
Happy reading❤️
jam istirahat hampir berakhir beberapa menit lagi. aku baru melihat Andra kembali ke kelas dengan pangsit goreng berada di tangan nya dia, mengambil posisi duduk di kursi paling belakang tidak tidak jauh dari tempat Aca dan arhan membucin
"Yuna yok duduk di sini". panggil nya.
"gapapa Aku duduk di sini aja bareng Rossa, ayra". aku melihat ke arah ayra dan rosa.
"iya kan?". tanya ku meminta persetujuan dari mereka berdua.
"udah duduk di sana aja kamu Na, dia itu pacar kamu, kamu nggak boleh sering-sering kasih penolakan ke dia". ujar Rosa.
"nggak tau nih si Yuna, orang lain malah pengen deket sama dia Lah kamu Malah nolak". sambung ayra
"orang lain itu kamu ay?, Kamu kan suka sama dia ngapain Comblang in aku sama dia?".
"itu kan dulu.. udah sana pergi temanin dia". ayra mengusir ku, aku beranjak bangun menghampiri Dia kemudian aku duduk di depan nya.
sudah beberapa menit aku di sini, tidak ada yang kami bicara kan. aku enggan berbicara dengan nya dan lagi tidak ada topik yang perlu di bahas.
__ADS_1
"kamu mau?". dia menawarkan pangsit goreng yang ada di tangan nya. aku menggeleng.
Ku lihat dia makan, memasuk kan pangsit satu persatu ke dalam mulut nya dengan cara menusuk nya dengan tusuk sate.
"emmm...kayak nya mau deh". aku mengulum senyum.
dia melirik ke arah ku sekilas lalu menusuk pangsit kemudian menyodorkan nya ke depan Mulut ku. Aku hendak memegang tusukan tersebut tapi dia tidak memberi nya, alhasil aku menerima suap an dari nya.
"dasar bucin!! nggak bisa apa beli nya dua?". teriak Ayra membuat seisi kelas melirik ke arah ku.
aku diam saja menyembunyikan wajah ku dengan sebelah tangan.
"Aku mau duduk bareng Mereka aja ya, bentar lagi masuk". Aku mencari alasan untuk meninggalkannya.
"guru nggak masuk kok tadi aku udah tanya". alasan ku gagal, Aku juga lupa Kalau dia ketua kelas yang tentu saja para guru pasti akan memberi tahu nya terkait dengan jam masuk, pembagian tugas dan lain-lain.
"Oh gitu ya". aku mengangguk angguk pelan.
Begitu lah hari ini kulewati masih tidak ada yang spesial bagi ku.
__ADS_1
...****************...
aku masih berteman dengan ayra, hanya saja dia sering menyindir ku dan aku pun tak jarang membalasnya.
dia seperti ikhlas tidak ikhlas melihat aku dan Andra bersama. dia selalu mencari alasan untuk dekat dengan Andra melalui ku, aku memang merasa namun sering ku biar kan karena dia masih ku anggap teman.
aku tau mereka berteman sebelum Andra dengan ku tapi seharus nya jika dia suka kepada Andra, dia tidak seharusnya membuat Andra jadi begitu kepada ku, hingga membuat kami berpacaran.
sekarang pun ingin ku jauhi Andra, semua sudah terlanjur, Andra sudah berpacaran dengan ku. bagaimana bisa aku menjauhi nya disaat kami sudah berpacaran. namun walaupun aku menerima Andra, aku belum sepenuh nya kepada nya.
ayra benar benar tidak berubah, disaat aku dekat dengan kenza, dia juga begitu. dia mendekatkan ku dengan kenza namun yang ku lihat sebenarnya dia lah yang ingin dekat dengan kenza. itulah salah satu alasan aku tidak ingin menerima kenza selain dia friendly kepada perempuan lain.
ayra sering menyindir Andra, mengatakan Andra seperti kacang yang lupa akan kulit nya, mengatakan Andra tidak tau cara berterima kasih padahal dia sudah membuat Andra berpacaran dengan ku.
aku sedikit sakit mendengar nya karena pada dasarnya Andra berpacaran atau tidak dengan ku itu semua berdasarkan keputusan ku bukan berdasarkan cara dia mendekatkan kami.
aca pun mengatakan hal yang sama dengan ku, keputusan ada di tangan ku, bukan dia yg membuat kami menjadi dekat dan berpacaran.
sekarang selagi ia tidak berlebihan menyindir atau bersikap berlebihan aku akan mendiamkan nya.
__ADS_1