Mentari (2021)

Mentari (2021)
54


__ADS_3

"Bunda kenapa yah?". aku yang sedang duduk menonton TV di ruang tamu terganggu dengan langkah ayah yang bergegas sambil memapah bunda.


"Bunda sakit". ayah bergegas menghidupkan mobil untuk membawa Bunda ke rumah sakit. Aku di tinggal bersama Elita di rumah Ayah tidak mengatakan apapun, mungkin karena tidak sempat.


"Bunda kenapa Kak?". Elisa sudah menetes kan air mata nya.


"jangan nangis Bunda nggak papa, Ayo kita ke rumah Mami". Elisa yang masih menangis tidak menjawab. Dia mengikuti ku dengan memegang ujung baju ku.


"Lepas dulu biar kakak ambilin motor". setelah Elisa melepas ku aku berlari kecil mengambil motor, ku hidup kan motor, menyuruh Lisa naik dan kami pun pergi ke rumah Mami.


...****************...


Sesampai di rumah Mami aku langsung mengetuk pintu.


" ibu! ibu!". panggil ku


"Iya". Ibu keluar dari kamar.


ibu adalah kakak Bunda yang dulu kata nya membantu Ayah untuk mendekati Bunda.


"kenapa"?.


"Bunda di bawa ke rumah sakit".


"kapan!?".


"baru aja".

__ADS_1


"ya udah kalian tinggal bareng Mami ya, ibu pergi sama abang ke rumah sakit".


"Iya bu hati-hati".


"Iya kalian baik-baik di sini". ibu bergegas bersiap siap akan pergi ke rumah sakit.


"Ya udah nggak usah takut Bunda nggak kenapa-kenapa". ucap Mami.


"Sini nonton na". mami melambai kan tangan nya kemudian menepuk kursi menyuruh kami duduk di samping nya.


20 menit kami duduk dalam diam hanya ada suara TV


"Na!".


"Kenapa?". mami menunjuk kan hp-nya ke arah kami, tertera satu foto bayi baru lahir dengan caption Alhamdulillah perempuan lagi.


"Itu siapa mi?".


"beneran?".


Mami mengangguk tersenyum kami pun ikut bahagia karena akan ada anggota baru di keluarga kami.


tepat pada 21 Oktober 2020 anak yang diberi nama Khairul alera telah lahir, itu adik ku.


...****************...


Aku menemani Bunda dan si bayi di sini karena Ayah sudah pergi.

__ADS_1


"Yuna aku mau dong lihat adik kamu".pesan masuk dari nya.


"Cara nya?".


balas ku


"video call boleh?".


aku meletakkan handphone ku, mengelus-ngelus Kepala Si bayi sebelum memulai pembicaraan dengan bunda.


"bun teman ku yang di sekolah pengen lihat era, boleh?".


"boleh, dia mau pergi ke sini?". tanya bunda pelan.


"VC Bun". Bunda tersenyum tipis.


aku langsung mengabari Andra kemudian memberikan handphone ku kepada Bunda.


"kakak aja yang pegang".


"gapapa, Dia mau bicara sama bunda". bunda mengambil hp-nya.


mulai lah mereka berbicara. Bunda terlihat akrab dengan Andra ,entah apa yang mereka bicara kan aku tidak peduli, aku hanya melihat Bunda yang terkadang tertawa saat berbicara dengan nya. mulai dari malam itu dia sering sekali mengajak ku video call dengan alasan ingin melihat si kecil. berhubung di keluarga nya tidak ada balita atau bayi jadi dia suka sekali dengan si kecil.


bunda tau semua tentang ku, aku tidak menyembunyikan nama orang yang menyukai ku dari bunda aku hanya menyembunyikan nama dia yang ku sukai. dari sejak awal berpacaran dengan deniel hingga sekarang dekat dengan nya, hanya nama nya lah yg ku sebut ke bunda.


mengapa yang lain tidak? saat dengan deniel aku seperti tidak percaya bahwa kami pacaran, hanya hubungan biasa saja.

__ADS_1


saat menyukai Fathan, aku terlalu malu menceritakan nya kepada bunda karna seperti nya hanya aku yang menganggap hubungan kami serius.


sedangkan dia, dia terlalu berani mengambil resiko. aku sedikit takjub kepada nya. dari sekian laki laki yang menyukai ku hanya dia yang berani meminta berbicara dengan bunda.


__ADS_2