
Hari ini hari pertama ujian, mata pelajaran yang di ujian kan sangat sulit, semua nya menguras tenaga dan pikiran. Apalagi kalau bukan matematika, kimia, dan akuntansi. Walau belajar satu abad pun seperti nya juga akan sulit memecah kan soal nya.
Bayangkan saja, di dalam catatan tertera jelas bahwa 1+1\=2 namun saat di ujian kan pertanyaan secara ajaib berubah menjadi 1+1\=2 hitung lah x di atas . begitulah ada nya dan ini sudah menjadi rahasia umum.
Sudah ku jauhi dia. Ku jalani hari-hari seperti tidak pernah terjadi apa-apa, aku masih sanggup bersenda gurau dengan teman-teman ku, tertawa riang seolah sudah melupakan sakit yang baru saja ku terima.
Mereka pun mengerti aku, mereka tidak pernah bertanya apa yang terjadi dan bagaimana bisa semua terjadi. Mereka tau bahwa luka ini hanya cukup di biar kan begitu saja. Bertanya kepada orang yang terluka hanya akan menambah luka.
Kalian tau balasan apa yang ku dapat dari sakit hati ini?. Teman ku, mereka semua sudah berbaikan, aca dan ayra yang menjadi pemeran utama dalam pertengkaran itu pun seperti sudah memaafkan satu sama lain. Tetapi memang belum sebaik itu, mereka terlihat masih canggung satu sama lain tetapi mereka selalu ada dan membuat ku tertawa. Dari situ lah hubungan mereka sedikit demi sedikit membaik.
Budaya untuk pergi ke kantin ibu masih melekat di diri kami. Kenapa? Karena hanya ibu kantin lah yang mengerti kami seperti teman, tempat berkeluh kesah saat di sekolah dan tempat kami menitipkan barang saat razia hari senin datang.
Semua itu juga tidak terlepas dari niat kami ingin membantu menghabiskan stok makanan di situ, pasal nya hanya orang-orang tertentu saja yang akan membeli di sana.
“aduhh una, itu pacar nya datang”. Ibu kantin dengan senyum menggoda nya.
“kok una sih bu, yuuunaaa”. Kata ku sedikit kesal.
__ADS_1
“iyadehh, maklum ibu udah tua jadi suka lupa”.
“emang suka gitu dia bu, nama nya ga boleh salah”. Rosa menanggapi sambil terkekeh.
“duhh abang tampan, mau jumpa cinta kah?”. Ayra berbicara dengan logat yang dibuat-buat.
“biasalah” kenza tersenyum.
Kenza duduk di depan ku.
“minta dong”. Tunjuk nya dengan mata ke arah bakso yang sedang ku makan.
“makasih”
“sama-sama”. Jawab ku.
“makasih”.
__ADS_1
“kok makasih lagi?”. Tanya ku bingung.
“biar bisa sama-sama lagi”. Ada-ada saja dia. Aku tersenyum di buat nya.
“anggap aja dunia milik berdua, yang lain ngontrak”. Canda via. Aca, rosa dan ayra tertawa mendengar penuturan tersebut.
Aku malu dengan perkataan via dan perbuatan ku, sebenar nya hubungan kami tidak se spesial itu, kami hanya teman dekat yang kebetulan dia menyukai ku.
Aku sedih ketika lagi dan lagi aku harus menolak nya, aku bisa melihat sekeras apa usaha nya menjadikan ku pacar nya tetapi aku tidak bisa, ada perempuan lain di antara kami dan aku merasa perempuan lain itu lebih pantas dengan nya dari pada aku yang terjebak masa lalu.
Hebat nya masa lalu ku, dia bisa membuat ku tidak tertarik dengan orang lain selain dia.
setiap dekat dengan seseorang aku akan teringat dengan kata kata:
"Ketika ingin membuka lembaran baru, kosong kan dulu hatimu sampai ia benar-benar pulih setelah itu baru isi kembali, jangan karena kamu patah hati kamu terima dia yang begitu amat peduli. Karena apa?, karena akan menyakitkan untuk dia yang baru memulai dengan mu tapi hati nya sebagai bahan uji coba untuk mental mu yang sudah berantakan".
“gemess deh” sambil tersenyum, kenza mencubit kedua pipi ku.
__ADS_1
“apaan sih ken”. Kata ku dengan malu.
“kamu kalau lagi makan lucu”. Kenza menatap ku dengan cinta. Tatapan nya yang intens dan hangat.