Mentari (2021)

Mentari (2021)
66


__ADS_3

"Kami duluan ya".


"Iya hati-hati Na". aku melaju kan motor ku dengan kecepatan tinggi agar segera menghilang dari hadapan nya.


"dia aneh May, bosen sama dia nggak ada yang di bahas". ucap ku setelah memelankan kecepatan motor ku.


"grogi kali dia na".


"Nggak tau ah, aku males bahas Dia". kemudian kami tidak berbicara lagi.


aku kembali menaikkan kecepatan motor ku terus sampai ku di rumahku. jangan lupa ada Ryan yang mengantar kami, karena sering nya dia mengantar kami, kami sudah merasa biasa saja rasa nya seperti kami pulang berdua saja tanpa Ryan.


ku baca ada pesan masuk dari nya.


"udah sampai Na?, aku mau telepon".


"udah". balas ku.


panggilan masuk dari nya.

__ADS_1


"Halo".


"iya halo". jawab nya di seberang sana.


"aku nggak bisa ngomong lama-lama kalau mau ngomong sesuatu langsung aja".


"Na ini terakhir aku tanya ke kamu. Aku nggak tahu kamu bakal terima atau enggak tapi yang pasti kalau kamu tolak aku nggak akan pernah nanya ini lagi. kamu kamu mau nggak kita pacaran?".


aku diam Sejenak, aku memikirkan semua nasehat bunda dan perkataan Maya, kata Maya "Lebih baik aku menyesal karena sudah terima dia dari pada menyesal karena belum mencoba menerima dia. Mungkin Tuhan mau kamu bahagia na Tuhan nggak mau kamu terus-terusan berharap sama Fathan".


benar kata Maya, tidak salah nya aku mencoba. nasehat Bunda juga bahwa menerima dia yang mencintai kita lebih baik dari pada mengejar yang kita cintai.


"yang harus kamu tahu aku belum bisa lupain Fathan dan syarat-syarat yang aku maksud aku mau kamu menghargai hobi ku sebagai fangirl. Aku nggak mau kamu ngelarang ngelarang Aku suka Korea Korea an, kalau kamu mau terima keadaan dan syarat ku kita bisa pacaran". sengaja Ku kata kan dengan tegas agar nanti nya tidak ada masalah yang berhubungan dengan Fathan dan Kpop.


"Na aku tahu kamu sayang Fathan aku juga tahu kamu nggak bisa lupain dia sekarang itu Nggak masalah na, melupakan bukan hal yang mudah, Aku bakal bantu kamu lupain dia. tentang syarat kamu aku juga bakal terima, kamu gausah takut aku ngelarang kamu suka sama oppa Korea mu itu ".


"Oke kalau gitu, Udah dulu ya".


"kita pacaran kan?".

__ADS_1


"Iya Sampai ketemu besok". aku memutus kan panggilan telepon. Entah ini keputusan yang benar.


tanggal 21 Januari 2021 kami resmi berpacaran


...****************...


Hari ini aku juga berangkat dengan Inara. karena kemarin aku yang menjemput nya maka hari ini dia menjemput ku.


"aku udah jadian sama Andra". ucap ku memulai percakapan.


"setidak nya kisah cinta kamu Happy Ending na, nggak kayak aku". Inara sudah sangat lama memendam perasaan nya kepada Asyril, aku sudah menyarankan nya untuk mengungkapkan kepada Asyril namun kata nya "dia nggak suka aku, aku nggak mau dia kasihan kepada ku karena aku menyukai nya dan aku nggak mau karena dia takut menyakiti hati ku dia malah menerima ku". karena jawaban nya itu Aku tidak berhak memaksa nya walaupun lebih baik mengungkapkan karena ada kejelasan nanti nya.


"Masih terlalu awal kalau kamu bilang kisah ku berakhir bahagia". Inara melaju kan motor nya tidak ada lagi percakapan sepanjang perjalanan menuju ke sekolah.


Sesampai nya di kelas aku langsung meletakkan tas ku di kursi kemudian mulai membuka buku, membaca sambil menunggu guru masuk kelas. tidak ada yang spesial hari ini kami bersekolah seperti biasa.


Andra datang tepat 5 menit sebelum guru masuk, tidak ada percakapan antara kami seperti nya ia malu berbicara dengan ku dan aku pun sama, mengingat ini adalah hari pertama kami sekolah dalam status hubungan pacaran tentu ada perasaan yang berbeda. dari awal masuk hingga pulang sekolah dia tidak menyapa ku sama sekali, aku hanya sesekali memergoki dia yang ketahuan menatap ku.


happy reading

__ADS_1


__ADS_2