
“duduk na”. Dia tersenyum hangat kepada ku, tetapi bagi ku itu senyuman panas, panas karena aku tidak menginginkan senyum nya.
Ragu-ragu ku duduk di samping nya.
“aku mau minta maaf ke kamu”. Deniel menggenggam tangan ku.
“aku udah lama maafin kamu”. Jawab ku sambil melepas genggaman tangan nya.
“na, aku tau aku udah banyak nyakitin kamu”.
“dan kamu masih masih berani memperlihatkan wajah mu di depan ku?”. Ku lirik ia dengan sinis.
“na, sekali lagi aku minta maaf na, aku ga bisa lupain kamu”.
“jangan mempermainkan prinsip ku, ga jelas di telinga mu ?. kata ku yang hilang tak kan ku cari dan akan ku ganti dengan yang baru”.
Dengan tegas ku kata kan pada nya. Berani sekali ia, setelah menyakiti ku dengan tingkah nya , membuang ku, kemudian meminta kembali. Kemana pergi malu nya itu?.
Fathan saja yang setengah mati ku perjuangkan akan ku ganti jika ia tak tau cara menghargai.
“tolong kasi aku kesempatan untuk kedua kali nya”.
“kalau kamu ga berjuang untuk sesuatu yang kamu cintai maka diam lah saat kehilangan”.
Aku bangun meninggalkan deniel. Yang harus di ingat adalah seseorang hanya akan datang sekali di dalam hidup mu, jika dua kali maka kamu adalah orang yang beruntung, dan perlu di ingat juga hanya beberapa orang saja yang beruntung dan banyak yang tidak beruntung termasuk deniel.
“kalian jangan kemana-mana dulu ya, pengumuman nya hari ini”. Bu desi memperingati kami.
“kira-kira jam berapa bu, rencana mau izin sebentar untuk beli makanan”. Reno dengan tampang sok cool nya bertanya kepada bu desi.
“kalian tenang aja makan siang kalian ibu yang tanggung, bentar lagi pasti datang”.
__ADS_1
“makasih bu”. Ucap kami bersamaan.
“sama-sama, ibu pergi dulu ya”. Kami semua mengangguk.
Selagi menunggu makan siang kami sampai, kami berbincang-bincang sebentar. Selama itu aku tidak melihat deniel kembali ke lokasi perlombaan.
“juara ketiga wanita jatuh kepada zilla uastin dari SMA Negeri 3”. Semua orang bertepuk tangan begitu melihat sang juara menaiki panggung.
“juara ke tiga pria jatuh kepada faisal dari SMA Negeri 12”.
“yuna semangat ya, bunda kamu di depan” bu desi berbicara dekat dengan telinga ku karena tempat ini sangat ramai dan ribut.
“bu, saya izin panggil bunda sebentar yaa”.
“ ehh jangan... kamu dengar pengumuman nya dulu biar ibu yang panggil bunda mu”. Aku mengangguk tersenyum.
“makasih bu”. Bu desi menepuk-nepuk bahu ku.
Beberapa menit kemudian bunda sudah berdiri di samping ku.
“YUNA ANJELI dari SMA Negeri 1. Selamat kepada yuna anjeli. Untuk waktu dan tempat kami persilahkan”. Hampir saja ku meneteskan air mata karena keterkejutan ini.
“bu, bunda aku izin ya”. Bu desi dan bunda tersenyum dan mengangguk.
Dengan langkah gemetar dan jantung yang berdegup tak karuan aku menaiki panggung. Semua terasa tidak mungkin bagi ku, mereka semua bertepuk tangan dan berteriak namun terasa sunyi di telinga ku. Mungkin saja ini reaksi dari keterkejutan ku.
“selamat ya”. Aku melihat kesamping, reno tersenyum, seperti nya dia yang menduduki posisi pertama perwakilan pria.
“kamu juga”.
Pembagian piala berlangsung dengan sorakan dan tepuk tangan para orang-orang yang berada di sini. Kami menjalani sesi berfoto dan pengisian data diri secara lengkap untuk di kirim ke kota.
__ADS_1
“selamat ya”.
“makasih bu”.
Aku menjawab semua ucapan selamat dari orang-orang dengan wajah bahagia.
Tidak lupa pula bunda yang tampak bangga kepada ku. Aku bersyukur bisa melihat bunda tersenyum senang atas pencapaian ku.
“udah siap kak?”.
“udah bun”. Bunda mengelus kepala ku.
“udah boleh pulang kita?. Udah maghrib”.
“bentar bun, izin dulu sama guru”. Bunda mengangguk.
Setelah berpamitan dengan para guru aku dan bunda langsung pulang karena mengingat jam sudah menunjuk kan pukul setengah delapan.
Sedangkan dea, dia sudah pulang sejak pukul 6 sore tadi, dia tidak menunggu pengumuman nya dan aku pun memaklumi nya. Pasti ia sangat lelah menemani ku dari pagi.
Sepulang ku di rumah, ayah dan elisa menyambut ku hangat.
“Gimana kak?”.
“alhamdulillah yah, minggu depan berangkat ke ibukota”.
“ini baru kakak ku”. Elisa mengacungkan jempol nya di depan wajah ku.
“emang dulu adik mu?” tanya ku sinis. Memang seperti ini kami bercanda.
“hehe”.
__ADS_1
“jadi dalam minggu ini siap kan barang-barang yang akan di bawa, jangan sampai ada yang tertinggal karena tidak mungkin balik lagi ke sini jika sudah berangkat”.
“iya yah, aku mandi dulu ya”. Ayah mengangguk.