
Hari ini aku sudah Di antar Bunda pagi-pagi sekali. ini sudah menjadi kebiasaan, jika Bunda mengantar Elisa pasti bunda akan mengantar ku lebih cepat.
aku sudah melihat pengumuman nya namun Sangat di sayang kan kami gagal meraih 3 besar. aku tidak kecewa karena sedari awal aku tidak berharap akan menang.
beberapa menit menunggu di dalam kelas satu persatu mulai berdatangan.
"eh na, Cepat amat". aca meletakkan tas nya lalu duduk.
"biasa..". jawab ku santai.
"kamu dengar berita ga?".
"tentang apa?". tanya ku yang minim akan kabar terkini.
Pasal nya aku tidak suka menonton TV, hobi ku menggambar dan menulis Jadi jika aku sudah berhadapan dengan hobi ku aku akan melupakan dunia sejenak.
"Itu loh."
"eh..ehh". arhan berlari menghampiri kami.
"kenapa Sayang? kok kamu lari lari".
"kamu udah dengar berita belum?". tanya arhan
"tentang virus itukan?". arhan mengangguk.
"na, kamu jangan dekat-dekat sama Andra. dia itu keturunan Chinese bisa jadi dia juga kena virus itu". arhan mengingatkan.
dia baik sudah mengingatkan ku, tapi sayang Dia mengajarkan ku untuk menghakimi orang.
"ga boleh gitu Arhan.lagian itu virus apaan sih aku Ketinggalan berita".
__ADS_1
"itu tuh virus Corona kata nya berasal dari negara Chinese dan sekarang udah hampir menyebar ke indonesia". jelas arhan.
"Terus na, cara virus itu menyerang yang paling mengerikan". lanjut aca.
"Kenapa?". tanya ku tambah penasaran.
"begitu terkena virus itu kamu akan langsung kejang-kejang dan meninggal Tanpa sempat di selamat kan". Jawab arhan.
mendengar penuturan arhan aku sedikit takut, aku seakan sudah merasa ingin pulang dan mengurung diri di dalam rumah saja.
"Makanya kamu jangan dekat-dekat sama Andra. kita masih belum tahu bagaimana virus itu bisa menyebar dan bagaimana virus itu bisa ada". Aca mengangguk ikut menyetujui perkataan arhan.
...****************...
"Baik lah anak-anak sampai di sini saja materi kita hari ini, sampai bertemu lagi minggu depan".
"Baik bu".
aku melihat ke arah Andra, Andra bangun dari duduk nya dan keluar kelas namun sayang nya saat Andra keluar semua murid menghindar kemudian menatap Aneh ke arah nya.
Aku mengerti para murid takut namun tetap saja tak seharus nya mereka begitu, terlebih dia ketua kelas seharus nya para murid tetap bersikap seperti biasa.
Menurut ku tidak ada yang perlu di takut kan, urusan hidup dan mati sudah Tuhan yang menentukan.
"aku ke tempat andra dulu ya". Aku hendak bangun namun aca menahan tangan ku.
"Jangan aneh-aneh na semua orang menjauhi dia. Kamu juga mau dihakimi oleh mereka?".
"Tapi kasian dia Ca, dia dia kan ga salah".
"ga ga ga tetap ga boleh aku ga mau kamu di jauhi oleh semua orang".
__ADS_1
"tapi ca".
"pokok nya kali ini kamu harus dengerin aku". aca memegang erat tangan ku.
"mending kamu sama arhan ca".usul ku.
"kita bisa duduk bertiga sama arha, rosa sama reno juga". ucap aca memaksa.
"sayang, sini". aca memanggil arhan, kemudian beralih memanggil Rosa dan reno.
kami berlima duduk bercengkrama seperti biasa. canda dan tawa adalah bumbu manis di dalam pembicaraan.
sesekali aku memperhatikan Andra di sana, berdiri di koridor kelas. Sebenarnya aku ingin menemani nya bukan karena sok baik tapi aku mengerti.
Bagaimana rasa nya di asing kan oleh orang sekitar, Bagaimana rasa nya jika semua semua buah bicara tertuju pada nya, aku mengerti rasa nya.
aku ingat Kata ayah ku. "Jika ingin melakukan sesuatu kepada seseorang maka posisi kan lah diriomu sebagai orang itu". aku merealisasikan nasehat Ayah ku Oleh sebab itu Aku tidak akan menyakiti sembarang orang dengan sengaja.
"kepada murid SMA Negeri 1. saya umum kan kepada kalian, saya selaku kepala sekolah mengambil keputusan untuk meliburkan kalian sesuai dengan hasil rapat dengan Kementerian Pendidikan. kita akan libur dua minggu lama nya dengan itu saya ingat kan untuk menjaga kesehatan kalian dan keluarga Sekian dari saya terima kasih dan kalian boleh pulang".
"yey!!". teriak semua murid.
mereka semua bahagia karena akan libur, yang tidak ingin libur hanya kami. aku yang tidak bisa melihat Fathan, arhan dan Aca yang tidak bisa berjumpa di lain tempat selain sekolah, begitu pula Reno dan rosa.
Dengan berat hati kami menuruni tangga, kami menuju ke depan untuk menunggu jemputan di depan sekolah. masih ada beberapa jam lagi untuk kami pulang dalam waktu normal. Namun, ada beberapa murid yang sudah menelepon orangtua mereka untuk menjemput.
"Yuk bareng aku aja". ayra berdiri Tepat di depan ku.
"boleh deh". aku naik kemudian ayra segera melajukan motor nya.
begitu lah kisah ku benar benar berakhir dengan nya.
__ADS_1
tidak berjumpa Fathan selama beberapa hari ternyata aku tidak mengapa, aku tidak rindu dan ingin bertemu dan itu berarti aku sudah melepas nya tanpa ku sadari.