
“na,aku ga nyuruh kamu buat ngilangin perasaan kamu, aku Cuma mau kita bareng bareng. Aku ga bakal minta apa apa lagi sama kamu, Cuma itu permintaan aku satu satu nya”. aku meneteskan air mata mendengar penuturan fathan.
“fathan aku mohon kamu jangan egois, ini perasaan, kamu ga bisa mempermainkan perasaan seseorang. Kalo kamu ga mau nerima aku tolong izinkan aku menjauh, aku pengen ilangin perasaan ini biar bisa berteman biasa biasa aja sama kamu”. Aku bangun hendak meninggal kan fathan.
“na!, okeee.. oke aku terima perasaan kamu ke aku, tolong jangan jauhin aku ya”. Dia meminta tolong kepada ku. Aku bingung, sepertinya posisi nya terbalik seharus nya aku yang meminta tolong kepadanya,sekarang kenapa malah dia.
“untuk saat ini boleh kan kita temenan dulu. Aku juga sayang sama kamu tapi izinkan aku mempertimbangkan masalah hubungan kita kedepannya”. Lanjutnya.
aku hanya diam, aku tidak mengerti maksudnya. Dia masih saja egois, dia tidak mengizinkan ku pergi tapi dia juga tidak mau memperjelas hubungan kami.
“na aku mohon yaa,, kasih aku waktu. Kamu jangan jauhin aku, aku mohon. Cuma ini permintaan terakhir aku ke kamu, setelah ini aku ga bakal minta apa apa lagi. Aku janji na”.
hati ku bergerak untuk memaafkannya, entah kenapa dia terlihat sangat tulus memohon padaku. Aku tidak tau entah permohonan ini benar benar tulus atau hanya untuk keegoisannya saja. Semoga saja dia benar benar akan berusaha mempertimbangkan hubungan kami, aku benar benar berharap bisa bersama nya dalam ikatan yang lebih serius dari sekedar teman.
“na...” panggilnya lagi karena tidak mendapat kan jawaban dari ku.
__ADS_1
aku mengangguk kemudian pergi meninggalkannya. Entah keputusan ini benar benar tepat untuk ku ambil. Aku sangat ingin bisa bahagia bersama nya. dia yang setiap malam ku mimpikan, dia yang setiap malam dan pagi selalu ku tunggu sapaan nya. jika di lihat kami memang tampak seperti sepasang kekasih namun kenyataan membuat status kami hanya sekedar teman.
...****************...
Semenjak hari itu hubungan kami kembali hangat, dia memperlakukan ku seperti aku ratu satu satu nya di hatinya, Dia sangat tau cara menghargaiku, dia tidak pernah membuat ku marah yang dia lakukan setiap hari nya hanyalah membuat ku tertawa. Sekarang di balik fathan ada kenza yang juga menyukai ku, dia belum menyatakan perasaan nya padaku namun dia sering menanyakan dan bahkan menceritakan tentang kekaguman nya terhadapku kepada ayra. Dari mana aku mengetahui nya?. tentu saja dari ayra,, begitu kenza menceritakan tentang ku kepada ayra, ayra langsung melapor kepada ku.
Semenjak kenza menyukai ku, kenza dan ayra menjadi sangat dekat mereka sudah seperti saudara kandung, dan istilah yang sering kami gunakan untuk ayra dan kenza adalah “ abang adek temu gede” sebegitu dekat nya mereka berdua.
Kenza juga sering menghubungi ku, menanyai keadaanku melalui pesan whatsapp. Aku hanya membalas seperlu nya saja, tidak terlalu sombong dan juga tidak terlalu ramah.
...****************...
“jadi gimana in? Kamu bawa motor ku?”. Tanya ku pada nya.
“iya gapapa kasih aja kamu bareng aku”.
__ADS_1
Fathan yang entah datang dari mana tiba tiba nimbrung.
“emang kemana?. Tanyanya.
"ga kemana mana, emang kenapa?. Mau ikut?". dia mengangguk
emang kamu tau kami mau kemana?". Tanya ku untuk memastikan dia tau tujuan kami.
“ ya ga tau, selama sama kamu aku mah ikut ajalah”.
“dasar”. Aku tersenyum sambil memukul nya pelan.
“yaudah kamu jemput dulu adek mu “. Kata ku kepada innara.
Innara dan adik nya bersekolah dengan cara diantar jemput oleh ibu nya, tapi tadi tiba tiba dia mendapat kabar dari tetangga nya kalau ibu nya jatuh pingsan. Oleh karena itu, aku memberikan bantuan kepada nya, aku sangat mengerti perasaan innara pasti dia sangat khawatir mendapat kabar tersebut.
__ADS_1
aku berencana memberikan motor ku kepada innara dan aku pergi dengan ayra karena ayra juga membawa motor nya sendiri. Tapi sekarang, rencana kami berubah seketika karena fathan juga ingin ikut bersama kami.