
"tanya bunda mu aja Na". saran Maya.
di saat bingung begini lah aku butuh Bunda.
Karena di sibuk kan dengan tugas sekolah online aku jadi tidak punya waktu untuk duduk dan berbicara dengan bunda terlebih Bunda juga sibuk setiap hari.
"ntar ajalah may"
setelah menggunakan sepatu kami melakukan pemanasan sebelum berlari setelah pemanasan selesai kami mulai berlari kecil, Maya di depan dan aku mengikuti dari belakang.
****************
"besok udah mulai sekolah kak?". bunda duduk di tepi ranjang, melihat ku mengerjakan tugas ku yang akan ku kumpul esok pagi.
"Udah Bun, Ayah mana?". aku melihat ke arah bunda saat bertanya.
__ADS_1
"Ayah ke warung pakwu Simpang". aku mengangguk mengerti kemudian lanjut mengerjakan tugas.
"Bun aku mau ngomong". aku menutup buku ku kemudian memasukkan nya ke dalam tas.
"Kan dari tadi kita ngomong". bunda tertawa kecil
"ini yang serius Bun". kesal ku.
"ya udah Kakak mau ngomong apa?".
"Kakak mau nya gimana?". tanya bunda setelah mendengar cerita ku.
"aku bingung bun, aku masih sayang sama seseorang". aku tidak pernah memberi tahu bunda siapa seseorang itu, aku tidak ingin memberi tahu bunda karna aku hanya menganggap bahwa cinta ku hanya sepihak.
"kalau Bunda yang ngasih saran, terima lah laki-laki yang rasa cinta nya melebihi cinta mu pada nya, bahkan sekali pun kamu tidak mencintai nya pilih lah dia. kakak juga tahu kan bunda dan ayah juga begitu, bunda di paksa menikah dengan orang yang nggak Bunda cintai tapi akhir nya lahir lah Kamu. cinta itu hanya masalah waktu sayang". bunda tersenyum.
__ADS_1
"Nggak Bun, nggak semudah itu. aku berprinsip jika aku tidak mencintai nya Maka jangan harap kami bisa bersama, jika aku bersama nya aku tidak bisa merasa kan perasaan yang aku cari untuk apa aku bersama nya. Bagaimana kalau dengan nya aku hambar Sampai Mati?".
"kamu nggak salah Sayang, ada beberapa perempuan yang berpikiran Sama dengan mu. Tapi Bunda sudah pernah muda dan sudah paham bagaimana pahit getir nya dalam rumah tangga. percaya Bunda, bagi yang sudah merasa kan sakit nya di posisi mencintai maka perasaan hambar sampai mati adalah lebih baik dari pada itu". aku di posisi mencintai dan itu benar sakit namun seperti nya sakit ini masih bisa ku tahan.
"Aku akan coba". Ucap ku pelan.bunda mengelus kepala ku.
yang di katakan bunda benar tapi aku penasaran bagaimana Bunda mampu menerima ayah? yang tidak Bunda cintai, terlebih aku mendengar dulu bunda sangat membenci Ayah karena ayah menggagalkan rencana pacar bunda untuk melamar Bunda. karena itu setelah 2 tahun pernikahan Bunda baru positif hamil jadi selama setahun lebih Bunda hidup bersama orang yang di benci nya hingga akhir nya bunda mau menerima ayah.
aku salut karena Bunda mau menerima Jalan yang telah Tuhan Tentukan. kemudian Lahir lah aku sebagai anak pertama yang harus memiliki pundak baja. apa benar kata bunda?, cinta itu masalah waktu?.
"Kamu tidur ya, Besok terlambat bangun".
"Iya bun". aku menaik kan kaki ku ke atas kasur, memposisikan badan ku untuk tidur. Bunda menyelimuti ku kemudian keluar dan menutup pintu kamar.
happy reading🤍🤍
__ADS_1