
Kelas baru, suasana baru. Aku sudah bersemangat dari semalam mengingat hari ini aku akan ke sekolah, untuk apa? Untuk melihat nya dari jauh, setidak nya rindu akan sedikit memudar.
“yuna aku duduk di belakang kamu”. Ucap ayra. Aku mengangguk dan tersenyum.
Aku memilih duduk di kursi paling depan bersama aca, sejajar dengan meja guru dan baris ketiga dari pintu. Sengaja memilih duduk di depan karena posisi kedua sudah penuh dan posisi ketiga terlalu jauh bagi aca dengan mata minus nya.
“duduk bareng siapa ay?”
“bareng rosa”.
“ooo”. Aku mengangguk-angguk paham.
Tidak banyak yang berubah, hanya ayra, rosa dan innara saja yang bertukar posisi. Ayra yang dulu nya bersama innara, sekarang sudah bersama rosa. Via yang dulu nya bersama rosa sekarang bersama ira dan innara bersama indah. Sedang kan teman yang lain nya ku lihat masih tetap setia dengan pasangan nya. Seperti ku, hehe.
“kok duduk bareng ay?”. Tanya ku kepada rosa setelah melihat ayra pergi dengan teman yang lain.
“dia yang ngajak, aku ikut aja. Bisa deket sama kalian jugaa kan?”. Kami tersenyum.
“aca gimana sama arhan?”.
“sshhttt”. Aca meletakkan telunjuk nya di depan bibir rosa.
“suara kamu kegedean”. Kata aca, setengah berbisik.
__ADS_1
“hehe,, sory pren”.
“jadi gimana?”. Ku ulangi pertanyaan yang sama yang di ajukan oleh rosa.
“aku udah jadian sama dia”. Aca bergerak kegirangan.
“bagus deh, ga cuma ngasih harapan kayak yang onoh”. Sindir rosa.
“hahahaa,, biasa lah”. Aku menepuk tangan rosa. Sindiran nya tertuju jelas untuk ku.
“aku mau ke bawah, ikut ga?”. Tanya ku kepada aca dan rosa.
“ngapain?”. Rosa menengadahkah kepala nya.
“ga deh, capee”. Aca ikut menyetujui perkataan rosa.
Seperti nya tahun ini akan menjadi tahun yang melelahkan bagi murid kelas XI karena kelas berada di lantai dua. Untuk pergi ke lantai dua kami harus menaiki tangga yang tinggi nya terasa sama seperti menaiki lantai tiga. Tidak ada lift di sekolah ini.
Kenapa?, entah lah aku pun tak tau. Seperti nya karena kami masih bersekolah di sini, lihat saja nanti saat kami sudah tamat, aku yakin sekolah ini akan di sulap secantik mungkin dan yang merasakan sekolah yang cantik itu tentu saja para adik kelas yang beruntung. Apakah sekolah kalian juga sama?.
Aku memasuki kantor guru. Aku tidak memiliki tujuan, jadi ke sini saja. Bu mita wali kelas ku melambaikan tangan memanggil ku yang sedari tadi celingak celinguk.
“ada apa bu?”. Tanya ku sopan.
__ADS_1
“bantuin ibu ya?, bawa ini ke kelas”. Bu mita dengan wajah yang di buat sehingga tidak sanggup ku menolak permintaan nya.
Aku mengangguk sambil tersenyum agar terlihat ikhlas, walaupun sebenar nya memang ikhlas.
aku berjalan menuju ke kelas, ku ikuti bu mita dari belakang. Aku harus menaiki tangga lagi karena tidak bisa terbang, bayangkan saja jika aku bisa terbang.
Sesampai di kelas ku letak kan bawaan ku di atas meja guru. Bu mita sudah duduk di tempat nya dan teman-teman yang lain juga sudah berada di kelas. Hanya ayra dan via yang entah kemana, sejak keluar tadi seperti nya mereka belum masuk.
“ga cape?”. Bisik aca pelan.
“dikit”. Aku tertawa tanpa suara.
“ini kok kita duduk nya deket laki-laki?”. Perasaan ku tadi, pihak perempuan lah yang akan mengisi ke kosongan barisan ke-empat di samping ku.
“iya, soal nya yang perempuan pengen deket pintu semua”.
“oooo”. Aku mengangguk mengerti.
Biar ku jelaskan posisi duduk ku. Aku duduk bersama aca di meja pertama, aku duduk di sebelah kanan aca yang berarti aku juga duduk bersebelahan dengan kaum pria walaupun kami berjarak satu meter.
Di belakang aku ada ayra dan rosa di sebelah nya, Arhan duduk di belakang ayra bersama asyril dan di belakang asyril ada reno yang duduk bersama ikbal.
Seperti itulah posisi nya. Sedang kan fathan?, dia duduk di deretan ke empat di kursi paling belakang bersama alvi.
__ADS_1