Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik

Menjadi Gigolo & Dikelilingi Wanita Cantik
Chapter 50 - Cemburu?


__ADS_3

Elang membawa Widy ke balkon. Di sana keduanya bicara.


"Kenapa kau di sini? Apa kau mengikutiku?" timpal Elang.


"Iya! Aku mengikutimu!" sahut Widy. Dia memicing penuh selidik. "Apa yang kau lakukan, El?" tanyanya.


"Kau sebaiknya pulang sekarang!" Elang mengabaikan pertanyaan Widy.


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku! Katakan padaku! Sebelum aku mengetahuinya sendiri," ujar Widy.


"Kau tahu atau tidak, itu sama sekali bukan masalah bagiku!" balas Elang.


Widy tertunduk. Dia sakit hati dengan perkataan Elang barusan. "Kau sepertinya memang tidak memiliki perasaan apapun padaku," simpulnya.


"Bukankah aku sudah mengatakannya sejak awal? Kau saja yang gatal sekali." Elang menyahut sambil menarik sudut bibirnya ke atas.


"Kau memang kurang ajar!" Widy menatap kesal.


"Kau sudah tahu aku kurang ajar, tapi anehnya kau terus menyerahkan dirimu padaku? Apa kau tahu? Tidak ada lelaki yang bisa menolak saat melihat wanita telanjang di depannya!" ucap Elang panjang lebar.

__ADS_1


Widy mengepalkan tinju di kedua tangan. Karena tidak mau mendengar cibiran Elang, dia memilih pergi begitu saja.


"Pilihan yang bagus! Kau harusnya pergi--" Elang senang Widy memilih pergi, namun perkataannya terjeda saat melihat cewek itu justru masuk ke area klub malam.


Elang mengerutkan dahi. Dia menggeleng dan tak memperdulikan Widy. Elang segera pergi ke ruang VIP dimana Gusti dan tiga kliennya berada.


Mata Elang terbelalak tatkala membuka pintu. Bagaimana tidak? Dia melihat Gusti dan tiga wanita bermain bersama. Mereka tak mengenakan satu helai benang pun. Parahnya, Alisha yang tadinya mengaku tidak tertarik, sudah ikut bergabung.


Buru-buru Elang menutup pintu kembali. "Kau luar biasa Gusti, kau berkembang lebih cepat dibanding aku," imbuhnya.


Karena tidak bisa menemui Alisha sekarang, Elang memutuskan pergi ke area utama klub. Dimana di sana terdapat orang-orang asing yang asyik menari di bawah lampu disco.


Elang dibuat kaget saat melihat perempuan yang ada di panggung adalah Widy. Cewek itu melepas kemejanya hingga hanya menyisakan bra dan celana jeans.


Widy tampak memegangi sebotol bir. Dia sesekali menenggaknya dan tertawa. Widy bahkan menggerakkan tubuhnya di tiang pole dance sambil mengikuti irama musik.


Para lelaki dibuat menggila oleh Widy. Bahkan ada yang melemparinya dengan uang. Parahnya, ada beberapa lelaki yang berani naik ke panggung untuk menarik perhatian Widy.


"Dia pasti sudah gila!" imbuh Elang. Dia ingin tak peduli. Tetapi anehnya Elang merasa sangat terganggu saat melihat pria yang menyentuh Widy. Apalagi pria yang menggoda Widy lebih dari satu orang.

__ADS_1


Alhasil Elang menerobos kerumunan orang di lantai dansa. Dia memanggil Widy berulang kali.


Setelah memanggil keras tiga kali, barulah Widy menyadari kehadiran Elang. Namun perempuan tersebut malah tertawa.


"Lihat! Dialah lelaki yang sudah menolakku!" ujar Widy sambil menunjuk ke arah Elang. Dia juga sudah dalam pengaruh mabuk.


Pusat perhatian orang sontak tertuju pada Elang. Namun lelaki itu tak peduli dan naik ke panggung. Ia berniat ingin membawa Widy pergi.


"Ayo! Ikut aku!" ajak Elang seraya memegang lengan Widy. Sayangnya, Widy menolak ajakannya. Menjauhkan tangan Elang darinya.


"Tidak! Kalau kau bisa menolakku, aku juga bisa menolakmu!" timpal Widy sambil mendekatkan wajahnya ke hadapan Elang.


"Kau bersikap sangat murahan sekali sekarang!" balas Elang dengan tatapan tajam.


"Apa pedulimu? Bukankah kau tak peduli padaku?" Widy membalas tatapan Elang. Dia membiarkan dua lelaki menyentuh tubuhnya.


Sungguh, Elang sangat terganggu Widy disentuh lelaki lain. Hatinya memanas.


Widy tersenyum miring melihat ekspresi Elang. Dia bahkan sesekali melenguh karena sentuhan dua lelaki yang menjamahnya.

__ADS_1


"Apa kau cemburu?" tanya Widy. Masih dengan senyuman smirk. "Kalau cemburu, lakukan sesuatu!" ujarnya.


__ADS_2