
Keesokan hari nya
“ehh ssumpah. Kemaren aku seneng bangett”. Antusias ku, setengah berteriak dan sedikit melompat, seperti cacing kepanasan saja.
“kebiasaan, pulang sekolah bukannya ke rumah malah nyangkut sana sini”.
“biarin,, yang penting yuna senang!!!”. Teriakku lagi.
“udah ihh.. ga usah teriak-teriak, sini ceritain”. Aca sudah duduk di kursi menungguku ikut duduk.
“jadi tuh kemarin...”.
Aku menceritakan semuanya kepada aca tanpa ada yang tertinggal sedikit pun. Mulai dari alasan ia ikut dengan ku sampai akhirnya kami memutuskan pulang karena melihat jam yang sudah menunjukkan jam 4 sore.
Aku juga menceritakan tempat yang direkomendasikan oleh innara. Tempat nya memang benar-benar indah, pemandangan laut biru dan banyaknya pohon-pohon hijau di sekitaran pinggir pantai.
__ADS_1
Kalian tahukan fungsi dari penanaman pohon di pinggir pantai?. Aku pernah mendengar dari guru geografi ku katanya ia berfungsi untuk mencegah abrasi, karena dengan adanya pohon dipinggiran pantai maka tanah di sekitarannya akan menjadi padat. Jadi jika semakin banyak pohon yang di tanam di pinggir pantai maka itu akan semakin baik.
Ada banyak pondok juga di sana, pondok yang di sewakan oleh pemilik kedai dengan cara sewa nya yaitu cukup dengan memesan makanan atau minuman sebagai tanda bahwa kita akan duduk di situ.
Pada saat kami datang tampak tempatnya memang sepi, mungkin saja karena hari ini bukan merupakan hari libur.
setelah kami memesan beberapa makanan dan minuman kami meletakkan tas kami di pondok yang nantinya akan kami duduki, sambil menunggu pesanan kami sampai kami memilih bermain di pantai, aku bersama fathan dan ayyra bersama rezky. Aku berlarian dipinggir pantai, sesekali fathan memberikan ancang-ancang untuk mengejar ku.
Jika dilihat dari sudut pandang lain, kami terlihat sangat bahagia seperti pasangan kekasih pada umum nya dan seperti itu juga aku memandang arah hubungan kami. oleh sebab itu, aku semakin jatuh cinta terhadap nya. Pipi ku akan memerah saat aku menceritakan tentang nya, jantung ku akan berdetak tak karuan saat aku menyebut nama nya, cinta ku terdengar berlebihan dan terkesan gila tetapi itulah kenyataan nya.
”kenapa kamu secinta itu sama dia?”. Tanya aca serius sambil menggenggam kedua tangan ku, ia seperti mengharapkan jawaban dari pertanyaan nya. Aku bingung harus bagaimana aku menjawab nya karena perasaan cinta itu bukan muncul dengan adanya ‘karena’, tetapi muncul begitu saja tanpa adanya alasan yang pasti. Jika kita masih mencintai seseorang dengan alasan karena ia baik, tampan atau apapun itu alasan nya percaya lah padaku itu bukan cinta.
“ kalau boleh aku ngasih saran. Kita manusia ga akan pernah tau apa yang akan terjadi kedepannya, bahkan untuk semenit kedepannya aja kita ga bisa menebak. Jadi, jangan terlalu menyukainya karena cinta itu timbal balik, bukan hanya menerima saja. Berjuang itu berdua bukan Cuma kamu sendiri na”. aca menasehati pelan.
aku mengerti maksud aca tapi dia juga harus tau bahwa menasehati seorang yang sedang jatuh cinta sama saja seperti mengatakan pada lalat bahwa bunga lebih indah dari bangkai dan kenyataan nya lalat tetap saja tidak akan memilih bunga seindah apapun ia. Jadi nasehat yang dikatakan sama sekali tidak berfungsi.
__ADS_1
“makasih ca, ntar kalau dia ga baik buat aku tuhan akan berusaha mematahkan hati ku. Sekarang aku mau nikmati dulu bahagianya aku dengan dia”.
Sebenar nya aku salah ketika aku mengatakan aku ingin menikmati bahagia nya aku dengan nya saat ini. Sangat perlu digaris bawahi bahwa kami ini hanya sebatas teman, tidak ada yang spesial, bisa dikatakan hanya akulah yang menganggap hubungan ini spesial dan istimewa.
Aku pernah mendengar kalimat “jika kamu salah menaiki kereta, maka turunlah di stasiun pertama agar kamu bisa segera kembali karena semakin jauh jarak tujuan mu maka sekamin tinggi apa yang harus kamu bayar dan semakin lelah pula untuk kembali pulang”.
Aku tau itu tapi di balik itu pula aku menikmati indah nya pemandangan yang kulihat di balik jendela kereta itu sendiri sehingga membuatku terlena, lupa dan enggan untuk kembali dan sekarang kereta itu sudah membawa ku sampai sejauh ini.
Jika aku boleh meminta kepada Tuhan. Aku ingin meminta kepada Tuhan agar hati ku tak pernah tersakiti oleh orang lain, aku tau itu tak mungkin karena di setiap rasa senang yang kita dapatkan sekarang adalah hasil dari rasa sakit yang kita rasakan entah itu rasa sakit di masa lalu ataupun rasa sakit di masa depan. Tetapi apa salah nya meminta?.
“tapi na, denger-denger sekarang dia udah baikan sama mantannya”.
Aku melihat wajah aca yang sedikit sungkan mengatakan nya, dia pasti takut aku akan sedih tapi aku percaya dia mengatakan itu agar nanti hati ku tidak terlanjur sakit jika kelak mengetahui nya.
“mereka balikan?”. Aku menunjukkan wajah santai seperti tidak ada cemburu sedikitpun, padahal jika aca dapat melihat isi hati ku sekarang dia pasti akan merasa tidak nyaman membahas nya.
__ADS_1
“ga tau sih, aku tau nya mereka baikan tapi ga sampe balikan. Nanti deh kamu coba ngomong sama fathan ya?”.
“iya dehh”. Aku tersenyum meskipun itu senyum paksa. Siapapun akan mengerti jika mereka berada di posisi ku.