
Hari ini juga tidak berjalan dengan baik. Setelah semalam ayra mencurahkan kekesalannya kepadaku. Hari ini malah semakin buruk, ayra beradu mulut dengan aca. Ayra yang sibuk menuduh dan memojokkan aca, sebaliknya aca yang sibuk menyanggah semua yang dikatakan ayra.
“jadi cewe kok gatel sih, ga malu ya ngerebut pacar orang?”. Ayra masih meneruskan serangannya walaupun sudah banyak di tonton oleh murid yang baru sampai .
“emang siapa yang ngerebut sih. lagi pula kalian putus itu karena kamu yang putusin bukan karena aku yang ngerebut”. Aca pun tak mau kalah.
“aku putusin dia karna kamu yang ngeganggu”.
“ihh aku ga pernah ya ganggu-ganggu hubungan orang, ngaca kamu. Yang gatel tuh kamu, yang nempel-nempel sama pacar orang tuh kamu. Udah tau punya pacar masih aja keganjenan sama cowok lain. Kamu kira rezky betah pacaran sama cewe kayak kamu. Sasimo”. Ayra yang di tuduh begitu pun menjadi semakin panas.
“jaga ya mulut kamu. Selagi orang tua kamu ga ngasih aku makan, kamu ga berhak ngatur hidup aku”.
“di bilangin bukan nya sadar diri malah ngelawan”.
“dasar perebut”.
“cape aku di tuduh perebut sama kamu, mau ku rebut beneran?”.
__ADS_1
Ayy diam saja tak membalas perkataan aca, dia berlalu pergi. Seperti nya dia kehabisan kata-kata untuk melawan aca.
Aku yang terkejut dengan sisi lain aca masih berdiri di depan pintu. Aca yang ku tahu adalah dia yang lemah lembut dan pendiam. Saat ayra memberikan serangan nya kepada aca tadi, yang aku takut kan adalah aca di maki habis-habisan oleh ayra tanpa melawan sepatah kata pun. Namun yang ku lihat, sungguh aku tidak percaya.
“aku ga ngerebut na”. Dengan muka lelah dia duduk di kursi nya. Aku segera menyusul nya.
“iya aku tau. Dia lagi sakit hati, dia butuh seseorang untuk melampiaskan kemarahan nya, dan kebetulan kamu pernah berhubungan dengan rezky jadi dia memilih kamu sebagai tempat pelampiasan”.
Karena pertengkaran tadi suasana kelas saat ini terasa sangat berbeda. Semenjak ayra pergi aku belum pernah melihat dia masuk ke kelas sekali pun, entah dimana ia berada.
‘tringgggg’ . Bel berbunyi pertanda jam istirahat telah di mulai.
“dia di uks, lagi ga mau diganggu”. Aku mengangguk mengerti.
“ca, aku temenin ay dulu ya, kasian dia pasti lagi butuh temen”.
“iya, aku juga minta tolong ya kamu yakinin dia, aku bener-bener ga ngerebut rezky dari dia”.
__ADS_1
“iya ntar aku coba ngomong sama dia”.
Se sampai ku di UKS, aku melihat ayra tidur terlungkup. Bahu nya bergetar, seperti nya dia masih menangis. Aku mengelus rambut lurus nya.
“sini nangis nya di aku aja”. Ayra menggeleng
“udah... sini aku peluk”. Akhirnya dia duduk kemudian langsung memeluk ku sambil menangis.
Aku menepuk-nepuk bahunya agar ia menjadi sedikit lebih tenang.
“udah minta maaf sama rezky?”. Tanya ku setelah merasa dia sedikit tenang.
“udah, tapi dia ga mau balikan sama aku”.
“gimana aku jalani hari-hari aku tanpa dia. Aku ga bisa hidup tanpa dia na”. Lanjut nya.
“heh, ga boleh gitu. Bumi Allah itu luas, jangan dipersempit dengan kalimat aku ga bisa hidup tanpa dia. Lelaki bukan hanya dia ayy, mungkin aja dengan itu Allah mau nunjukin ke kamu bahwa bukan dia yang terbaik. Kalau kamu ga bisa ngelepasin yang salah gimana bisa kamu bersama orang yang benar. Inti nya liat aja hikmah di balik semua kejadian ini. Berprasangka baik kepada Allah. Insyaallah kamu bisa lewati ini”.
__ADS_1
Melepaskan yang membuat mu sakit hanya butuh menahan sakit diawal saja.