
“fathan nyariin kamu tadi na”. Rosa menghampiri ku yang hendak masuk ke kelas.
“ha beneran?” karena di jebak oleh ayra untuk bersama kenza aku sampai melupakan fathan.
“tadi dia bawa jajanan, mungkin mau ngasih ke kamu karena dia kira kamu ga jajan”.
“yaa aku emang ga jajan sih”. aku duduk di samping aca. Rosa menarik kursi lain dan duduk di depan kami.
“tadi ayy ninggalin aku bareng kenza, trus aku balik duluan deh”. Ku ambil tumbler milikiku dan meminum air di dalam nya.
“kenza masih nanya hal yang sama, huh”. Aku tersenyum lelah.
“yaudah sih terima aja, lagian udah lama loh dia ngejar kamu”.
“aku ga bisa ca. Yang pertama, dia adalah mantan via. Yang kedua, dia ga punya batasan dalam berteman. Aku ga mau makan ati. Dan yang terakhir, kamu tau kan gimana perasaan aku ke fathan”. Aca mengangguk mengerti.
Aku hanya mau membagi hati ku kepada enam orang. Ayah, bunda, adikku, sahabatku, yoongi , dan fathan. Khusus perasaan ku kepada fathan aku tidak ingin membagi nya kepada yang lain.
Yoongi, sudah ku anggap sebagai bagian hidup ku. Cinta ku pada nya hanya sebatas fans kepada idola nya namun bagi ku itu sangat besar.
__ADS_1
Yoongi, kalian kenal dia?, mungkin sebagian orang yang menyukai kpop mengenal nya. Namun, biar kuberi tahu lebih jelas tentang nya. dia pria kelahiran daegu dengan ciri khas gummy smile nya, dia pria yang dingin namun berhati hangat, pria yang selalu belajar dari kepahitan hidup nya, dia tidak banyak bicara tapi selalu memperhatikan sekitar nya, aku jatuh cinta dengan sikap dewasa dan tenang nya. Aku belajar banyak hal dari nya. Aku jatuh cinta pada nya saat melihat nya pertama kali di era boy with luv. Aku melihat banyak yang tampan seperti soekjin dan taehyung yang ketampanannya di akui dunia, jungkook yang juga memiliki banyak fans dan multitalent, namjoon yang suamiable, jhope dan jimin yang memiliki daya tarik tersendiri dan yoongi?, aku merasa dia berbeda.
“ehh itu fathan, samperin gih”. Aca menunjuk menggunakan mata nya. Aku bangun dan menghampiri fathan.
“kata rosa kamu nyariin aku?”. Dia mengangguk dan tersenyum, tetapi senyum nya seperti terpaksa dan terasa aneh, aku tidak mengerti bagaimana menjelaskan nya.
“kayaknya kamu udah makan”. Ingin aku menjawab. Namun,,,
“aku pergi dulu ya”. Belum sempat aku mengangguk pun dia sudah menghilang dari pandangan ku. Aku kembali duduk dengan aca dan rosa.
"kayak nya ada yang beda dari dia”.
“beda apa nya?”. Tanya rosa.
...****************...
Ujian semester semakin dekat, para murid di sibuk kan dengan tugas nya masing-masing. Ada yang belajar dengan tenang karena nilai telah mencukupi, ada yang uring-uringan mengerjakan tugas untuk mencukupi nilai-nilai yang kosong. Jika aca adalah orang yang bisa belajar dengan tenang maka aku adalah orang yang uring-uringan tersebut.
Bukan nya aku malas mengerjakan tugas, namun seberapapun aku berusaha seperti nya tetap tertinggal satu.
__ADS_1
Dan yang lebih parah?, Ayra. dia pagi-pagi sekali ke kantor guru untuk menjumpai guru yang bersangkutan, meminta di berikan tugas dengan jaminan nilai akan membaik.
“fathan kayak nya santai-santai aja”. Dia duduk bersama teman nya, mendengar teman nya bercerita dan sesekali menanggapi.
“dia emang gitu, yang penting naik kelas”. Aca menanggapi.
“akhir-akhir ini kalian kok jauh gitu? Ga kaya kemarin”. Lanjut aca.
“ga tau. Dia aneh, aku ngomong dia Cuma jawab hmm kalau ga cuma ngangguk, ga kaya biasa nya”.
Entah ada yang salah dengan ku, dia berbeda. Semenjak hari itu, hari dimana dia mencari ku disaat aku bersama kenza.
“mungkin dia lagi ada masalah, kamu coba ngobrol lebih banyak sama dia ya”. Aca memberi saran. Aku mengangguk tanda setuju.
Setelah beberapa saat aku melihat fathan duduk sendirian dengan sebuah buku di tangan nya. Tidak di baca, dia hanya memainkan buku tersebut. Aku menghampiri nya, duduk di depan nya.
“kamu lagi ada masalah an?”. Dia menggeleng tanpa mengalihkan pandangan.
“jadi kok cuek gini? Ga kaya biasa nya, aku ada salah ya sama kamu?”. Dia kembali menggeleng.
__ADS_1
“kok kamu gini sih an, aku kan udah pernah bilang sama kamu kalau aku ada salah bilang aja biar aku bisa perbaiki”. Kesal ku pada nya, dia kira aku masa lalu nya yang tau semua tentang nya?.
“hm”. jawaban singkat yg semakin membuat ku kesal.