
Pagi ini Bunda membangunkan ku. Bunda sudah berteriak keras dari tadi untuk membangunkan ku, karena aku tidak bangun Langkah terakhir Bunda adalah membawa gayung ke kamar dan mengancam akan menyiram jika tidak segera bangun.
"Bunda lembut dikit dong sama anak nya, kalau Bunda nyiram aku terus kasur nya basah emang Bunda sanggup jemurin kasur ini?. ini kan berat".
"Kamu yang jemur".
"nggak bisa gitu dong, bun, bunda kan selalu ngajarin aku buat tanggung jawab. Jadi bunda juga harus bertanggung jawab Sebagai contoh untuk anak-anak bunda". aku masih pada posisi tidur.
"Banyak omong kamu, sana mandi".
aku dengan malas melangkah ke kamar mandi, dengan langkah yang berat.
Bunda ku kalau pagi aja ngamuk nya kayak singa betina. Nah, giliran siang sampai malam Bunda baru bisa di sebut bunda ku tersayang.
selesai bersiap tidak lupa aku memakai masker dan membawa hand sanitizer. Aku langsung mengabari Innara agar bisa berangkat bersama.
Innara dulu nya tinggal sangat jauh dengan ku tetapi sekarang karena nenek nya sering sakit-sakitan keluarga Inara memilih tinggal di desa nenek nya dan desa tersebut cukup dekat dengan Desa ku.
sebelum kami memutuskan untuk berangkat bersama, kami membuat sebuah perjanjian. jika Hari ini berangkat ke sekolah menggunakan motor ku maka besok akan menggunakan motor nya. begitu lah seterusnya.
ini di lakukan agar kami saling merasa nyaman karena sebagaimana pun dekat nya kita dengan seseorang pasti ada saat-saat tertentu kita merasa tidak nyaman bahkan bisa saja salah satu nya akan merasa kurang adil.
__ADS_1
setelah menjemput Innara kami langsung berangkat ke sekolah, aku memarkirkan motor di tempat parkir. kami masuk ke kelas beriringan.
"piket na". ucap Aira yang berdiri di depan pintu.
"bukan nya Kamis ya". Tanya ku bingung.
"kayak nya itu punya kelas 2, sekarang kita udah kelas 3 na, noh liat lagi daftar nya". Ayra menunjuk ke arah daftar piket yang ditempel di dinding.
"Ya Tuhan Senin lagi,,, mana sempat piket kalau Senin". aku prustasi.
"Maka nya jangan begadang".
aku meletakkan tas ku dengan wajah kesal, ku ikat tinggi Rambut ku kemudian mengambil sapu yang terletak di pojok kelas dan mulai membersihkan lantai kelas, di mulai dari belakang hingga ke depan.
selesai menyapu aku merapikan kembali kursi yang di yang ku serakkan yang ku serakkan untuk mempermudah Aku menyapu.
****************
sudah seminggu sekolah di berlakukan sistem shift.
"hai".sapa nya. aku tersenyum.
__ADS_1
dia menarik kursi kemudian duduk di samping ku, sedikit berjauhan karena tidak ingin yang lain Salah Paham.
" Aca sama Rosa shift B?".
"iya". jawab ku tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang sedang ku baca.
Aca dan Rosa tidak tahu apa-apa tentang hubungan kami, Aku tidak pernah bercerita tentang Andra kepada Rosa dan Aca. Aku berencana menceritakan langsung kepada mereka tetapi Sayang nya tidak ada kesempatan untuk kami berjumpa terlebih sekarang sekolah saja menggunakan shift.
yang paling di sayang kan arhan, Aca, Rosa dan Reno berbeda shift.
shift A berisi Aku, Ayra, Kania, Dea, Innara dan teman yang lain nya menurut NIS absensi. untuk laki-laki nya berisi Arhan, Reno, Hafiz, Andra Ariel, dan revaldi.
"Na, ntar kita ke kantin ya".
"Kantin nggak dibuka Andra,, kita harus jaga jarak. sekolah aja pakai shift".
"Aku kira di buka". aku tersenyum tidak ikhlas pada nya.
"Cie yang lagi pdkt. Andra sering curhatin tentang kamu Na". Ayra menyampaikan berita dengan melihat ke arah Andra.
"ember". Andra berucap pelan bahkan hampir tidak terdengar.
__ADS_1
"tentang apa". aku bertanya karena penasaran.
happy reading😘