Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 44 - Burung Jalak


__ADS_3

Setelah satu hari berlalu, Mawar akhirnya melakukan pindahan. Mengingat baru saja datang ke kota, dia tidak punya banyak barang. Hanya koper yang berisi pakaiannya.


Mawar sekarang sedang berkemas. Dia juga mencatat barang-barang kebutuhan yang perlu dibeli.


Bersamaan dengan itu, ketukan pintu terdengar. Mawar segera membuka pintu. Ternyata orang yang datang adalah Gusti. Lelaki tersebut membelikan Mawar barang-barang kebutuhan.


"Gusti! Apa ini?" Mawar menuntut penjelasan.


"Tentu saja untukmu," sahut Gusti sembari mengarahkan lelaki yang mengangkutkan barang untuknya. Dia membelikan kompor, lemari, dan meja untuk Mawar.


"Ya ampun. Kau tidak perlu melakukan ini. Kau harus menyimpan uangmu untuk dirimu sendiri," ujar Mawar.


"Anggap saja ini hadiah. Kalau tidak mau lagi, nanti bayar saja sama uang dari gaji pertamamu," tanggap Gusti. Dia mengusap puncak kepala Mawar. "Ya sudah. Aku harus pergi sekarang," sambungnya yang langsung beranjak pergi.


Mawar hanya terkesima. Perhatian Gusti membuatnya tak bisa berkata-kata. Bahkan ucapan terima kasih sekali pun.


...***...


Kini Gusti dalam perjalanan menuju villa. Dia pergi menemui wanita bernama Luna yang akan membayarnya 300 juta dalam satu malam.

__ADS_1


"300 juta? Aku akan membeli apa ya?" gumam Gusti sambil mengendarai motornya. Dia hanya perlu waktu satu jam untuk sampai ke villa. Gusti langsung menekan bel pintu.


Seorang wanita membukakan pintu. Dia tersenyum simpul saat melihat Gusti.


Gusti sempat terpaku melihat wanita itu. Bagaimana tidak? Luna sangat cantik. Lekuk tubuhnya sempurna bak gitar Spanyol. Apalagi dia sengaja mengenakan pakaian seksi agar bisa memperlihatkan badan indahnya itu.


"Kau akhirnya tiba," ujar Luna.


"Apa kau sudah lama menunggu?" tanya Gusti.


"Tidak juga. Tapi perasaan tidak sabarku lah yang membuat waktu terasa lama. Masuklah!" Luna membuka pintu lebih lebar.


Gusti lantas melangkah masuk ke villa. Di iringi oleh Luna setelahnya.


"Untuk apa? Aku bisa menyimpannya sendiri," sahut Gusti.


"Aku takut nanti kau lupa. Soalnya pemuda sebelumnya begitu. Aku tidak ingin itu terjadi lagi," jelas Luna. Memberi alasan.


"Baiklah kalau begitu." Gusti mau-mau saja. Dia segera memberikan kunci motornya pada Luna.

__ADS_1


"Aku gantung di sini ya," kata Luna seraya menggatung kunci motor Gusti ke pengait yang ada di dinding.


"Apa kita akan langsung melakukannya?" tanya Gusti.


"Ikuti aku!" Luna berjalan memasuki kamar. Di sana dia melepas bajunya. Sampai hanya menyisakan bra dan rok mininya.


Gusti segera masuk ke kamar. Perlahan pintu ditutup olehnya.


"Bersikaplah dengan ganas. Aku menyukainya!" ungkap Luna.


Gusti tersenyum miring. Lalu segera mencium bibir Luna. Mereka berciuman dengan panas.


Kedua tangan Gusti bergerak liar menyentuh badan Luna yang molek itu. Apa yang dilakukannya sukses membuat Luna melenguh.


Gusti melepaskan bajunya sebentar. Dia menjatuhkan Luna ke ranjang dan memposisikan diri ke atas badan wanita itu.


"Akh! Yes..." erang Luna yang membiarkan Gusti membuka branya. Lelaki tersebut langsung mencumbu buah dada Luna secara bergantian.


"Ya begitu. Hisaplah dengan kuat!" suruh Luna yang sudah keranjingan gairah.

__ADS_1


Nafas Gusti sudah tersengal-sengal karena merasa terangsang juga. Dia bergegas melepas rok dan celana yang masih dikenakan Luna.


"Arrghhh!!! Edan!" Bukannya bergairah, Gusti justru kaget bukan kepalang. Bagaimana tidak? Dia tidak melihat organ intim wanita di dalam diri Luna, melainkan alat vital yang juga dimilikinya. Alias burung jalak!


__ADS_2