Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 68 - Mawar Ingin Juga


__ADS_3

"Kau benar-benar menerimaku?" Gusti memastikan sekali lagi. Dia memegangi wajah Mawar. Wajah mereka kini begitu dekat. Mawar dibuat gugup dengan keadaan tersebut.


"Iya..." Mawar mengangguk dengan kikuk. Wajah tampan Gusti tak pernah gagal membuat jantungnya berdegup kencang. Kesalahan lelaki itu seakan sirna oleh keindahan tersebut.


Gusti dan Mawar terpaku menatap satu sama lain. Gusti sebenarnya ingin mencium Mawar, namun takut kalau gadis itu akan marah. Alhasil dia memilih untuk memberikan pelukan saja.


Walau sudah sering menggauli banyak wanita, tetapi Gusti tahu diri bagaimana menjaga gadis yang dia cintai.


Mawar membalas dekapan Gusti. Atensinya tak sengaja tertuju ke sofa. Ingatan tentang bagaimana Gusti bermesraan dengan Alena kembali terlintas.


"Tapi, Gus!" Mawar melepas pelukannya.


"Kenapa?" tanya Gusti.


"Ingatan tentang apa yang kau lakukan di sofa bersama cewek SMA itu selalu menghantuiku!" ungkap Mawar.


"Lalu kau ingin aku bagaimana?" tanggap Gusti.

__ADS_1


Mawar menenggak salivanya sendiri. "Apa rasanya enak? Kau dan cewek itu terlihat sangat menikmati," ujarnya.


Mata Gusti terbelalak. Dia tak menyangka Mawar akan bertanya begitu.


"Entahlah. Aku tidak tahu bagaimana harus menjelaskan." Gusti tiba-tiba merasa malu.


"Apa kau tidak berminat melakukannya denganku?" tukas Mawar.


Mata Gusti membulat sempurna sekali lagi. Terlebih Mawar terkesan sangat serius.


"War, aku tidak bisa. Itu karena--"


"Aku tidak bisa karena bagiku kau berbeda dari para wanita yang membayarku!" tegas Gusti.


"Tapi aku rasa satu-satunya cara agar aku bisa melupakan bayangan kau bercinta dengan cewek itu adalah, dengan cara melakukannya juga," sahut Mawar.


"Kau tidak akan perawan lagi jika aku melakukannya. Itu juga akan terasa sakit untuk kau yang belum pernah merasakannya."

__ADS_1


"Kita saling mencintai kan? Aku begini karena mempercayaimu. Aku rasa ini lebih baik dari pada kembali pulang dan merelakanmu terus bersama banyak wanita." Mawar berjalan dan berhenti ke hadapan Gusti. "Ajari aku bagaimana cara memulainya."


Meski terkesan seperti menantang, sebenarnya Mawar sangat gugup. Rasa cinta, cemburu, dan keegoisan mengharuskannya nekat berbuat begitu.


"Apa kita harus melepas seluruh pakaian lebih dulu?" tanya Mawar.


"Mawar..." Gusti tidak bisa berkata-kata. Apalagi saat Mawar mulai melepas kancing bajunya satu per satu.


"Kau yakin ingin melakukan ini?" kali ini Gusti yang bertanya.


Mawar mengangguk tanpa harus berpikir lama. Dia sudah melepas baju atasannya. Hingga kini tampilannya hanya dalam keadaan mengenakan bra dan rok selutut.


Gusti ingin menghentikan Mawar. Akan tetapi penampilan gadis itu sekarang sangat menggoda.


"Aku akan memulainya dengan lembut," ujar Gusti sembari memegangi tengkuk Mawar. Ia segera memagut bibir gadis itu.


Seketika Mawar merasakan gelitikan aneh diperutnya. Itu terus terjadi saat Gusti memberikan pagutan lembut. Anehnya Mawar merasa sentuhan yang diberikan Gusti terasa candu.

__ADS_1


Alhasil Mawar berpegangan ke pinggul Gusti. Dia perlahan membalas pergerakan bibir lelaki itu.


Gusti berhenti sejenak. "Ini ciuman terbaik yang pernah kulakukan," ungkapnya sambil tersenyum. Dia menekan bibir bawah Mawar, sengaja membuka lebih lebar mulut gadis tersebut. Dengan begitu, Gusti dapat memberikan ciuman lebih intens. Ia merasakan sensasi yang sangat berbeda saat berciuman dengan Mawar. Nafsu yang dirinya rasakan juga mengalir lebih cepat. Mengingat Mawar adalah gadis yang disukainya.


__ADS_2