Mentari (2021)

Mentari (2021)
27


__ADS_3

"ayo ayy, bentar lagi gelap”. Aku bergegas menarik tangan ayra karena takut jika pulang terlalu malam, dimana aku harus mengantar aya terlebih dahulu yang rumah jauh di atas rumah ku.


Terlebih rumah kami di desa, jika sudah malam jalanan pasti benar-benar sepi. Kalian tau?. Dari kota ke desa kami membutuhkan waktu kurang lebih setengah jam, begitupun sebaliknya.


“bentar, itu fathan panggil”. Ayra menghentikan ku.


fathan menghampiri kami.


“ ga duduk-duduk dulu bareng kami na?”.


“ga dulu deh an, nanti takut kemalaman”.


“yaudah biar aku yang antar ya”. Saat fathan sudah berbalik, dengan cepat ku cegat tangan nya.


“ehh gausah, aku ga sendiri, aku sama ayy”. Aku menunjuk ayra. Yang di tunjuk menunjuk diri nya sendiri sambil tersenyum seolah berkata “tenang masih ada aku”.


“kamu pergi aja bareng yang lain. Aku pulang dulu ya”.


“iya deh, hati-hati ya”. Aku mengangguk dan tersenyum. Entah karena terlihat gemas atau apa, fathan mengelus kepala ku, membuat rambut ku sedikit berantakan.


Setelah itu aku dengan cepat menarik tangan ayy, setengah berlari ke tempat parkir untuk mengambil motor.

__ADS_1


“ayra, biar aku yang antar”. Aku melihat ke sumber suara, siapa dia? Aku tidak mengenal nya, tetapi tadi memang aku melihat dia berada satu tim dengan fathan namun aku tidak terlalu menghiraukannya.


“dia siapa ay?”. Tanya ku setengah berbisik. Aku yakin ayra kenal dengan nya. Aku juga tadi beberapa kali melihat dia bersama ayra.


“dia andra teman sekelas kita, masa kamu ga tau”. Ayy menjawab sambil menaiki motor. Setelah ayra berpegangan aku melajukan motor ku.


“aku ga kenal”.


“aduhh yuna,, temen sendiri aja kamu ga kenal”.


“temen kamu kali, bukan temen aku”.


“ayy, dia bener-bener nganterin kita?”.


“bisa jadi, tapi jangan ke-gr-an dulu karena rumah nya juga searah dengan rumah kita”. Aku terkejut mendengar fakta itu, tetapi aku benar-benar tidak mengenal nya yang padahal kami sekelas dan rumah kami searah.


“maka nya jangan asik sama fathan terus, mana dia biasa aja, ga ganteng-ganteng amat”.


“ayy mau aku kasih tau sesuatu?”.


“apaan?”.

__ADS_1


“kamu pernah liat mata aku?. Apa kedua bola mata kita sama?”. Aku melihat ayra menggeleng dari spion.


“maka nya kalo ga sama, stop bilang gitu lagi.


Kamu tau kisah qais dan layla?. Pas qais pisah dari layla qais jadi gila, raja pada masa itu pun penasaran seberapa cantik nya layla. Trus raja manggil layla untuk gadir di istana. Pas raja melihat layla raja bilang “tak sebegitu cantik nya dirimu hingga harus membuat seseorang jadi gila, wahai layla”. Kamu tau layla jawab apa?, layla menjawab “itu karna matamu bukan mata qais”. Kamu paham kan maksud aku?”. Ayra tidak menjawab, Seperti nya ayra tidak mengerti maksud ku tentang cerita qais dan layla barusan.


tetapi begitu lah cinta, semua di buta kan oleh nya. Semua yang tidak mungkin terjadi akan mungkin bersama cinta. Seperti yang dikatakan oleh guru mulia Al-Habib Umar Bin Hafidz . “cinta bisa mengubah sesuatu yang pahit menjadi manis, cinta pula akan merubah debu menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi istana, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat”.


“ehh btw andra ganteng loh, ga mau sama andra aja?. Dia juga kaya nya suka sama kamu, tiap hari dia perhatiin kamu”. Aku tak ingin mendengar fakta ini. Aku tidak suka di sukai oleh banyak lelaki, cukup di sukai oleh lelaki yang ku sukai saja itu sudah lebih dari cukup.


Menghadapi satu kenza yang menyukai ku saja aku sudah cukup kewalahan.


Sebagaimana aku menuntut kepastian kepada fathan sebegitu pula kenza terhadap ku. Terus saja mendekati walau ku katakan tidak mungkin bagi kami berpacaran karena itu akan merusak pertemanan kami.


Jika dipikir aku memang egois, aku selalu saja menuntut kepada fathan sedang kan ada orang yang menyukai ku namun aku melarang nya menuntut kepada ku. Benar-benar egois, namun itu lebih baik ketimbang aku berpacaran dengan nya namun hati ku kepada yang lain. Tentu itu akan memberikan sakit yang teramat kepada kenza.


“ga dulu dehh ayy, masih ada fathan”.


"coba liat dia dulu, maghrib-maghrib gini nganterin kita, baru pulang futsal lagi. Rela ga pergi bareng tim yang lain demi nganterin kita. Rela nganterin kita padahal aku yakin dia pasti cape banget, terlebih tadi aku liat kaki nya cidera. Dia itu idaman bangett”.


“ga boleh gitu ayy, ingat kamu masih pacaran sama rezky, ntar kalo udah putus baru kamu pepet si dia”. Aku terlalu asing menyebut nama nya. Aku baru tau kalau dia itu ada, baru hari ini.

__ADS_1


__ADS_2