Mentari (2021)

Mentari (2021)
72


__ADS_3

"pacarmu Jay?". tanya seorang perempuan. Aku melihat kearah perempuan tersebut dan tersenyum.


beberapa menit kemudian Kami duduk datanglah seorang laki-laki paruh baya.


"ini papa". Andra menuju kearah laki-laki tersebut, aku berdiri kemudian menunduk memberi sapaan.


"Halo om".


"Halo, kalian nanti jangan pulang dulu ya, Makan dulu di sana banyak makanan enak-enak loh".


"iyaa on makasih".


"jangan lupa ya sebelum makan nggak boleh pulang dulu. Om ke belakang dulu ya".


"iya Om". aku tersenyum.


cukup lama kami duduk di sini, Andra memaksa mengajakku ikut berfoto dengan kakaknya Namun karena hanya aku sendiri, aku menolak.


Aku tidak ingin terlalu menampakan diri Padahal diriku bukan siapa-siapanya.


selama aku duduk disini aku tidak pernah melihat ibu Andra, walaupun aku tidak mengenalnya tetap saja Aku ingin tahu.


"Yuk makan dulu".


" jangan deh Ndra aku barusan makan dari rumah, ini Kebetulan kami punya janji buat jumpa in teman".


"Yah masa gitu sih, ayo dong dikit aja juga nggak papa". aku ingin kembali mencoba menolak, sudah ku perlihatkan raut wajah menolak.


"udah ayo". Andra hendak menarik tangan ku

__ADS_1


"Iya deh".aku bangun dari duduk dengan menarik tangan Maya agar ikut dengan ku.


setelah mengambil makanan aku kembali duduk di tempat semula diikuti oleh Andra di belakang.


"jay nggak malu kamu heh?, Makan banyak di depan perempuan".


aku melihat kebelakang, Andra hanya diam saja kemudian dia mendahului ku. aku tersenyum kepada seseorang yang tidak kukenal tersebut kemudian mengikuti Andra dari belakang.


"siapa". Tanyaku.


"itu Mami". aku mengangguk mengerti.


disitulah pertama kali aku mendengar Ia dipanggil dengan panggilan yang tidak ku kenal oleh keluarganya. itu juga pertama kalinya aku pergi kerumah lelaki. keluarganya harmonis,kulihat ayahnya begitu baik menyambut ku, dia pun begitu berani mengenalkan ku kepada keluarganya Padahal aku bukan siapa-siapa hanya aku hanya temannya.


setalah makan kami pergi berniat ingin menjumpai Ryan, dia rela meninggalkan rumahnya yang tengah sibuk untuk pergi denganku. effort nya tidak usah ditanyakan lagi.


flashback off.


Kami mendapatkan tugas kelompok dari guru, karena rumah para anggota kelompok jauh jadilah kami berdiskusi melalui handphone. aku sekelompok dengan Reno, Riza, revaldi dan nelfi.


Andra sekelompok Dengan arhan, Indah, Ira, dan Iqbal. Hari ini giliran kelompok 3 dan 4 yang Mempresentasikan hasil diskusinya yaitu kelompokku dan kelompok Andra.


aku sudah berdiri di depan, Reno disampingku kemudian Riza, revaldi dan nelfi.


disini aku sebagai moderator yang tentunya harus bisa memandu agar diskusi berjalan lancar.


penyampaian materi sudah selesai, Sesi selanjutnya Sesi tanya jawab.


Beberapa siswa sudah mengajukan pertanyaan.

__ADS_1


"baik teman-teman untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan dan mudah kita pahami Mohon berikan waktu 5 menit untuk kami mendiskusikan jawabannya".


disini sok bukan pintar, tapi aku harus memeriksa jawaban yang anggotaku berikan.


"na coba lihat ini". Reno memberikan selembar kertas padaku


"boleh nggak gitu?".


" boleh. udah siap semuanya kan?". Aku hendak mengembalikan kertasnya kepada Reno tapi seperti nya aku sedikit terganggu dengan isi kertas tersebut, alhasil kutarik kembali sebelum sempat diambil oleh reno.


"Eh tunggu-tunggu". reno tertawa.


"apa sih Na, udah pas itu".


"Eh iya". aku tersenyum kemudian ku lihat ke depan, Andra sudah berpindah dari yang awal nya duduk Tepat di depanku berpindah ke paling belakang.


tidak terlalu ku hiraukan mungkin saja dia Bosan duduk di depan.


"baik teman-teman semuanya jawaban untuk pertanyaan pertama akan disampaikan oleh Reno jika ada tanggapan atau kurang jelas kalian bisa menyanggah Setelah Reno selesai menjelaskan".


Setelah semua selesai, kami kembali ke tempat duduk semula dan dilanjutkan penyampaian materi oleh kelompok 4 yang dipandu oleh arhan.


Aku tidak memperhatikan materi yang disampaikan oleh mereka namun saat bagian Andra aku sudah fokus memperhatikannya.


"Hello My opinion". Sapanya kepada audiens.


seisi kelas tertawa berguling-guling mendengarnya, aku langsung menundukkan Kepala ku, aku ingin tertawa seperti mereka tapi aku harus menghargai nya, di saat yang lain tertawa melihatnya tidak apa-apa asalkan itu bukan aku. menurutku begitu.


"My audiens Andra". komentar arhan, kemudian Ia memperbaiki nya Hanya itu yang terjadi di sekolah hari ini seterusnya seperti presentasi pada umumnya .

__ADS_1


Happy reading ❤️


__ADS_2