau di sini saja," ujar Elang. Dia segera menghampiri Widy. Akan tetapi langkahnya langsung dihentikan Gusti.


"Biar aku yang bicara sama Widy! Lagi pula orang yang berurusan di sini adalah kau, bukan aku!" tukas Gusti dengan dahi yang berkerut dalam.


"Karena dia pacarmu? Begitu?" balas Gusti yang merasa sebal dengan pernyataan Elang. Entah kenapa dia merasa Elang selaku berlagak lebih hebat darinya, dan Gusti benci itu. Kedua lelaki tersebut lantas cekcok.


"Gus! Kau sebaiknya jangan mencari masalah denganku!" ancam Elang.


Gusti mengabaikan ancaman Elang. Dia berjalan menghampiri Widy tanpa persetujuan lelaki berambut cepak itu.


Namun Elang tak membiarkan. Ia menarik kerah baju Gusti.

__ADS_1


"Menarik sekali," komentar Alisha. Dia dan dua temannya menikmati pertengkaran yang terjadi di antara Gusti dan Elang.


Sementara Widy, dia bergegas menghentikan perselisihan yang terjadi. Tetapi Alisha lebih dulu menghentikan dan merangkulnya.


"Kau pasti sangat istimewa bagi mereka," ucap Alisha.


"Ya. Itu karena aku teman mereka," tanggap Widy. Saat itulah dia terpikir untuk mencari tahu apa yang dilakukan Elang dan Gusti di sini.


"Boleh aku tahu apa yang kau lakukan dengan Elang dan Gusti di sini?" selidik Widy.


"Kau tidak tahu?" Alisha justru berbalik tanya. Dia terkekeh. Percakapannya terhenti ketika Gusti tiba-tiba mendorong Elang sampai terjatuh. Gusti berusaha tangguh karena Elang mencengkeram kerah bajunya dengan erat.


"Gusti! Apa yang kau lakukan?!" timpal Widy. Dia langsung membantu Elang.


"Kau harusnya berterima kasih padaku, Gus!" ujar Elang.


Gusti mendengus kasar. Melihat bagaimana Widy memperdulikan Elang, dia akhirnya memilih mengalah.


"Ya sudah! Kalian sebaiknya keluar dan bicara berdua!" perintah Gusti. Dia mengambil sebotol miras dan langsung meminumnya. Kejadian hari ini membuatnya gila.

__ADS_1


__ADS_2