Mentari (2021)

Mentari (2021)
56


__ADS_3

"jadi yang urusan tadi?". aku mengerti maksud Maya


"Dia ngajak jalan lagi".


"lagi?". tanya nya. aku mengangguk.


"Pergi aja lah Na, sayang juga kalau selalu di tolak". saran maya.


"makanya aku juga nggak enak selalu nolak dia. jadi, aku mau kamu yang temenin".


"Na aku nggak ikutan kalau itu Na, kamu tahu sendiri kan ayah mu gimana?".


Ternyata bukan hanya aku saja yang takut kepada ayah ku. Maya juga, karena melihat sifat Ayah ku kami berdua tidak bisa berbuat apa-apa, kami terkekang.


"Karena aku tahu Ayah ku maka nya aku mau kamu ikut".


"nggak Na, kalau nanti ketahuan aku juga ikut di bunuh ayah mu".


perkataan maya berlebihan, Ayah ku memang tegas namun Ayah aku tidak kejam.


"Ayah ku nggak sekejam itu May". aku kembali meneguk minuman ku


"Tetap aja Yuna,,,ayah mu galak".


"Jadi gimana dong? Kan nggak mungkin aku tolak lagi". keluh ku.


"Ya nggak tau". Jawabnya santai.

__ADS_1


"ntar aku temenin kamu juga buat jumpa Ryan gimana?". aku mengeluarkan jurus rayuan.


aku yakin jika aku membawa nama Ryan dia akan setuju.


"tetap aja Na aku takut".


"nggak ntar aku yang tanggung jawab". bujuk ku lagi meyakinkannya.


aku menghabiskan minum ku kemudian bangun hendak pulang.


"kamu langsung siap-siap aja". Titah ku kepada Maya. Maya tidak menjawab namun aku tahu bahwa dia setuju.


Se sampai ku di rumah, dengan cepat ku ambil handuk dan berlari kecil ke arah kamar mandi.


"eh mau ke mana Kak kok buru-buru". Bunda yang dari arah dapur menghentikan ku


"jalan-jalan Bun sama Maya, Keburu sore".


"iya Bun hati-hati". Bunda tersenyum kemudian berlalu pergi.


Aku mencuci rambut ku dan menggunakan sampo beraroma vanila. Sebenar nya aku suka Cappucino tapi entah dari mana ku dengar bahwa Suga menyukai vanilla, jadi lah aku mencoba-coba dan lama-lama terbiasa akhir nya aku suka.


Benar kata orang "hati-hati dengan kebiasaan karena suatu waktu kamu pasti akan menyukai nya. dan jika hilang rasa nya pasti menyakitkan".


Selesai mandi aku memilih baju yang akan ku kenakan. aku memilih baju yang tidak terbuka dengan menggunakan celana jeans dan kaos lengan panjang.


setelah selesai bersiap-siap aku kembali menghampiri Maya di rumah nya sekedar untuk melihat apakah ia sudah siap atau belum.

__ADS_1


"May! udah siap belum?". tanya ku dari luar rumah nya.


"udah sebentar". jawab nya dari dalam.


"Nggak usah cantik-cantik May". ucap ku lagi.


"Iya sebentar". Maya keluar dengan dress selutut yang ia kenakan.


"Yahhh Maya nggak adil". ucap ku begitu melihat ia keluar.


"Aku pakaian santai kamu nya secantik itu". aku menampilkan wajah cemberut ku.


"Ya udah sih nggak papa".


"nggak mau ah May, aku ganti dulu deh".


begitu lah perempuan, jika merasa tidak cocok dengan sekitar maka ia akan resah.


"nggak usah Na, nanti kita telat Terus pulang nya magrib gimana?".


"Iya juga sih". aku membenarkan perkataan maya.


"Ya udah buruan ambil motor". saran nya


"iya deh Nggak sabaran amat tadi di ajak nggak mau". sungut ku kesal.


tidak Bisa kah Maya berkompromi dengan ku Harus memakai baju apa?.

__ADS_1


aku kembali ke rumah untuk mengambil motor, kami pergi berdua dari rumah, Andra juga sudah mengirim kan alamat nya kepada ku Melalui aplikasi whatsapp


Happy reading🥰🥰


__ADS_2