Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 45 - Luna Sebenarnya


__ADS_3

Gusti langsung menjauh dari ranjang. Untung saja dia belum lepas celana.


"Kenapa kau kaget begitu? Apa itu masalah besar, hah?!" timpal Luna yang merasa tersinggung.


"Maaf! Tapi aku tidak berminat padamu jika kenyataannya kau bukan wanita!" sahut Gusti sembari meraih bajunya yang tergeletak di lantai. Dia buru-buru memakai baju tersebut.


"Kau mau kemana?! Kenapa malah memakai baju! Harusnya kau melepasnya!" geram Luna.


"Aku harus pergi!" Gusti keluar dari kamar Luna. Dia hanya ingin cepat-cepat pergi dari villa.


"Tidak boleh! Kau tidak boleh pergi sebelum melakukan pekerjaanmu!!!" pekik Luna. Dia segera mengejar Gusti.


Gusti langsung berlari ke pintu depan. Namun dia terpaksa kembali saat mengingat kuncinya tidak ada di kantong. Gusti ingat betul kalau Luna menggantung kuncinya ke pengait dinding. Ia lantas menghampiri ke lokasi kunci motornya berada.


Langkah Gusti terhenti tatkala menyaksikan Luna sudah mengambil kunci motor lebih dulu.


"Mau mengambil ini? Maka kau harus melanjutkan yang tadi ke ranjang." Luna tersenyum nakal. Ia terlihat hanya mengenakan bra dan celana pendek.

__ADS_1


"Dasan banci edan!" tukas Gusti. Dia memilih melarikan diri dibanding harus menyerahkan diri pada lelaki berpenampilan feminin itu.


"Sialannn!!!" Luna marah. Dia menunjukkan wajah sangarnya. Sikap femininnya seketika hilang.


Gusti yang melihat Luna mendekat, bergegas membuka pintu. Akan tetapi pintunya terkunci.


"Kau tidak bisa membukanya. Kunci pintu juga ada di tanganku!" ungkap Luna.


Mata Gusti membulat sempurna. Dia tidak menyangka dirinya akan berurusan dengan psikopat.


"Hahaha! Kau bodoh sekali, Sayang. Kalau polisi tahu tentangku, maka dia otomatis akan tahu tentangmu. Bayangkan saja kalau orang tuamu tahu mengenai pekerjaan kotormu ini," balas Luna. Dia yang tadinya ramah, berubah menjadi sosok mengerikan. Luna hanya menginginkan Gusti sekarang. Ia berjalan kian mendekat.


"Sekarang kita kembali pada urusan ranjang. Apa perlu aku menaikkan bayaran agar kau mau bercinta denganku?!" tukas Luna.


"Ini bukan masalah uang! Tapi prinsip! Aku tidak akan melakukan pekerjaanku jika tidak merasa bergairah!" tanggap Gusti dalam posisi waspada.


"Bukankah kau tadi sempat bergairah padaku?!" Mata Lina menyalang.

__ADS_1


"Ya! Tepat sebelum aku tahu kalau kita sama-sama punya burung! Sekarang, biarkan aku pergi. Berikan aku kuncinya," pinta Gusti sembari mengulurkan tangan. Berharap Luna memberikan kunci yang di inginkannya.


"Tidak semudah itu. Kau sudah membuatku kesal sekarang. Lebih baik kau menurut saja. Bukankah kau memerlukan uang? Aku bisa memberimu uang yang banyak." Luna kian mendekati Gusti.


"Menjauhlah!" ujar Gusti yang terpojok ke depan pintu.


Luna tersenyum licik. Saat sudah di hadapan Gusti, dia langsung memegang alat vital pemuda tersebut.


"Hei!" Gusti yang tidak suka, langsung mendorong Luna. Lalu dilanjutkan dengan menendang alat vital Luna.


"Arrrghhh!!!" Luna reflek mengerang kesakitan. Suara yang tadinya sangat wanita, berubah menjadi suara khodam.


Gusti memanfaatkan kesempatan untuk mengambil kunci dari tangan Luna. Tetapi tidak berhasil, karena Luna masih bisa melakukan pertahanan. Orang itu malah memegangi tangan Gusti dengan kuat.


Gusti dan Luna jadi adu kekuatan. Anehnya tenaga Luna lebih mendominasi. Karena kuku-kuku panjangnya, dia mampu merobek baju Gusti.


Akibat merasa hampir kalah, Gusti memilih melepaskan Luna. Dia berlari mencari pintu lain untuk keluar dari villa.

__ADS_1


__ADS_2