Mentari (2021)

Mentari (2021)
70


__ADS_3

Happy reading ❤️


Sudah satu bulan lama nya kami berpacaran, dalam sebulan ini kami sungguh menjadi sangat dekat layak nya pasangan pada umum nya, yang membuat kami dekat bukan sekedar karena sering chattingan saja Tetapi juga karena sering nya kami berjumpa.


sedikit demi sedikit perasaan ku mulai tumbuh untuk nya, Aku setiap hari menemaninya berolahraga sedikit tidak nya menemani ia berproses karena pernah ku dengar kata-kata bahwa belum bisa di sebut wanita jika belum pernah menemani laki-laki berproses. Oleh karena itu aku ingin menjadi yang terbaik untuk nya karena selama ini dia sungguh sangat baik kepada ku.


Ayah juga menyuruh ku berolahraga agar tubuh ku siap jika suatu ketika aku jadi ikut tes polw*n karena nya pula aku mendapat alasan untuk bersama nya setiap hari. aku terkadang pergi sendiri dari rumah namun terkadang juga bersama Maya, terkadang bersama Rossa yang memiliki cita-cita di bidang yang sama dengan Andra.


jika pergi sendiri aku tidak perlu takut karena Andra akan menjemput ku di pertengahan Jalan ramai di dekat rumah ku dan pulang dia akan mengitari jalan rumah ku dengan tujuan mengantar ku pulang.


dia pendiam namun sangat romantis, perlakuan-perlakuan kecil yang menunjukkan Dia peduli kepada ku membuat ku bercerita banyak tentang nya Kepada Bunda. Bunda pun menyukai cara ia memperlakukan ku namun sebagaimana pun dekat nya Kami sekarang, kami tidak pernah bermesraan di sekolah, di sekolah kami menjaga jarak, berbicara hanya saat di perlu kan saja dan aku sering menghabiskan waktu dengan teman-teman ku dari pada dengan nya.


terkadang jika ingin duduk bersama kami akan duduk beramai-ramai.


hari ini cukup spesial, tanggal hari ini menunjukkan 1 bulan kami buat pacaran, sudah beberapa kali ia memanggil ku seperti ingin melakukan sesuatu namun selalu gagal karena ke asingan kami di kelas. setiap saat dia dekat dengan ku, entah itu berbicara atau pun duduk berdua pasti selalu ada orang ketiga di antara kami, yang artinya kami tidak pernah berduaan. itu juga yang seperti nya membuat ia malu memberikan sesuatu Yang sedari tadi mengganggu nya.

__ADS_1


sekarang aku duduk bersama arhan dan Aca bertiga


"na Andra kemarin asik nanya, aku ngasih apa ke Aca pas 1 bulanan kami". aku mendengar kan dengan seksama.


"aku bilang aku nggak ngasih apa-apa".


"Mungkin dia mau ngasih sesuatu ke Yuna". sambung Aca.


"Ngapain sih, masih belum nikah". Pendapat arhan yg ini bisa di benarkan tapi juga bisa tidak. Bagi mereka yang realistis akan mengatakan arhan adalah laki-laki kere. Namun aku sependapat dengan arhan, tetapi semuanya tergantung pada laki lakinya.


"hehehe". arhan menggaruk tengkuknya.


saat pulang sekolah Andra kembali menahan ku ingin mengatakan sesuatu namun saat melihat sekitarnya ia langsung mengatakan 'Nanti aja' kemudian ia melepas ku.


aku Keluar bersama Rossa, Inara sedang sakit jadi dia tidak pergi dengan ku hari ini.

__ADS_1


'ting'


kubuka handphone ku begitu ku dengar notifikasi dari nya.


"tunggu di taman ya, aku mau ngomong sesuatu". Pesan dari Nya. Tanpa menjawab ku ajak Rossa menemani ku pergi ke taman kota yang jaraknya 10 menit dari sekolah. Sekalian saja mengantar Rosa pulang, pikir ku.


Sesampai nya kami di sana, ku lihat dia sudah berdiri di sana, entah kapan ia sampai padahal seingat ku kamilah yang keluar kelas terlebih dahulu.


"cepat Andra, kami capek pulang sekolah". aku tersenyum mendengar perkataan Rossa karena memang benar yang dikatakan.


"Iya bentar". setelah mengatakan itu Andra mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya, memberikan ke tangan ku tanpa membiarkanku melihatnya.


"udah?". Tanyaku.


"udah, pulangnya hati-hati ya". aku mengangguk, ku Nyalakan motor ku kemudian Menghilang lah aku dari hadapan nya.

__ADS_1


__ADS_2