Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 69 - Tugas Berat Elang


__ADS_3

Mawar membulatkan mata saat bisa merasakan pergerakan bibir dan lidah Gusti. Meskipun begitu, dia mencoba ikut bermain. Hingga akhirnya sensasi kupu-kupu beterbangan di perut bisa dirasakan Mawar lagi.


Suara decapan lidah yang beradu memecah kesunyian. Gusti dan Mawar sesekali memiringkan kepala agar bisa lebih leluasa berciuman.


Nafas Mawar jadi menderu karena aktifitas intim yang ada. Jantungnya juga tak berhenti bergemuruh.


Perlahan Gusti melepas tautan bibirnya dari Mawar sejenak. "Bagaimana? Kau merasa tidak nyaman?" tanyanya.


Gusti tentu tahu kalau sekarang adalah pengalaman pertama Mawar. Dia takut apa yang dirinya lakukan membuat gadis itu tidak nyaman.


Mawar langsung menggeleng. Dia menatap lekat Gusti. Gigi atasnya menggigit bibir bawah. "Anehnya itu membuatku merasa lebih baik," ungkapnya.


"Jadi kau ingin aku terus lanjut?" Gusti memastikan.


Mawar pun menganggukkan kepala. Dia antusias sekaligus gugup menunggu apa yang terjadi selanjutnya.


Gusti tersenyum dan menuntun Mawar masuk ke kamar. Di sana lelaki itu melepas pakaian sampai hanya menyisakan celana pendek berwarna hitam.


Mawar terkesiap menyaksikan penampilan Gusti. Wajahnya memerah bak tomat matang. Walau sudah beberapa kali melihat Gusti bertelanjang dada, dia masih saja merasa salah tingkah. Bahkan dalam keadaan dirinya yang hanya mengenakan bra.

__ADS_1


"A-aku akan melepas punyaku juga," imbuh Mawar. Pertama-tama dia melepaskan rok selutut, lalu dilanjutkan dengan bra. Kini terpampang sudah buah kembar Mawar yang tampak berukuran sedang.


Gusti segera mendekat. Dia berdiri saling berhadapan dengan Mawar.


"Aku akan menyentuhmu," kata Gusti. Dia sangat berhati-hati karena tidak mau menyakiti Mawar. Gadis tersebut lantas mengangguk.


Gusti memegangi pinggang kecil Mawar. Ia mengarahkan gadis itu duduk ke tepi ranjang. Selanjutnya, Gusti kecup leher Mawar hingga dada secara perlahan.


Mawar reflek mendongakkan kepala. Pasrah dengan apa yang dilakukan Gusti terhadapnya. Darah disekujur badannya berdesir tak karuan.


"Ahh..." Mawar melenguh ketika tangan Gusti bermain di bawah sana. Dia perlahan merasakan kenikmatan surga dunia yang belum pernah dirinya rasakan sebelumnya.


Secara alami, Mawar mencengkeram rambut Gusti. Ia telentang ke ranjang dan membiarkan lelaki tersebut menindih badannya.


Gusti membuka kedua kaki Mawar. Dia kini memainkan lidah di antara dua kaki itu.


"Akh... Gus... Enak..." rintih Mawar sambil menggeliatkan tubuh tidak karuan. Matanya sesekali akan memejam ketika kenikmatan itu menjalar di badannya.


Gusti tak mau Mawar kesakitan. Jadi dia akan membuat gadis itu kebanjiran terlebih dahulu.

__ADS_1


...***...


Elang menghentikan mobil di depan sebuah hotel. Dia akan bertemu dengan rekan-rekanya di kamar yang sudah dipesan.


Setibanya di kamar bernomor 303, Elang dipersilahkan masuk. Sesosok lelaki bernama Jay membukakan pintu untuknya.


"Kau datang tepat waktu," ujar Jay.


Elang lantas masuk ke kamar. Dia melihat ada banyak kardus di sana.


"Apa semua kardus ini berisi barang-barangnya?" tanya Elang.


"Tentu saja. Semuanya sudah siap," sahut Jay. "Dan itu barang yang harus kau bawa ke pesta nanti," sambungnya sambil menunjuk salah satu kardus.


"Itu yang paling besar," ujar Elang setelah melihat kardusnya.


"Benar! Orang kaya itu sengaja memesannya demi pesta. Aku dengar dia adalah pemilik hotel bintang lima terbesar di kota ini. Dia kebetulan juga bergelut di bidang politik. Jadi berhati-hatilah. Kalau ketahuan, kau bisa menjadi kambing hitamnya," jelas Jay panjang lebar.


"Oke. Tapi aku tidak melakukannya sendiri kan?" tanya Elang.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu, Jay malah tergelak. "Enak saja. Itu tugasmu. Tugasku hanya menyiapkan semua barang-barang ini dengan rapi. Berbeda dengan tugasmu sebagai kurir gelap," bantahnya.


Mata Elang sontak terbelalak. Bagaimana dia bisa melakukannya sendiri? Terlebih barang yang akan dibawanya berupa kardus besar seukuran televisi 15 inci.


__ADS_2