
Aku melihat andra berdiri sendiri di depan kelas. Seperti biasa, tontonan yang paling menarik bagi anak kelas atas adalah para murid yang berada di bawah.
“gimana ndra?”. Aku berharap dia mengerti maksud pertanyaan ku.
“aku udah ngajuin diri ke kelompok B”.
“kenapa pindah?. Kalau masalah kemarin kan masih bisa di omongin, ayra juga bakalan minta maaf ke kamu”.
“udah gausah ganggu dia na, aku malas berurusan sama dia”. Melihat bagai mana kesal nya andra aku menjadi sungkan melanjutkan pembicaraan.
Setelah beberapa menit berdiri dalam diam akhir nya aku memutuskan untuk masuk ke kelas.
aku melihat rosa duduk sendiri dengan sebuah pulpen di tangan nya, entah apa yang ia tulis. Sedang kan aca duduk berdua dengan arhan di pojok kelas.
“ngapain?”. Aku memukul pelan meja di depan rosa.
“ga ada”. Rosa menutup buku nya lalu menyimpan nya di dalam laci meja.
“na!”.
“hmm?”. Aku melirik rosa sekilas.
“kamu sering bareg reno kan?”.
__ADS_1
“iya. Kenapa?, kamu suka ya”. Jarang sekali kami membicarakan laki-laki, sekali nya berbicara tetang laki-laki itu pasti laki-laki yang kami sukai.
“ga, Cuma tanya aja. Dia gimana sih orang nya?”.
“ya ga gimana gimana, baik pasti jahat engga, rajin iya malas juga kadang- kadang. Dia sama kayak kita sa”. Ucap ku serius.
“ga gitu. Maksud ku yang lebih spesifik”.
“dia punya ibu, ayah dan dua adik. Jangan lupa satu mantan, kalau untuk di jadi kan pacar lebih baik jangan, soal nya lebih cocok di jadi kan suami”. Canda ku.
“kalau kamu di jodohin sama dia mau ga?”.
“aku kan punya fathan”.
“ gapapa yang penting kan aku ga mengganggu”.
“kamu emang ga pernah salah na”. Aku tersenyun penuh arti.
“aku suka reno”. Ternyata tebakan ku benar. Sangat mudah di tebak, yang jarang membicarakan sesuatu dan tiba-tiba membicarakan sesuatu pasti ada sesuatu di dalam nya.
“akhir nya ada juga yang kamu suka sa”.
“kamu dekat sama dia na, kamu gapapa kan?”. Tanya rosa khawatir.
__ADS_1
“kamu tau perasaan ku sa, aku ga bisa suka siapa-siapa selain fathan”.
Aku benar-benar tidak berbohong soal ini, jika fathan bisa ku ganti akan ku ganti dengan kenza yang sedari dulu mengejar ku, jika fathan bisa ku ganti akan ku ganti dengan deniel yang sudah tau baik buruk nya aku. Yang jadi permasalahan nya di sini karena aku tidak bisa. Sedekat apapun aku dengan seseorang fathan tetap tidak bisa terganti kan.
“aku minta kamu jangan kasi tau siapa-siapa ya”. rosa mengingat kan karena dia tidak ingin menjadi buah pembicaraan bagi orang lain.
“paling sama aca”. Jawab ku.
“aca udah tau”.
“yaahh ga seruu”.
“dahlah na, cape aku berurusan sama kamu”.
“heh, aku kira cuma aca doang yang cape sama aku, akhir nya kamu juga cape”. Aku tertawa.
“na, ngomong sekali lagi ku banting kamu na”.
“sini dengerin aku ngomong”. Rosa beranjak pergi tanpa menjawab perkataan ku.
Happy reading teman teman semua jangan lupa like jika kalian suka dengan cerita nya, vote and komen.
jika kalian mempunyai saran jangan sungkan dan ragu untuk berkomentar
__ADS_1
komentar kalian akan sangat membantu author dalam memperbaiki segala kekurangan dan kesilapan.