
"Udah di rumah arhan aja". itu lah kesepakatan terakhir.
minggu ini sekolah sudah di berlaku kan normal, sekolah seperti biasa dengan syarat memenuhi protokol kesehatan.
Kami semua setuju untuk membuat tugas di rumah arhan. Walaupun berbeda kelompok tetapi tempat pengerjaan tugas tetap di satu tempat.
begitu lah Kami mencari Kesempatan Dalam kesempitan untuk berkumpul bersama sama karena jika tidak di saat-saat seperti ini maka kesempatan di lain waktu pasti tidak ada
Sore hari nya sekitaran jam 3 sore Kami sudah berkumpul di tempat arhan. Kami duduk di teras rumah nya duduk berkumpul sesuai kelompok.
di menit pertama kami berfokus pada tugas kami, Selesai mengerjakan tugas itu lah saat bagi kami menghabiskan waktu membuat canda tawa mengisi kenangan.
"Yang satu cantik yang satu nya lagi ganteng, Kayak nya udah janjian nih". ucap ayra menyindir. aku tidak menghiraukan nya karena memang itu lah kebiasaan nya.
"Siapa?". tanya Aca.
"nohh". ayra menunjuk Andra dengan mulut nya.
"yang satu nya lagi ini". Ayra menepuk tangan ku.
__ADS_1
"kok aku sih ay?, kamu jangan nyebar fitnah nggak baik. fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan".
"kalau Fitnah lebih kejam dari pembunuhan Kenapa orang yang membunuh lebih berat hukuman nya dari pada orang yang memfitnah?". tanya dea
"Ya nggak tahu. Kamu kan mau ke sekolah hukum Harus nya kamu lebih tau dari aku". aku melirik Dea serius.
"tapi ya de Kalau menurut aku pernyataan itu cuma berlaku buat kita yang beragama Islam, Kalau nggak salah itu pernyataan dalam Alquran atau Hadis gitu. jadi, hukuman fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan di neraka nanti. dunia ini tidak adil". lanjut ku.
"ah kalian nggak seru masa bahasan nya materi"
kesal ayra
"air putih nggak ada, kucing nya lagi beranak di atas kotak minum jadi nggak bisa ambil minum nya nanti mama nya ngamuk".
"Yaaa Pelit masa minum doang nggak bisa".
"Serius kalau nggak percaya Ayo kita lihat".
"Aja aja sana lihat".
__ADS_1
"Nanti aja capek baru buat tugas". sambung aca.
Kemudian kami membahas beberapa hal yang lain, berfoto-foto, dan membuat video
"hauss ya". kode Dari Indah tepat sasaran.
"kucing nya baru lahiran ndah". kania berkata sambil melirik arhan.
"serius". Arhan yang merasa tersinggung menjawab.
"Kami juga serius".
"kalian itu kayak Tom and Jerry nggak pernah ada baik nya". aku melerai perdebatan antara kania dan arhan.
Aca hanya diam dan memperhatikan interaksi antara kania dan Arhan.
Itu sudah menjadi suatu kebiasaan. Terkadang di saat ada yang mengadu kepada aca, aca hanya menjawab "nggak papa, kan cocok yang cowok peringkat pertama, yang cewek peringkat kedua nggak ada salah nya". tentu saja aca mengucapkan itu dengan wajah tersenyum. sebenarnya kania baik, sangat baik, hanya saja ia terlalu berlebihan dekat dengan arhan yang notabe nya sudah punya pacar.
Jika Aku Jadi aca aku pasti cemburu, aku akan langsung menanyakan kepada arhan untuk siapa hati nya jika untuk ku maka jauhi yang lain jika untuk yang lain maka jauhi aku, Tapi sayang nya Aca bukan aku, aca hanya diam dan memilih memendam. Terkadang aku bingung kok bisa ya ada orang yang seperti aca.
__ADS_1
happy reading ❤️❤️❤️