
minggu- minggu berlalu, berlalu nya minggu minggu ini cukup membuat ku menjauhi Reno, menjaga batasan dalam berteman dengan reno dan dekat dengan beberapa murid lain nya.
bayang kan saja nasib si jomblo ini. saat jam istirahat, aca bersama, rosa bersama reno dan ayra pergi ke kelas IPA. kemana aku harus beradu nasib?, ingin bergabung bersama rosa dan aca tetapi rasa nya akan sangat tidak nyaman menjadi nyamuk diantara mereka.
ingin rasa nya bergabung dengan ayra tetapi ayra tidak hanya menetap di satu tempat. ingin bergabung dengan teman yang lain takut pembahasan ku melenceng dari mereka.
memang se mengenaskan ini nasib ku.
sekarang di sini aku bersama asyril, duduk di bawah pohon rindang sembari menunggu pelatih datang. sedari tadi kami memperhatikan dua pasang kekasih yang sedang memadu rasa.
"kamu ga suka siapa siapa ril?". tanya ku kepada asril.
" ga, malas". jawab nya singkat
"dulu rosa juga bilang gitu tapi liat sekarang". aku menunjuk ke arah rosa kemudiam tersenyum paksa.
" sekarang dia ninggalin aku". aku menunduk lesu.
__ADS_1
" gapapa kan masih ada aku". entah apa yang ia maksud, tapi memang rasa nyaman cepat muncul ketika kita sering menghabiskan waktu bersama.
" jangan berharap lebih ntar pertemanan kita rusak". saran ku.
"ya ga lah". asyril tertawa dengan memalingkan wajah nya.
dalam beberapa minggu ini aku terbilang sangat dekat dengan asyril, tapi semua itu kembali lagi kepada ku. aku sama sekali tidak menganggap nya lebih dari teman.
merasa kan satu patah hati saja cukup membuat ku jera.
semenjak rosa dan reno dekat, aku juga ikut dekat dengan andra. kedekatan kami memiliki cerita tersendiri yaitu karena sering nya andra melihat ku sendirian di koridor kelas sambil memperhatikan luas nya halaman sekolah.
mulai pertama ia hanya berdiri di samping ku tanpa berbicara sepatah kata pun, kali kedua ia berdiri di samping ku dia sudah mulai menyapa, kali ketiga dia sudah mulai menanyakan alasan aku berada di sana dan sekarang pembicaraan kami lebih intens dari pada sebelum nya.
"yunaa!!". ayra duduk di samping kanan ku.
"rosa pacaran sama reno ya?".
__ADS_1
"baru dekat". jawab ku singkat.
"belum pacaran?". tanya nya lagi.
"belum".
"biarin aja mereka ngapain di urusin". sambung asyril yang mendengar percakapan kami.
" ya ga sih, penasaran aja bisa ga ya reno lupain aku?. soal nya kami pacaran lumayan lama na, trus aku juga mantan reno satu satu nya bisa di bilang aku cinta pertama nya reno. kata orang cinta pertama itu paling susah di lupain. apa lagi orang tua kami pada tau kami pacaran". perkataannya membuat ku risih.
" pacaran masa SMP itu ga di itung ay, masih cinta monyet. lagi pula hidup ga harus berputar di masa lalu aja". ucap ku sedikit kesal. padahal hubungan mereka sudah lama berakhir namun ia tidak pernah memberikan reno ruang untuk bernafas sedari dulu.
dia menganggap hanya dia lah yang di cintai oleh reno, di juga menganggap bahwa semua lelaki yang menyapa nya menyukai ia. selebih nya dia adalah teman yang sempurna bagi ku.
" trus kamu gimana?. hidup mu juga masih berputar di masa lalu. kamu masih menyimpan perasaan buat fathan". balas nya.
"iya aku tau. maka nya aku coba lari dari garis putaran itu, aku paksa diri aku buat keluar karena masa lalu akan tetap menjadi Masa lalu".
__ADS_1
begitu pelatih datang kami semua bangun dan berkumpul di mana pelatih berada untuk menerima pelajaran.