Mentari (2021)

Mentari (2021)
29


__ADS_3

Setelah mendengar keluh kesah aca, aku mengerti mengapa mereka putus. Denis memang seperti itu, aku Memakluminya karena sifat dasar manusia akan sulit kita rubah.


aku berkata kepada aca “tapi kamu cinta sama dia, yakin mau putus”.


Lalu aca menjawab “ini lah yang aku sayang kan pada diri ku, na. Bagaimana bisa aku mencintai dia padahal dia sangat dekat dengan lawan jenis”.


Mendengar itu aku yakin aca pasti menyalahkan diri nya atas apa yang terjadi. Dia pasti berfikir “apa yang salah pada diriku”, “apa yang kurang pada diriku sehingga denis tidak cukup jika hanya dengan ku saja”.


Akan tetapi pada kenyataan nya bukan seperti itu, aca tidak mengenal denis sepenuh nya. Kekurangan bukan ada pada diri nya, kesalahan juga tidak terletak pada nya. Dia hanya tidak tau bahwa sebelum ini denis juga seperti itu. Denis tidak lah berubah, dia masih seperti itu dari awal. Andai aca mengenal nya lebih dalam, aca pasti dapat memprediksi seperti apa ke depan nya, sanggup kah ia atau tidak.


Namun itu semua telah berlalu, itu semua telah menjadi masa lalu yang tidak dapat di otak-atik atau di rubah. Sekarang yang bisa di lakukan adalah berpasrah, memperbaiki diri dan melihat bahwa ada kebahagiaan setelah sakit itu berlalu.


Aku sangat percaya bahwa kebahagiaan yang di dapat saat ini adalah imbalan dari rasa sakit yang di dapat pada masa lalu, begitu pun sebaiknya rasa sakit yang saat ini di dapat akan mendapatkan imbalan kelak di masa depan. Oleh sebab itu, disaat bahagia jangan terlalu menghabiskan tenaga untuk tertawa dan tersenyum. Simpan lah itu jika suatu saat terluka. Karena terkadang disaat terluka pun kita perlu menunjukkan kepada mereka yang tersayang bahwa kita baik-baik saja.


...****************...


Hari ini sudah cukup lelah bagi ku. Seharian panuh di sekolah, berteriak kesana kemari menagih uang kas yang enggan di bayar oleh para murid. Terlebih saat pulang sekolah di ada kan rapat antar pengurus kelas yang di antara nya wali kelas, ketua kelas, wakit ketua, sekretaris dan bendahara.


Terkadang aku merasa lelah berada di posisi bendahara, namun terkadang aku juga bangga. Dari sekian banyak murid dikelas, akulah yang dipercaya mengelola keuangan.


Jam sudah menunjuk kan pukul 6 saat aku sampai di rumah. Dengan cepat ku bersih kan diri dan lanjut beristirahat sejenak sebelum mengerjakan tugas dan menyalin beberapa catatan yang tertinggal.

__ADS_1


Sejak nilai ku turun saat itu, aku menjadi lebih rajin lagi sekarang, tidak ada satu pun tugas atau catatan yang tidak ku kerjakan. Aku juga lebih banyak berpartisipasi di kelas saat jam belajar mengajar berlangsung. Dan dengan itu aku yakin nilai ku semester ini akan meningkat.


Setelah melaksanakan kewajiban ku kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aku mengeluarkan seluruh catatan yang ku pinjam dari aca, setelah itu aku mulai mengerjakan tugas ku.


‘tok tok tok’


“ bunda boleh masuk?”. Tanya bunda dari luar


“boleh bun”. Bunda masuk dan duduk di ranjang.


“kakak udah makan?. Mau bunda siapin?”.


“gausah bun, tadi udah makan di sekolah”. bunda berdiri, menghampiri ku, tersenyum dan mengelus pundak ku.


Setelah bunda keluar dari kamar aku mendengar ponsel ku berdering, segera ku ambil dan melihat nama yang tertera kemudian aku menjawab nya.


“halo”


“yuna......” . diseberang sana memanggil sambil menangis.


“kenapa sayang”. Cukup bersikap lembut karena aku yakin dia butuh itu.

__ADS_1


“aku di putusin... ga ga ga, aku bukan diputusin tapi aku yang mutusin”. Dia kembali menangis.


“udah jangan nangis, cerita dulu sama aku biar kamu tenang ntar kita cari solusi nya sama-sama”.


Setelah sedikit tenang ayra menceritakan semua nya pada ku. Kesimpulan yang dapat kuambil dari cerita nya adalah, dia sedikit gegabah dalam mengambil keputusan, seharusnya dia berpikir dulu hingga matang kemudian baru putus kan yang mana lebih baik.


Dia mengatakan bahwa dia mengetahui rezky menyukai aca, dia juga mengatakan bahwa mereka sering chattingan. Ayra juga memperlihatkan chat nya kepada ku, screenshot an chat antara rezky dan aca yang di kirim nya melalui whatsapp.


Menurut ku tidak ada yang aneh di sana, mereka tidak bermesraan didalam chat. Yang terlihat hanya chat seperti, “aca, denis ga sempat ngabarin kamu, dia pergi sama orang tua nya. Dia nyuruh aku buat ngabarin”. Atau, “aca, pinjam kan buku mu sebentar, kami ulangan besok”. Hanya sebatas itu dan menurut ku itu tidak salah.


Bukan kah dari kesimpulan ku tadi muncul pertanyaan. Kenapa harus meminjam nya dari aca, kenapa tidak dari ayra saja yang sudah jelas pacar nya?.


Jawaban nya karena ayra sangat malas membuat catatan, bahkan di saat ulangan atau ujian saja dia hanya membaca sebentar catatan teman-teman yang lain. Oleh sebab itu, menurut ku di sini rezky dan aca tidak lah bersalah.


Lihat lah tadi, aku yang selalu berada di kelas saja masih meminjam catatan aca. Karena memang aca serajin itu.


Namun dibalik kesalahan ayra tersebut aku juga dapat mengerti perasaan nya. Nama nya juga wanita, lebih rumit dari filsafat lebih miterius dari tasawuf. Wanita adalah tentang ia yang berarti tidak, tidak yang berarti iya. Iya bukan berarti tidak, dan tidak juga bukan berarti iya. Iya terkadang tidak dan tidak terkadang iya. Serumit itu wanita. Aku yang wanita saja tidak mengerti.


jika masalah cemburu, siti hawa saja cemburu kepada Nabi Adam yang terlambat pulang, padahal pada saat itu hanya hawa lah wanita satu satu nya di bumi.


Aku sudah mengatakan kepada ayra untuk meminta maaf terlebih dahulu, karena semua yang di takut kan belum tentu benar. Lebih baik pertahankan dulu karena berpisah belum tentu lega.

__ADS_1


“huh, baru aja tadi siang aca, ehh malam nya malah di sambung sama ayy”.


__ADS_2