
Hari hari se lanjut nya aku benar-benar sibuk seperti yang ku harap kan, naik turun tangga menuju ke kelas dan ke kantor guru. Aku tidak sempat melihat dia, bahkan bayangan nya saja terasa sangat jauh dari ku.
Aku sudah siap dengan pendaftaran lomba seni tersebut, karya yang aku diskusi kan dengan dea di terima oleh guru yang mendampingi ku. Aku di pilih sebagai perwakilan wanita dari sekolah menengah atas ini.
“kalian tolong panggil kan reno dari kelas XI IPS 1”. Titah bu desi.
“kelas kami bu?” tanya dea.
“kalian kelas XI IPS 1 ?”. yang benar saja, sudah hampir seminggu kami berdiskusi dengan bu desi, bu desi bahkan tidak tau dari mana kami berasal.
Kami pergi keluar dari kantor guru untuk memanggil reno.
“cape naik turun tangga”. Keluh dea.
“ya udah kita ga usah naik, panggil dari sini aja”.
Kami berdiri di depan kelas X dengan kepala mendongak ke atas , celingak-celinguk mencari seseorang yang kami kenal.
“nelfiii!!!!”. Teriak ku memanggil nelfi teman sebangku kania, karena berada dalam satu circle kami menjadi sangat dekat.
__ADS_1
“kenapa!?”.
“tolong panggilin reno!!”. Nelfi mengangguk.
Tidak lama setelah itu, reno muncul. Dia berdiri di atas, menggerakkan kepala nya seolah berkata “kenapa?” . aku mengayunkan tangan ku menyuruh nya turun ke bawah.
Awal nya ia menolak tetapi karena paksaan dari dea akhir nya ia turun.
“ren, kamu dipanggil bu desi”. Kata dea sesampainya reno di hadapan kami.
“ngapain?”. Aku mengangkat bahu ku pertanda aku tidak tau.
...****************...
“reno yang terpilih sebagai perwakilan pria dari sekolah ini. Jadi, dia yang akan menjadi partner kamu. Tetapi Walau pun kalian rekan, kalian tetap bertanding sendiri-sendiri”.
“baik bu”. Jawab kami bersamaan.
Setelah itu kami keluar.
__ADS_1
“kirain bu desi bakal milih murid dari kelas lain, beruntung deh kamu yang jadi partner aku”.
Reno diam saja dia hanya tersenyum.
Memang begitu dia,dalam hal berbicara dia hanya berbicara se perlu nya saja kecuali dengan orang yang sudah lama mengenal nya.
Aku berteman dengan reno karena ia cukup dekat dengan arhan yang dulu nya ketua kelas. Namun kedekatan kami hanya sebatas tersenyum saat berpapasan.
Aku juga sedikit lebih mengenal reno dari ayra. Kalian tau?, ayra dan reno adalah mantan kekasih. Yang ku ketahui reno adalah pacar pertama ayra. Mereka berpacaran satu tahun, hingga masuk ke SMA entah apa gerangan hingga membuat mereka berpisah.
...****************...
Hari demi hari kami lewati bersama. Aku, dea, reno dan ikbal teman sebangku reno. Ikbal adalah orang yang menemani reno seperti dea menemani ku.
Setiap hari aku sibuk ke sana kemari, bertemu bu desi dan se lebih nya kami duduk bersama membahas segala sesuatu yang bersangkutan dengan kegiatan tersebut. Tidak jarang kami bersenda gurau, reno menjadi lebih terbuka dengan ku dan ada dari beberapa teman ku yang menjodohkan aku dengan reno, salah satu nya innara.
Tidak sedikit yang iri akan kedekatan kami . mereka pasti berpikir bagaimana aku yang biasa saja ini bisa dekat dengan seorang reno yang cukup tampan.
Waktu ku untuk masuk ke kelas sangat terbatas, hanya di waktu tertentu saja karena kami harus banyak mempersiapkan diri dan segala kebutuhan untuk lomba seni ini.
__ADS_1
Para guru memaklumi ini, mereka sudah menjanjikan nilai kami akan di putih kan dengan syarat, sesudah perlombaan selesai kami harus menjadi murid teladan. Jika dipikir lelah, tetapi itu lah usaha ku dalam melupakan fathan, mengalihkan hati dan pikiran ku dari nya.