Mentari (2021)

Mentari (2021)
55


__ADS_3

Libur kemarin yang kata nya 2 minggu ternyata sudah hampir satu semester penuh, dalam satu semester penuh tersebut para guru hanya memberi kan tugas kepada kami agar jadwal kami tidak kosong sepenuh nya.


andra


"Yuna datang ya kakakku tunangan"


^^^yuna^^^


^^^"insyaallah ya ndra".^^^


"Jangan lupa"


pesan nya lagi, aku melihat pesan nya namun terlalu malas membalas.


dari hari itu dia sering membalas cerita whatsapp ku, terkadang bercanda, terkadang berisi kata-kata bodoh yang aku sendiri bingung dengan nya.


setiap hari berkirim pesan tidak membuat ku luluh dengan janji-janji manis nya.


Dia sering mengarah kan pembicaraan ke arah "kalau nanti kita jadian" namun selalu ku alih kan pembicaraan tersebut. Hati ku sudah pernah sakit dan itu membuat ku sulit menerima mereka yang datang.


Bagaimana tidak urusan ku dengan masa lalu saja belum selesai,aku sangat tidak nyaman jika harus menerima yang baru.


andra


"gimana kalau nanti kita jalan-jalan?".

__ADS_1


kembali pesan dari nya masuk


^^^"kan lagi Lockdown Andra"^^^


"Ya nggak papa cuma kita aja jangan rame-rame"


^^^"Insyaallah deh ndra"^^^


"Ini udah kali ke berapa kamu tolak aku na?, kali ini aku mau kamu datang ya".


sudah berapa kali ku kata kan pada nya kalau aku tidak bisa pergi dengan laki-laki namun dia menganggap itu hanya alasan ku saja, dia sungguh membuat ku merasa tidak nyaman.


^^^"Iya deh nanti aku kabarin ya".^^^


dengan terpaksa ku jawab demikian.


Aku memang tidak pernah menceritakan tentang nya karena dia spesial bagi ku.


Konon kata nya yang spesial dalam hidup adalah hal yang paling ingin kita sembunyi kan, bukan hilang harga nya hanya saja ingin menikmati sendiri betapa berharga nya itu.


Dia selalu ada bersama ku, dia mengelus punggung ku saat ku marah dan aku membantu ia mengeluarkan isi hati nya kepada orang-orang yang membuat nya marah. Begitu lah kami saling melengkapi.


"May!!!". teriak ku sambil mengetuk pintu rumah nya.


"May palli!!". teriak ku lagi.

__ADS_1


Berbicara setengah-setengah dengan Maya Sudah menjadi kebiasaan ku, walaupun Maya tidak menyukai K-pop dan drakor tetapi Maya sangat menghargai kesukaan ku, dia mengerti saat aku berbicara setengah-setengah, terkadang dia berdoa agar aku benar-benar bisa berjumpa dengan idola ku. Begitu lah cara ia menghargai dengan mendukung ke haluan ku.


"Ih nggak sabaran banget sih". Maya membuka pintu.


Tanpa menyuruh ku masuk aku sudah duduk di sofa dalam rumah nya.


"nggak ada sopan-sopan nya ni, tamu".


aku tidak menggubris perkataan Maya.


"may minum, aku haus".


"tunggu di sini". aku mengangguk mengerti.


Beberapa saat kemudian Maya datang dengan membawakan 2 gelas minuman di atas nampan.


"kok dua?". Tanya ku penasaran


"punya ku satu". jawab nya


"Kirain buat aku Semua nya". aku melirik maya sekilas.


"enak aja". Dia melirik ku sadis.


aku mengambil minuman yang di sedia kan maya di dalam gelas. ku teguk pelan minuman tersebut.

__ADS_1


Happy reading🥰🥰.


jangan lupa like, vote


__ADS_2