
Sore harinya aku tidak menemani Andra berolahraga Karena Andra pergi bersama temannya.
aku meminta izin padanya untuk hangout bersama teman-teman sekelas, aku bersama Inara, Cindy bersama ayra, kania bersama nelfi, bunga bersama Zahra.
tempat yang direkomendasikan oleh ayra berdekatan dengan tempat Andra berolahraga, mulailah kami memesan makanan di tempat tersebut, kami makan sama seperti wanita pada umumnya riweh dan riuh.
Selesai maka Ayra mengajak kami berkeliling, tak disangka kami berjumpa dengan Andra, Ayra mengganggu Andra dengan cara memelankan motornya sejajar dengan langkah Andra berlari dan entah apa yang dikatakan oleh mereka hingga Andra menarik tangan Cindy dan membuat Cindy hampir jatuh, mereka berteriak kencang kemudian tertawa terbahak-bahak sedangkan aku berada di belakang memperhatikan.
setelah mereka melewati Andra giliran ku menggandeng Andra.
"Aku pulang ya".
"iya sayang hati-hati ya". aku melaju kan motor ku dengan cepat setelahnya.
sepanjang perjalanan pulang aku rasanya ingin menangis namun tidak bisa, nanti saja ku luapkan emosi saat di rumah pikirku. Sebenarnya aku tidak menyukainya, tapi aku merasa Jika Itu milikku berarti hanya untukku tidak boleh diganggu oleh yang lain walaupun aku tidak bisa membuat nya tertawa seperti mereka, begitulah egoisnya aku.
Sesampai di rumah aku langsung berlari menuju ke kamar tidak sampai menangis hanya kesal saja.
"sayang tadi kok kamu nggak bawain minum buat aku padahal aku udah berharap loh". pesan dari nya.
^^^"Aku nggak tahu kamu di sana".^^^
"kalian Makan di mana tadi?".
^^^ "Sakura".^^^
sakura adalah sebuah caffe yang tempat nya tidak jauh dari tempat Andra berolahraga.
__ADS_1
"Kamu kok cuek gitu?".
^^^"Biasanya aku juga gini kok".^^^
dasar laki-laki tidak peka bercanda dengan wanita lain di depan ku tapi dia tidak menyadari kesalahannya.
"Sayang aku pulang dulu nanti kita ngobrol ya aku telepon".
^^^"Iya". ^^^
Selagi menunggu Andra menelepon aku bermain sebentar dengan era adik kecilku.
"Gimana sama Andra Kak".
"baik Bun".
"nggak teleponan?".
"Kakak jagain era Bentar ya, Bunda makan dulu". aku mengangguk kemudian melanjutkan kegiatan dengan Era.
Setelah Bunda selesai makan barulah aku mendengar handphone ku berdering, sepertinya panggilan masuk dari nya.
"Bun kayaknya Andra telepon, Kakak ke kamar dulu ya".
"Iya".
...----------------...
__ADS_1
"Halo?".
"Halo Sayang kamu dimana?". tanya nya
"Aku di kamar". diam sejenak.
"sayang kamu kenapa?,biasanya nggak secuek ini".
"Andra kamu jangan pernah nyepelein ucapan aku, sejauh ini aku selalu memegang ucapan ku".
"aku salah apa?"
"Kamu dengerin dulu, aku serius. Kamu boleh berteman dengan siapa aja aku nggak pernah melarang kamu, tapi kamu harus tahu batasan, bedain cara kamu berteman sebelum dan sesudah punya pacar. Karena, kalau kamu masih mau bebas, kamu seharusnya Enggak pacaran dulu. kamu bercanda dengan ayra aku nggak suka".
"Tapi kamu juga gitu".
"gitu Gimana?". tanya ku.
"tadi pas presentasi di depan kamu malah bercanda sama Reno, Harusnya kamu paham pas aku pindah ke belakang tapi nyatanya kamu nggak pernah paham, sekarang karena kamu udah bahas masalah itu aku juga harus bahas masalah ini".
"aku nggak bercanda sama Reno, itu lagi presentasi. Lagi pula Reno ketawa tanpa alasan. Andra ayra itu suka sama kamu, aku merasa dia sengaja ngebuat kita dekat supaya kamu selalu chat dia, karena dia tau aku paling males meladeni chat orang. aku nggak asal ngomong, aku perempuan, insting aku kuat, aku tau mana perempuan yang cuma mau berteman dan mana yang mana perempuan yang punya niat lain ke kamu".
"Reno juga suka kamu Yuna, kamu jangan melimpah kan kesalahan cuma di aku dan Ayra. aku juga tau tanpa perlu di beri tahu kalau Reno suka sama kamu".
"aku nggak peduli. emang aku bisa mengendalikan rasa suka seseorang?, yang paling penting aku berteman sewajarnya. pernah kamu lihat aku duduk berdua dengan Reno? pernah kamu lihat aku bercanda dengan Reno kayak kamu dengan ayra?, nggak Andra, itu karena aku menjaga batasan dan kamu nggak kayak aku".
"Masalah ini nggak akan selesai kalau kamu nggak merubah sikap kamu". Lanjut ku.
__ADS_1
Kemudian aku memutuskan panggilan secara sepihak. Aku kesal, enak sekali dia memutarbalikkan fakta.
dia mengirimkan pesan bertubi-tubi kepadaku, aku hanya diam saja tidak ingin membalas jika membalas pesannya di saat begini Malah semakin hebat pertengkaran kami, aku pasti tidak akan bisa mengendalikan kata-kataku dan akan menyakiti hatinya dengan kata-kataku.