
selama latihan berlangsung ada satu hal yang membuat ku jengkel. yaitu pelatih yang hanya mau mengajari mereka yang badan nya lentur dan tangan yang gemulai.
aku tau, badan ku keras seperti robot saat menari. namun, di sini aku membayar ia untuk melatih dan mengajari ku menari. seharusnya semua gerakan akan di ajarkan sama rata dengan mereka yang gemulai.
setiap ia memanggil aca, rosa, ayra, kania dan anggota perempuan lain nya untuk latihan, aku menatap pelatih nari dengan tatapan tajam sedang kan dea dan nelfi menatap sedih. kami seperti tak dianggap di sini.
"hei kalian, yuk duduk di sini". arhan memanggil kamu.
bersyukur arhan memanggil kami, dari pada kami harus berdiri di sini seperti orang bodoh.
kami duduk melihat mereka sedang memainkan alat musik, mencari cari nada yang cocok untuk tarian yang sedang di garap.
"kalian ini, udah ga bisa malah duduk di sini".
pelatih nari sudah berada di belakang kami dengan tangan berada di pinggang nya.
kami bertiga bangun dari duduk. ku lihat nelfi dan dea menunduk kan kepala nya, kemudian aku menatap pelatih nari tersebut.
" rugi kami bayar mahal, di ajarin engga malah di suruh belajar". ucap ku pelan.
__ADS_1
kemudian pelatih tersebut pergi tanpa menanggapi perkataan ku.
aku bingung sekaligus kesal. seharusnya jika dia ingin kami belajar, dia sudah memberi tahu apa saja yang harus kami pelajari, jangan karena gerakan kami kaku kami di anak tiri kan.
bayangkan saja, jika kami bisa tidak mungkin kami mencari pelatih.
...****************...
sepulang latihan, sudah menjadi kebiasaan kami untuk pergi ke pantai. sekedar melepas penat sambil melihat pemandangan matahari terbenam.
begitu duduk di bebatuan pinggir pantai, aca, rosa, ayra, dan kania pun mendekat ke arah ku.
"maaf kenapa?". tanya ku penasaran.
" kata bang deni dia ga suka kalau kamu natap dia kayak gitu".
bang deni adalah pelatih nari kami.
"bilang juga sama bang deni, aku juga ga suka kalau dia milih kasih. kami sama kalian bayar nya sama kania, seharusnya dia memperlakukan kita semua sama". ucap ku setengah kesal.
__ADS_1
" kamu jangan marah sama kami ya". ayra mewanti wanti.
" ngapain aku marah ke kalian?. aku ga marah sama siapa siapa termasuk bang deni, aku cuma mau nunjukin kalau aku ga suka dengan cara dia mengajar. gimana cara memberontak yang baik?, aku udah ngasih tau baik baik tapi dia ga mau mengerti". masih berbicara sengan nada kesal.
"ya udah besok kita diskusi in sama bang deni ya"
ajak rosa.
"ga, jangan gitu. tipe tipe kayak bang deni itu bukan orang yang mudah buat di ajak diskusi. mending gini aja, kania whatsapp bang deni terus bilang kalau bang deni masih membedakan kami, kami akan stop latihan sama bang deni dan kami akan cari pelatih pengganti". aku setuju dengan yang di katakan acara.
setelah kami setuju, kania langsung mengirim pesan kepada bang deni.
masalah untuk saat ini selesai, kami kembali menikmati indah nya sore berganti malam.
Happy reading teman teman semua jangan lupa like jika kalian suka dengan cerita nya, vote and komen.
jika kalian mempunyai saran jangan sungkan dan ragu untuk berkomentar
komentar kalian akan sangat membantu author dalam memperbaiki segala kekurangan dan kesilapan.
__ADS_1